The Yakuza Boss's Favorite Twins

The Yakuza Boss's Favorite Twins
Terulang Lagi



Suara tembakan itu menggema di setiap sudut bangunan tua, tempat dimana markas mafia berada.


Kazuo masih tetap menembak Yuka dengan semangatnya hingga ia menyisakan satu peluru terakhir di pistol yang ia pegang.


"Wanita tidak berguna, cuih!" Kazuo memandang rendah tubuh Yuka yang terkulai tak bernyawa di samping dirinya.


"Ha' … di'dia membunuh Yuka, serta anak di dalam kandungannya …" Pupil mata Miho mengecil wajahnya terlihat syok melihat Yuka mati mengenaskan bersama anak di dalam kandungannya.


"Dasar g*la, kau tau anak yang berada di dalam kandungannya itu adalah anakmu!" tegas Asahi pada Kazuo.


"Ha! kau pikir aku peduli?bukan hanya dia saja yang mengandung putraku, jadi membunuhnya tidak apa-apa kok." (Kazuo).


Hisao, Sora, Soma dan Asahi menggertakan giginya karna geram mendengar perkataan dari Kazuo.


"Apa … apa kau menganggap nyawa itu adalah sebuah mainan!! kenapa tidak nyawamu saja yang dipermainkan!!" (Miho).


"Siapa yang peduli? lagipula bukan hanya dia wanita di dunia ini."


"Dasar b*jing*n!! Br*engs*k! tidak tau diri! mati saja kau!!"


Asahi melirik Hisao dan Tatsuya untuk maju dan menghajar Kazuo, ketika mereka ingin maju Kazuo tersenyum licik sambil menatap ke arah Miho.


Ia mengangkat tangannya yang masih memegang pistol dan mengarahkan pistol tersebut pada Miho. "Lama sekali …"


Tanpa berpikir panjang Kazuo menembak Miho.


Tembakan dari Kazuo tak bisa terelakkan lagi, peluru pistol tersebut tepat menancap di jantung Miho.


Miho terjatuh tetapi sebelum tubuhnya terjatuh ke tanah Asahi langsung menangkap tubuhnya, seketika suasana di tempat itu menjadi hening.


"Uhuk!" Miho terbatuk sambil mengeluarkan darah.


"Mihoo!!" teriak Asahi memanggil-manggil nama Miho dengan raut wajah panik dan cemas serta menahan rasa takut di dalam hatinya.


"Ahaha … haha! akhirnya aku melihat wajahmu yang sangat tidak berdaya itu Asahi." Tawa Kazuo kegirangan melihat insiden tersebut.


Hisao dan Tatsuya yang sudah geram melihat tingkah laku Kazuo, langsung menangkapnya dan memukuli Kazuo dengan keras sampai wajah Kazuo tak dapat dikenali lagi.


Walaupun seperti itu Tatsuya yang masih merasa belum puas melihat penderitaan Kazuo, tanpa belas kasihan ia menendang wajah Kazuo karna hal itu membuat Kazuo tak sadarkan diri.


"Tenangkan dirimu Tatsuya! dia sudah hampir mati kau buat," ucap Hisao pada Tatsuya agar ia bisa sedikit mengontrol emosinya.


"Orang seperti dia tak pantas hidup di dunia ini!" tegas Tatsuya menatap Hisao dengan pupil mata mengecil.


"Sudah cukup! Sora, Soma pergi selamatkan Rei and Ren."


"Baik Kak!" jawab mereka serentak.


Sora dan Soma pergi menyelamatkan Rei and Ren, sedangkan Tatsuya dan Hisao berkumpul mengelilingi Asahi dan Miho.


"Miho! bertahanlah aku pasti akan membawamu ke rumah sakit secepat mungkin!" panik Asahi dengan perasaan tak karuan melihat Miho.


"Sudahlah tidak perlu lagi, uhuk! dimana Rei and Ren?" tanya Miho pelan.


Tiba-tiba terdengar suara Rei and Ren yang baru saja diselamatkan oleh Sora dan Soma.


"Ibuu!!" teriak mereka berdua sembari berlari menghampiri tubuh Miho yang terpangku dalam pelukan Asahi.


"Rei … Ren …"


"Ibu maafkan Ren Ibu! maafkan Ren! jika bukan karna kesalahan Ren Ibu dan semuanya pasti tidak akan datang kemari … dan Ibu juga tidak-"


Air mata Ren terus mengalir, ia terus menyalahkan dirinya sendiri tetapi belum selesai ia bicara Miho meletakkan jari telunjuknya di bibir Ren.


