
Beralih pada Rei and Ren yang sudah masuk ke dalam mobil jemputan mereka tanpa ada rasa curiga ataupun waspada.
Di dalam mobil Rei tampak memperhatikan kedua orang yang menjemput mereka itu.
"Jika bukan karna Ren yang memaksaku untuk masuk ke mobil ini, maka aku tidak akan menginjakkan kaki ku ke dalam mobil ini." Batin Rei.
"Siapa kalian? aku baru pertama kali melihat kalian," ucap Rei.
"Kami diperintahkan oleh nona Miho untuk menjemput anda, karna dia sedang ada kesibukan." Jawab orang¹.
"Rei kenapa kau selalu curiga, dari mobil saja kita sudah tau kalau ini adalah mobil ayah." Timpal Ren.
Rei menatap tajam ke arah kedua orang yang duduk di depan mereka.
"Mobil bisa menipu semua orang tetapi penculikan tetaplah penculikan. Apakah kau tidak sadar Ren? semua orang yang dikenal oleh ibu memanggilnya dengan sebutan nyonya, tetapi mereka memanggilnya dengan sebutan nona."
Dengan sigap orang yang berada di samping mengemudi langsung menodongkan senjata tepat di kepala Rei, tetapi Rei hanya diam saja sambil menyeringai. Sedangkan Ren yang panik hanya bisa terdiam melihat itu.
"Aku hanya menguji coba dan ternyata kau langsung memakan umpannya. Licik bukan? tapi begitulah diriku."
"Diam! jika kau tidak ingin mati maka tutup mulutmu. Aku bisa saja membunuhmu kapan aku mau." Orang¹.
Rei menyingkirkan senjata api yang orang tersebut arahkan ke kepalanya. "Orang seperti kalian pun jika dicuci otak akan menjadi orang g*la yang tak berguna. Ingin membunuhku? nyalimu saja belum cukup besar untuk itu."
"Jangan meremehkan ku!" Orang tersebut kembali menodongkan senjata tetapi kali ini ia juga menodongkan senjata kepada Ren.
Rei hanya melipat kedua tangannya sembari menutup mata. "Kau membunuhku akan membuat kembaran sebelahku menjadi marah dan membunuhmu, tapi jika kau membunuh kembaranku maka kau akan membuat orang yang ditakuti oleh seluruh dunia marah dan ia akan mengincarmu."
"Sudah hentikan! aku tidak tau seperti apa pemikiran kedua bocah ini, pemikiran mereka sangat g*la. Kembali ke tempat duduk mu kita juga tidak bisa menyakiti mereka terlebih lagi orang yang banyak bicara di belakang itu." Jelas Orang².
"Kau mengatai ku? ah' terimakasih. Kalau begitu ucapkan sampai ketemu nanti." Rei mengeluarkan ponselnya lalu bergegas membuka jendela mobil dan melemparkan ponselnya.
"Kau g*la!!" Orang².
"Aku bertanya padamu, siapa yang gila disini sekarang?"
"Kau benar-benar menguji kesabaran kami." Orang¹.
"Jika kau tidak ingin diuji maka kau m*ti saja."
"Kau!" Orang itu kembali menodongkan senjata kepada Rei.
Ren yang sudah muak mendengar perdebatan itu, saat melihat orang tersebut kembali menodongkan senjata kepada Rei ia langsung menendang senjata itu hingga senjata itu terlempar keluar lewat jendela yang Rei buka tadi.
"Cukup! kau boleh bermain-main dengan dia, tetapi aku adalah orang yang tak bisa kau permainkan. Aku tau aku bodoh tetapi aku tak pernah sebodoh kalian." Tegas Ren.
"Aku akan mengingat kejadian ini dan ku pastikan kau akan dengan setimpal." Orang¹.
"Mari kita lihat siapa yang membayar dan siapa yang terbayar."
Orang tersebut kembali duduk ditempatnya dan Ren duduk tepat di samping Rei untuk menjaganya agar tidak diganggu lagi oleh orang tersebut.
Ren terus menatap tajam ke arah orang tersebut melihat itu Rei lantas berbisik ke telinga Ren.
"Kau tidak perlu menjagaku Ren, aku bisa menjaga diriku sendiri yang ingin ku ingatkan kepadamu hanya satu. Tetap saja ponselmu sampai kita bertemu dengan dalang dibalik semua ini."
