
Seketika pupil mata Asahi mengecil saat mendengar perkataan dari mulut Ibunya.
"Narumi … maafkan aku. Aku tau akulah yang bersalah, maaf telah membuatmu kecewa." Batin Asahi.
Saat Osamu dan Asami ingin pergi ke halaman belakang dan bertemu Rei and Ren, ternyata mereka berdua sudah ada di ruang tamu itu.
Sontak melihat keberadaan Rei and Ren di sana, Osamu hanya bisa terpaku.
"Rei, Ren kalian ada disini, sejak kapan?" tanya Osamu pada Rei and Ren.
Tetapi Rei and Ren tidak menjawab perkataan dari Osamu, mereka hanya diam.
"Hisao sejak kapan kalian ada di sini?" tanya Osamu lagi pada Hisao.
"Sejak anda berteriak pada Tuan Asahi." Jawab Hisao.
"Apa!"
"Kakek, apakah Kakek menerima pernikahan Ayah dengan bibi Yuka?" tanya Rei pada Kakeknya.
"Ee' … Rei, Ren Kakek sendiri tidak tau bagaimana cara mengatakan, yang jelas Kakek akan menjaga kalian."
"Tidak perlu Kakek, itu bukan tugas Kakek. Seharusnya Ayah yang menjaga kami, bukan Kakek. Dari awal aku sudah tidak menyukai kehadiran wanita itu di rumah ini, dan Ayah terus memaksaku untuk menerimanya!" tegas Ren.
"Rei, Ren tidak baik berkata seperti itu." Timpal Asami menasehati Rei and Ren.
"Awalnya aku merestui Ayah dan bibi Yuka loh Yah, tapi setelah mengetahui semuanya menjadi seperti ini maka aku akan sama seperti Ren membenci Ayah!" (Rei).
"Rei, Ren dengarkan Ayah!" pinta Asahi sembari berjalan menghampiri Rei and Ren dengan perasaan bersalahnya.
"Ha' dengarkan? kenapa selalu perkataan Ayah yang harus kami dengarkan! kami selalu mengikuti perkataan Ayah! tetapi Ayah yang tidak pernah bertanya apa keinginan kami. Semenjak kedatangan wanita itu Ayah bukan lagi Ayahku!!" (Ren).
Asahi hanya terdiam mendengar perkataan anaknya itu.
"Kalau sudah seperti ini, maka aku pun tidak mau tinggal disini. Paman Hisao, bisakah kau membawaku dan Ren ke rumahmu? aku tidak ingin tinggal di rumah ini." (Rei).
"Rei, Ren jangan membuat keputusan disaat kalian sedang marah." Timpal Asami.
"Aku tidak marah Nenek, aku hanya tidak menyukai sikap Ayahku yang seperti ini." (Ren).
"Baiklah Tuan Muda, permisi Tuan besar Osamu dan Nyonya besar saya akan membawa Tuan Muda ikut bersama saya." Ucap Hisao.
Hisao, Sora, Rei and Ren pun pergi, ketika mereka berjalan melewati Asahi, Sora berhenti di samping Asahi. Sedangkan Hisao, Rei and Ren tetap melanjutkan berjalan.
"Ketika pertama kali aku masuk ke dalam anggota Yakuza milikmu, aku takut melihat mu. Tetapi ketakutan itu telah sirna ketika aku bertemu dengan kedua putramu." Bisik Sora pada Asahi.
"Apa maksudmu?" tanya Asahi dingin.
"Aku mengakui kau kejam Tuan Asahi, tetapi yang lebih kejam darimu adalah kedua putramu."
Seusai mengatakan hal itu Sora menyusul Hisao, Rei and Ren yang telah pergi duluan meninggalkan nya.
Pikiran dan hati Asahi sangat kacau setelah mendengar perkataan dari Sora, dia tidak mengerti apa yang Sora maksud.
"Membiarkan mereka keluar dari rumah ini adalah kesalahan terbesar mu Asahi!" tegas Osamu.
"Jangan sampai kau menyesal, kejar mereka sebelum kau terlambat." Jelas Asami.
"Huhh … Narumi apa yang harus aku lakukan? aku telah gagal menjadi seorang Ayah yang baik, aku telah gagal menjaga anak kita. Apa kau membenciku Narumi." Batin Asahi.
Asahi berlari mengejar mobilnya Hisao yang masih belum di jalankan, tak berapa lama sebelum Asahi sampai ke mobil tersebut mobil itu langsung di jalankan oleh Hisao.
