The Yakuza Boss's Favorite Twins

The Yakuza Boss's Favorite Twins
Isi Hatinya



📲"Dia adalah seorang Dokter disini, nama aslinya adalah Rui. Wanita seperti apa dia?" tanya Sora pada Hisao.


📲"Intinya jangan berdebat dengannya. Dia bisa lebih kejam dari pada aku, dan bisa juga lebih sadis daripada siapapun. Aku punya urusan, aku tutup dulu." Jelas Hisao.


FLASHBACK OFF


"Kenapa kalian diam? bukankah kalian ingin membunuhku? bunuh saja," ujar Rui santai.


Sora dan Soma kembali berdiri tegak dan mundur beberapa langkah sembari menatap Rei and Ren.


"Ada apa? kenapa kalian tidak bisa membunuhnya, apa yang kalian takut kan?" tanya Ren bingung dengan tingkah Sora dan Soma.


"Maafkan kami Tuan Muda Ren, tapi kak Hisao mengatakan kami tidak boleh dekat dengan wanita ini. Jadi Tuan Muda Rei Tuan Muda Ren harap terima kenyataan yang dia katakan." Ucap Sora.


"Heh' menarik sekali." Batin Rui.


"Sepertinya Ren, kau adalah orang yang sangat gegabah dan kau Rei yang selalu menyiapkan rencana, dan pastinya rencana itu berjalan dengan sempurna. Tapi …" Rui berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Rei sambil menepuk pundaknya.


"Di setiap rencana yang besar, harus ada yang namanya pengorbanan." Timpal Rui.


Seketika pupil mata Rei mengecil mendengar perkataan Rui, dan disaat yang bersamaan Miho lalu masuk ke ruangan tersebut untuk memberitahukan Rei and Ren kalau mereka boleh pulang.


Melihat Miho yang sudah kembali Rui mengatakan pada Miho kalau dia mempunyai urusan dan Rui pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Sora dan Soma menggendong Rei and Ren untuk di bawa masuk ke dalam mobil. Setelah semua masuk ke dalam mobil, mobil dinyalakan dan terlihatlah Rui menatap mobil itu pergi dari jendela.


"Aku menguji kepintaran mu dengan logika, karna akal licik mu akan berbahaya jika terus dilanjutkan dan tentunya itu akan melibatkan semua orang. Aku akan mendatangimu lagi Rei." Batin Rui.


****************


Sesampainya mereka di rumah, terlihatlah Asahi yang tengah panik di ruang tamu karna dia tidak melihat Miho, Rei and Ren dan Sora di rumah.


Hisao yang berada di ruang tamu dengan wajahnya yang masih terluka, tidak bisa mengatakan pada Asahi kalau Rei and Ren sedang berada di rumah sakit.


Yuka yang melihat kepanikan Asahi mengerti bahwa orang yang membuat Asahi lemah adalah kedua putranya.


"Setelah dia tau anak dalam kandungan ku ini tidak kenapa-napa dia bersikap biasa saja, tidak ada rasa panik ataupun khawatir. Tapi ketika anaknya tidak ada di rumah, kepanikan nya luar biasa. Jadi kelemahannya adalah kedua putranya." Batin Yuka.


Tak berapa lama terdengar suara mobil, mendengar suara mobil itu Asahi langsung berlari menuju ke depan pintu untuk melihat siapa yang datang.


Terlihatlah Sora dan Soma keluar dari dalam mobil sambil menggendong Rei and Ren, mereka berjalan masuk ke rumah dan di belakang mereka ada Miho yang hanya tertunduk diam sembari mengikuti Sora dan Soma berjalan.


Ketika sampai di hadapan Asahi mereka berhenti.


"Rei, Ren ada apa? kenapa kalian menjadi seperti ini?" tanya Asahi cemas.


Rei and Ren tidak menjawab pertanyaan dari Ayahnya, mereka hanya diam seribu kata.


"Rei, Ren katakan sesuatu …"


"Tidak ada yang perlu dikatakan Ayah. Sora bawa aku ke kamarku," ucap Rei.


"Sora, Soma bawa Rei and Ren ke kamar mereka, mereka harus beristirahat." Pinta Miho.


Saat Sora dan Soma ingin berjalan melewati Asahi, tiba-tiba Asahi menghalangi jalan mereka. "Tidak!! aku ingin berbicara dengan Putraku!"


