
Miho yang telah pergi meninggalkan Asahi di halaman belakang pun kembali ke kamar Rei and Ren, tetapi sesampainya di depan pintu kamar Rei and Ren wajah Miho terlihat pucat.
"Gawat aku belum menutup pintunya." Batin Miho terkejut.
Miho bergegas berlari menuju kamar Rei and Ren, sesampainya di sana Miho langsung melihat keadaan Rei and Ren dan Miho merasakan ada sesuatu yang aneh dengan tangan sebelah kiri Rei dsn juga Ren.
"Mereka … cih! dasar wanita b*deb*h."
Miho keluar dari kamar Rei and Ren, tidak lupa pula ia menutup pintunya.
Ketika ia ingin menaiki tangga untuk menemui Yuka di dalam kamarnya, ternyata Yuka telah menunggunya tepat di atas tangga.
"Kenapa kau terburu-buru Miho, apa yang sedang terjadi padamu?" tanya Yuka tersenyum licik.
"Kau! apa yang sudah kau lakukan pada Rei and Ren, aku tau kau pasti menyuntikkan sesuatu pada mereka. Orang sepertimu yang tidak mengetahui tentang medis pasti akan menyisakan bukti!!" tegas Miho.
"Heeh … cepat sekali ketahuan nya. Lagipula kedua bocah itu tidak akan mati tetapi stamina mereka akan melemah seiring berjalannya hari." Jelas Yuka sambil menuruni anak tangga sampai tepat berada dihadapan Miho.
"Sepertinya kau sangat ingin bermain denganku Yuka." Kata Miho sembari ingin mencengkram pundak Yuka.
Tetapi belum sempat pundak Yuka di cengkram oleh Miho, Yuka menjatuhkan dirinya sendiri seperti dalam kisah drama yaitu Miho yang mendorong Yuka.
"Aaa!! perutku …"
"Eh' aku bahkan-"
Tiba-tiba Asahi datang dan berteriak memanggil nama Miho.
"Miho!! apa yang kau lakukan!!" teriak Asahi pada Miho sembari mendatangi Yuka yang terjatuh.
"Aku tidak melakukan apa-apa."
"Bohong! kau baru saja mendorong ku!!" teriak Yuka kesakitan.
"Ha!"
"Miho sepertinya kau sangat mudah mencari perhatianku ya tapi itu hanya sebentar, dan sekarang kau sudah menunjukkan sifat aslimu yang sebenarnya." (Asahi).
"Jadi kau membuatku menjadi seorang antagonis dan kau adalah protagonis yang disiksa oleh antagonis, baiklah kalau begitu." Batin Miho.
"Hahaha' benar akulah yang mendorongnya jika tidak ada orang jahat di dunia ini maka cerita tidak akan pernah berjalan dengan seru." (Miho).
"Bisa-bisanya kau tertawa disaat seperti ini." (Asahi).
Miho menatap dingin pada Asahi dan Yuka. "Tertawa menutupi kesedihan tersenyum menutupi kegelisahan dan menangis menutupi kebohongan."
"Apa maksudmu!"
"Di dunia ini setiap orang memiliki kepribadian nya sendiri, salah satunya di rumah ini ada seseorang yang mempunyai tiga topeng. Tetapi topeng yang pertama ia menghilangkannya."
"Sepertinya dia sedang menceritakan tentang diriku." Batin Yuka.
"Dan tersisa lah dua topeng, tersenyum menutupi kegelisahan menangis menutupi kebohongan." Miho melirik ke arah Yuka.
"Menyingkir! aku tidak mengerti tentang perkataan mu. Bertahanlah Yuka, aku akan membawamu ke rumah sakit."
Asahi lalu menggendong Yuka dan membawanya pergi ke rumah sakit tetapi sebelum ia terlalu jauh melewati Miho, Miho memperingatkan dirinya akan sesuatu.
"Penyesalan datang terlambat, orang yang kau sayangi akan berubah menjadi benci, orang yang kau benci akan menjadi sayang kepadamu jika sesuatu dari dirimu telah menghilang."
"Waktu terus berjalan dan tidak tau kapan akan berhenti, mungkin setelah kau kehilangan seseorang yang berharga bagi dirimu untuk yang kedua kali." Jelas Miho.
Setelah mengatakan itu Miho lalu pergi membiarkan Asahi membawa Yuka ke rumah sakit.
Miho masuk ke dalam kamar Rei and Ren dan ketika Miho melihat keadaan mereka, ternyata mereka berdua telah di basahi oleh keringat seperti menahan sakit dalam tubuh mereka.
Mereka berdua mulai mengigau kan sesuatu.
"Ibu … ibu …" Lirih Rei.