Asahi tidak bisa mengejar mobil itu lebih jauh, dan akhirnya dia berhenti sembari berteriak memanggil nama Rei and Ren.
Tanpa berpikir panjang Asahi langsung mengendarai mobilnya dan menyusul mobil Hisao.
Hisao yang sudah tau sifat Asahi seperti apa, langsung menancap gas menuju rumahnya.
Tak berapa lama akhirnya Hisao sampai di rumahnya, dengan tergesa-gesa ia menyuruh Rei, Ren dan Sora untuk masuk ke dalam rumahnya.Hisao juga bergegas masuk ke dalam rumah, dan mengunci semua jendela dan pintu.
"Untuk apa Kakak bekerja keras mengunci pintu dan jendela? lagipula Rei tidak akan memaafkan ayahnya hari ini melainkan besok, jadi jangan terburu-buru," ujar Sora.
"Aku benci kau selalu menebak rencanaku dengan benar Sora." Ketus Rei.
"He' tentu saja, aku juga bukan orang yang bodoh."
Tak selang berapa lama Asahi pun sampai di rumah Hisao, dengan tergesa-gesa ia keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumah Hisao dengan keras.
Tok … tok … tok …
"Rei! Ren! buka pintunya!! Hisao. Rei, Ren!!" teriak Asahi sembari mengetuk terus menerus pintu rumah Asahi dengan keras.
"Berisik sekali." Kata Sora.
"Kenapa kalian tidak keluar berbicara pada Ayahku dan mengatakan padanya kalau aku tidak ingin bertemu dengannya hari ini, jadi datanglah esok pagi." Jelas Rei.
"Ya, dan katakan juga dia harus meminta maaf dengan tulus kepada kami." Timpal Ren.
"Tuan Muda." Hisao menatap Rei and Ren.
"Baiklah baiklah, sepertinya ini menarik. Ayo Kak kita keluar!" ajak Sora pada Hisao.
Sora lalu memegang tangan Hisao dan membawanya pergi keluar.
Ketika Sora membuka pintu dan keluar bersama Hisao, Asahi ingin mengintip ke dalam rumah apakah di dalam ada Rei and Ren. Tetapi belum sempat Asahi mengintip Sora dengan cekatan menutup kembali pintunya.
"Tidak perlu melihat ke dalam, lagipula anakmu tidak ingin bertemu dengan dirimu Tuan Asahi," ucap Sora pada Asahi.
"Biarkan aku bertemu dengan Putraku!!" teriak Asahi.
"Aku mau saja membiarkanmu masuk dan bertemu dengan mereka, tetapi mereka sendiri yang tidak ingin bertemu dengan dirimu Tuan Asahi. Jadi bagaimana?"
"Biarkan aku lewat, jika tidak kalian akan mati."
"Uuu' aku takut sekali."
"Maaf Tuan kami tidak mengijinkan anda untuk bertemu dengan anda, karna kami telah berpindah Tuan. Kami tidak peduli anda membunuh kami disini ataupun nanti." Tukas Hisao.
"Apa maksudmu Hisao?"
"Ketika anda meminta saya untuk menjaga Tuan Muda Rei and Ren disaat itulah aku berpikir kalau Tuanku sudah berpindah alih."
"Sama seperti aku, yang awalnya aku menganggap dirimu adalah Tuanku kini sudah berpindah alih. Persyaratan ku juga sama seperti saat aku masuk anggota Yakuza, yaitu kepalaku sebagai taruhannya." (Sora).
"Omong kosong apa yang sedang kalian katakan!"
"Aku tidak tau harus dari mana aku menjelaskan Tuan, tapi yang jelas anda tidak bisa memerintah saya lagi. Walaupun begitu saya tetap anggota Yakuza." (Hisao).
"Jadi Tuan Asahi silahkan anda pergi dari sini dan datanglah besok." (Sora).
"Tidak! aku ingin bertemu dengan mereka sekarang!"
Tiba-tiba terdengar lah suara Rei and Ren yang menyuruh Ayahnya pergi dan datang besok pagi.
"Ayah pergilah dari sini!! kami tidak ingin bertemu dengan Ayah hari ini. Jadi, datanglah besok maka kami akan mempertimbangkan untuk memaafkan Ayah atau tidak." Teriak Rei and Ren dari dalam rumah