"Apa yang perlu dibicarakan lagi Asahi!! tidak ada yang perlu dibicarakan!!" pekik Miho menatap dingin Asahi.


Sontak mendengar teriakan dari Miho dan tatapan nya yang dingin menatap dirinya, Asahi tidak bisa berkata apa-apa lagi hingga membuat Sora dan Soma bisa melewatinya.


"Apa yang terjadi dengan kedua Putraku, Miho …" Lirih Asahi.


"Kau bertanya padaku! dimana rasa kasih sayangmu sebagai seorang Ayah? dimana!!"


"Kenapa …" Batin Asahi.


"Kau lebih mementingkan wanita itu yang belum tentu anak di dalam kandungan itu adalah anakmu!!"


"Perasaan ini …"


"Sebenarnya disini siapa yang lebih membutuhkan rasa kasih sayangmu! anakmu atau wanita itu!!"


"Aku ingin menutupinya … aku tak ingin dia dilihat orang lain. Dirinya yang seperti ini …"


"Kenapa kau tidak bisa berpikir Asahi!!"


Melihat Miho yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi, Asahi tanpa berpikir panjang langsung memeluk Miho dengan lembut untuk menenangkan nya.


Pemandangan tersebut dilihat oleh Hisao, Yuka, Sora dan Soma yang sudah selesai mengantarkan Rei and Ren dikamarnya.


"Maafkan aku …" Lirih Asahi memeluk Miho.


"Haa …" Miho terkejut, air mata yang terus mengalir itu seketika berhenti saat mendengar ucapan maaf dari mulut Asahi.


"Aku tidak tau … aku dalam keadaan yang bingung, aku tak pernah berada di dalam fase seperti ini. Kedatangan mu merubah semua yang ada di dalam diriku, aku tak ingin melihatmu … karna kau terlalu bersinar."


"Hee …" Batin Miho.


"Aku pernah berpikir untuk membuatmu pergi dari rumah ini karna rumah ini dipenuhi oleh kegelapan, dan kau pun pergi. Tapi tiba-tiba kau datang kembali … tetapi sedikit berbeda."


"Apakah aku berhasil? apakah aku sudah mendapatkannya."


"Kau datang kembali dengan membawa beberapa cahaya yang lain, hingga membuat rumah ini begitu terang. Kau merubah satu per satu orang di rumah ini termasuk dengan diriku." Jelas Asahi memeluk Miho sembari menangis.


"Dirinya yang lemah seperti ini, baru pertama kali aku melihatnya."


"Sampai saat ini … aku masih belum mengerti tentang diriku, aku masih belum tau apa yang ingin diperlihatkan Narumi padaku. Apa maksud Narumi mendatangkan dirimu padaku …"


"Itu semua kau sendirilah yang harus mencari jawabannya."


"Jadi maaf jika perilaku ku selalu kasar padamu, karna aku tidak tau bagaimana harus memperlakukan mu."


Miho lalu meletakkan kedua tangannya di dada Asahi dan mendorong pelan tubuh Asahi agar menjauh dari dirinya.


"Maafkan aku, tapi pertanyaan itu semua kau sendirilah yang harus mencari jawabannya."


Seusai mengatakan hal itu Miho berlari meninggalkan Asahi dan masuk ke kamar Rei and Ren.


Yuka yang melihat semua kejadian itu langsung menggertak kan giginya.


"Krrt!"


"Ini sudah terlalu jauh menyeleweng dari rencana ku, sepertinya aku perlu menjalankan rencana terakhir." Batin Yuka.


Hisao yang melihat tingkah laku aneh Yuka langsung melirik ke arah Sora dan Soma. Sora dan Soma seakan-akan mengerti apa maksud dari lirikan Hisao tersebut, mereka langsung pergi ke halaman belakang.


Sedangkan Asahi yang masih berada di depan pintu hanya menatap kedua tangannya.


"Narumi … apa sebenarnya yang harus kulakukan saat ini, aku sangat bingung." Batin Asahi


"Aku akan pergi bekerja dan mungkin aku akan pulang larut malam, jadi jangan menungguku."


Asahi langsung menaiki mobilnya dan pergi, Yuka yang melihat itu tidak berkata apapun dan ingin naik menuju kamarnya. Sebelum Yuka hendak menaiki anak tangga Hisao mengatakan sesuatu padanya.


"Bagaimana? bukankah ini sudah jauh dari perkiraan mu. Berbahagialah Yuka, karna di setiap rencana harus ada pengorbanan."