"Sebaiknya kau diam Rei kali ini adalah urusanku. Kau hanya perlu duduk diam dan saksikan." Bisik Ren.
"Apa yang kau rencanakan dibelakang ku Ren?"
"Tidak ada, aku hanya mengatakan pada dirimu untuk lihat saja skenarionya."
★★★
Beralih ke Asahi yang berada di tempat kerjanya, ia terus menatap ponselnya hingga muncullah letak lokasi Rei berada.
Melihat itu membuat Asahi terkejut. "Kau sudah membawa putraku sampai keluar dari kota maka jangan salahkan aku bertindak lebih jauh Kazuo."
Asahi lalu menelpon Hisao untuk memintanya kembali ke markas Yakuza.
Di markas Yakuza terlihat ada beberapa anggota yang telah selesai mencari keberadaan Rei and Ren, tetapi hasil yang mereka dapatkan nihil.
Asahi yang sudah tiba di sana memasang aura dingin hingga membuat anggota Yakuza tidak bisa mengatakan apa-apa tentang pencarian mereka.
Asahi duduk sambil menunggu Hisao, Sora dan Soma datang.
Tak butuh waktu lama Hisao, Sora dan Soma sampai di markas Yakuza.
Kedatangan mereka bertiga disambut dingin oleh Asahi, ketika di dalam markas Asahi memerintahkan Hisao, Sora dan Soma untuk bertekuk lutut di hadapannya.
"Bukankah kalian tidak menganggapku sebagai Tuan kalian," ucap Asahi.
"Tidak perlu membahas ini dulu Tuan." Jelas Hisao.
"Jawab!!"
"Ya. Tuan kami yang sebenarnya adalah tuan muda Rei dan tuan muda Ren."
"Kalau begitu apa yang kalian korbankan jika terjadi sesuatu pada mereka?"
"Kepala kami!!" jawab mereka bertiga.
Asahi melemparkan ponselnya kepada Hisao. "Aku masih memberi kalian kesempatan, cari dia melalui lokasi itu dan aku akan mencari Miho."
"Tapi Tuan!"
"Tidak ada kata tapi, aku ingin menyelamatkan mereka bertiga secara bersamaan tetapi diriku hanya satu. Orang yang paling dipercaya Rei and Ren adalah kalian bertiga."
"Baik Tuan! beri kami waktu dua hari."
"Baik, tapi dalam waktu dua hari itu tidak ada kabar maka kalian harus mati."
Mereka bertiga hanya mengangguk dan pergi meninggalkan markas Yakuza, sedangkan Asahi pergi untuk mencari keberadaan Miho.
Di perjalanan Asahi mendapatkan kabar dari anggota di bagian barat, kalau sebuah mobil yang tak mereka kenali sebelumnya sedang melaju dengan cepat diikuti oleh beberapa anggota mafia di belakang mobil tersebut.
Mendengar hal itu Asahi langsung menancap gas dan pergi ke sana.
★★★
Beralih pada anggota mafia yang membawa Miho untuk di buang ke suatu tempat.
Mereka dihalangi oleh anggota Yakuza milik Asahi, karna tidak ingin membuang-buang waktu mereka meminta anggota mereka yang berada dibelakang untuk mengurus anggota Yakuza. Sedangkan mereka menancap gas mobil dan meninggalkan anggotanya di situ.
Melihat salah satu mobil yang lolos dari jangkauan mereka, salah satu dari anggota Yakuza segera menghubungi Asahi yang masih belum sampai di sana.
Drrtt … drrtt … drrtt …
Tak butuh waktu lama sambungan telpon tersebut langsung diangkat oleh Asahi.
📲"Ada apa?"
📲"Tuan salah satu mobil keluar dari jangkauan kami! kemungkinan besar di dalam mobil tersebut terdapat nona Miho."
📲"Tidak perlu kau jelaskan, mobilku sudah terparkir rapi ditengah jalan ini dan sisanya hanya menunggu mobil tersebut sampai ke sini."
📲"Kalau begitu kami akan mengurus yang disini Tuan."
Orang tersebut langsung mematikan sambungan telponnya.
Beberapa menit kemudian, sesuai dugaan mobil itupun sampai.
Karna melihat sebuah mobil yang terparkir di tengah jalan, mereka dengan sigap menghentikan mobil mereka.
*Ciitt