"Ssstt … tidak Ren, ini semua sudah takdir dan kita semua tidak bisa menolaknya. Jadi jangan menyalahkan diri Ren terus, Ibu saja tidak menyalahkan Ren kok …"


"Tapi Ibu … Ibu jangan tinggalin Rei and Ren ya … Rei and Ren janji gak bakal nakal lagi, kami berjanji …" Pinta Rei sambil menangis menatap Miho yang lemas.


"Rei, Ren Ibu tak pernah meninggalkan kalian sama seperti yang dilakukan oleh ibu Narumi, Ibu selalu ada di dalam hati kalian … Ibu tak akan pernah pergi." Miho tersenyum lembut menatap Rei and Ren.


"Jawaban ini … aku mendengarnya lagi." Batin Rei.


"Jawaban yang tak pernah ingin kudengar, kini terulang lagi." Batin Ren.


"Lagi …"


"Dan lagi …"


"Kejadian yang sama akan terulang lagi." Batin Rei and Ren saling bertautan.


Seketika tatapan mata Rei and Ren menjadi kosong dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipi mereka.


Melihat wajah Rei and Ren yang seperti itu membuat Hisao, Sora, Soma dan Tatsuya memalingkan wajah mereka sambil meneteskan air mata.


"Dan kau Asahi … kuharap kau tidak menangis, karna kulihat di bola matamu itu ada air mata yang ingin terjatuh …"


"Aku tidak akan menangis! karna itu bertahanlah!" pinta Asahi.


Miho menggelengkan pelan kepalanya, melihat hal itu Asahi langsung terdiam.


"Pesan ku untukmu Asahi, kau tidak boleh membunuh Kazuo … kau harus menjaga Rei and Ren … kau harus membuat mereka tersenyum kembali juga katakan kepada paman dan bibi kalau aku telah gagal …"


"Tidak … kau tidak gagal, kau sudah berjuang keras … akulah orang yang membuatmu berada dalam situasi seperti ini …" Perlahan bulir bening air mata Asahi menetes membasahi wajah Miho, Asahi memegang dengan kuat tangan Miho yang lemas.


Miho tersenyum kembali dan memegang tangan Asahi yang memegang tangannya. "Bukankah tadi kau berkata kau tidak ingin menangis Asahi? ternyata mulutmu tidak bisa mengatakan kejujuran … tetapi hatimu tak pernah berbohong."


"Diam! Sora, Soma bawa mobil kemari!" titah Asahi.


"Baik Tuan!" jawab mereka serentak.


Sora dan Soma bergegas mengambil mobil untuk membawa Miho pergi ke rumah sakit.


"Percuma … aku mungkin tak akan bertahan, oleh karna itu maafkan aku … aku tak bisa menepati janji kakak ku, aku tak bisa. Ternyata aku terlalu lemah … dan aku … tak berdaya …"


Perlahan Miho mulai kehilangan kesadarannya dan tepat disaat itu mobil yang dibawa oleh Sora dan Soma tiba.


Asahi langsung menggendong Miho dan membawanya masuk kedalam mobil, sedangkan Rei and Ren dibawa masuk ke dalam mobil yang satunya lagi.


"Ck! aku pasti bisa menyelamatkan mu dan aku yakin itu." Batin Asahi menatap Miho yang telah menutup matanya.


Sebelum mereka berangkat Asahi menyuruh Hisao untuk menghubungi Rui agar ia stay di rumah sakit untuk mengobati Miho.


Hisao menuruti permintaan Asahi dan mobil pun bergerak menuju rumah sakit, di perjalanan menuju rumah sakit suasana di dalam mobil terasa begitu mencekam hingga mereka akhirnya tiba di rumah sakit.


Asahi lalu memerintahkan Sora dan Soma untuk menjaga pintu rumah sakit agar tidak ada paparazzi atau orang manapun yang tau, kalau Aoki Miho sang artis terkenal sedang koma di rumah sakit.


Miho di bawa menggunakan brankar sampai tiba di ruang operasi.


Melihat keadaan Miho yang tak berdaya di brankar rumah sakit, seketika Rui menjadi sangat pucat dan panik.


"Ha! Mi'Miho … ada apa ini? k'kau-"


Sebelum selesai dengan syoknya Hisao menepis semua itu dari Rui. "Rui! singkirkan semua itu dalam pikiranmu, yang lebih penting sekarang selamatkan lah Miho! kami semua disini percaya padamu."


"Tapi …"


"Lihatlah di sekelilingmu, kami semua sudah tidak berdaya. Kami percayakan ini semua padamu Rui."


Seketika kepercayaan diri Rui datang kembali, ia menepis semua rasa panik, kekhawatiran dan ketakutannya. Ia menyuruh Suster untuk membawa Miho masuk dalam ruang operasi.


Suster mengangguk dan membawa Miho masuk ke dalam ruang operasi.