"Ibu hiks …" Lirih Ren.
"Aku tak pernah melihat mereka berdua selemah ini." Batin Miho.
Miho bergegas pergi ke kamar Hisao dan mengetuk pintu kamar Hisao dengan keras.
Tok … tok … tok …
"Hisao buka pintunya!!" teriak Miho.
Dengan panik Sora lantas membuka pintu. "Ada apa Nona Miho!"
"Kak Hisao sedang beristirahat karna wajahnya sudah babak belur di buat oleh tuan Asahi."
"Bisakah kau membawa mobil? Rei and Ren sakit!"
"Aku bisa tetapi Soma sedang menuju kemari dan dia sedang membawa mobil."
"Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi bersamanya!"
"Baiklah!"
Miho dan Sora bergegas kembali ke kamar Rei and Ren, Miho menggendong Ren dan Sora menggendong Rei. Dengan cepat mereka berlari keluar dari rumah dan menunggu Soma di depan gerbang.
Tak butuh waktu lama Soma akhirnya sampai, dengan ekspresi wajah kebingungan dia melihat Sora membawa Rei masuk ke dalam mobil. Miho juga ikut masuk ke dalam mobil tersebut, Sora lalu meletakkan kepala Rei ke pangkuan Miho.
"Soma tancap gasnya kita pergi ke rumah sakit!" pinta Sora pada Soma.
"Ha! Hais' sudahlah!" Soma menancap gas mobilnya dan pergi ke rumah sakit.
Di perjalanan mata Sora melirik kaca spion yang berada di dalam mobil, kaca spion itu mengarah pada Miho yang berada di kursi belakang sambil memangku kepala Rei and Ren. Miho mengusap pelan kepala mereka berdua sembari menangis.
"Rei, Ren bertahanlah … Ibu akan membawa kalian ke rumah sakit." Batin Miho.
Melihat hal tersebut Sora tidak bisa berkata apa-apa, ia lantas menaikkan kaca spion mobil itu ke atas agar tak bisa melihat Miho yang berada di kursi belakang.
Saat ingin sampai ke rumah sakit yang ingin dituju ternyata ponsel Miho berdering.
Drrtt … drrtt … drrtt …
Miho mengangkat telpon itu.
📲"Halo dengan siapa?"
📲"Ini Rui. Miho apa kau sudah melupakan aku? haih' … aku melihat berita mu di TV hari ini, kau-"
📲"Rui bukankah kau seorang Dokter!"
📲"Ha' eh … Y'ya."
📲"Sekarang kau berada di mana?"
📲"Aku berada di rumah sakit X."
📲"Kami juga ingin datang ke sana!"
📲"Ha' untuk apa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Rui, Miho langsung menutup sambungan telponnya.
Rui yang panik mendengar nada suara Miho memutuskan untuk keluar dari ruangannya dan menunggu Miho di depan pintu masuk rumah sakit.
Beberapa menit kemudian mobil yang di naiki Miho akhirnya sampai.
Miho turun dengan menggunakan masker, sedangkan Sora dan Soma menggendong Rei and Ren. Miho bergegas berlari menuju arah Rui.
"Rui … tolong, tolong periksa kedua putraku …" Lirih Miho.
"Baiklah!"
Rui lalu meminta beberapa suster untuk membawakan dua brankar, Sora dan Soma meletakkan Rei and Ren di masing-masing brankar yang di bawakan oleh suster.
Brankar itu di giring dan di bawa ke suatu ruangan, di dalam ruangan tersebut ada Dokter spesialis anak dan Rui meminta pada Dokter tersebut untuk memeriksa Rei and Ren.
Dokter itu mengangguk dan mulai memeriksa keadaan Rei and Ren.
Rui meminta kepada Sora dan Soma untuk keluar dan menunggu di ruang tunggu saja termasuk juga dengan dirinya dan Miho.
Di ruang tunggu Rui berusaha menenangkan Miho yang begitu cemas akan keadaan Rei and Ren.
"Tenangkan dirimu Miho mereka pasti baik-baik saja, jangan berpikiran negatif terus. Jika kau terus berpikiran negatif maka semuanya akan menjadi rumit," ucap Miho menenangkan Miho.
"Tapi Rui …" Lirih Miho.
"Yakinlah kalau mereka akan baik-baik saja!"
Mendengar perkataan Rui membuat Miho yang tadinya begitu cemas perlahan-lahan menjadi semakin tenang.
Tak berapa lama Dokter yang memeriksa keadaan Rei and Ren keluar dari ruangan pemeriksaan dan memberitahukan kepada Miho kalau Rei and Ren baik-baik saja, dan mereka juga telah di suntikan obat agar tubuh mereka menjadi lebih baikan.