The Yakuza Boss's Favorite Twins

The Yakuza Boss's Favorite Twins
Pembunuhan Miho



Beralih ke Tatsuya saat sudah selesai di telpon oleh Ren.


"Cih! sebocah pintas itu. Dia kira dia siapa seenaknya saja memerintah diriku, jika aku sudah diberi perintah datang kesana oleh dirinya maka aku akan datang ke sana."


Tatsuya mulai membereskan pakaiannya dan tanpa berbasa-basi lagi dia mulai memesan tiket lewat online di hari itu juga.


"Heh' kak aku menemukan dirimu pada orang lain, dia sangat mirip denganmu mirip sekali. Dibandingkan dengan Soma dia jauh lebih keras kepala."


Tatsuya pergi meninggalkan rumahnya dan bergegas ke bandara.


****************


Tepat di pukul jam pulang sekolah Rei and Ren, Miho yang berada di rumah berniat menjemput kedua anaknya itu tetapi tanpa di duga Yuka tiba-tiba saja datang dan membawa beberapa orang bersamanya.


"Yo Miho! satu hari tidak bertemu dengan dirimu membuatku tidak nyaman ya. Apa yang sudah kau lakukan pada suamiku?" tanya Yuka dengan angkuhnya.


"Suamimu? apa kau tidak melihat berita pagi ini? apa perlu ku perlihatkan." Miho berjalan ke ruang tamu dan menyalakan TV.


Disaat itu siaran TV sudah berada di saluran berita.


"Lihat, kau tidak melihatnya? kau buka matamu selebar mungkin!"


"Cih! itu hanya sebentar saja, palingan nanti Asahi akan menyuruh seseorang untuk menghapus beritanya."


"Kurasa kau gila Yuka, akal sehatmu sudah tidak ada. Kau masih berpikiran positif disaat seperti ini? seharusnya kau berpikir kalau Asahi tidak mencintaimu sama sekali."


"Jika dia tidak mencintaiku kenapa dia membawaku ke rumah ini? kenapa dia menikahi ku?"


"Karna dia ingin bertanggung jawab atas anak di dalam perutmu itu! ya walaupun itu bukan anaknya." Miho menyeringai dan menatap licik Yuka.


Yuka yang geram pun meminta orang yang ia bawa untuk memporak-porandakan rumah itu.


"Apa kau sudah g*la Yuka!! kau memang sudah tidak waras!!"


"Ahahaha' … benar aku memang tidak waras! kenapa aku bisa mencintai Asahi? kenapa bisa kakakmu yang mendapatkan Asahi? kenapa hanya Narumi yang beruntung di dunia ini! terlebih lagi kau."


"Tidak ada yang beruntung di dunia ini, di setiap kita merasakan keberuntungan maka kita juga bisa merasakan ketidakberuntungan juga."


"Tidak ada dalam hidupku yang namanya beruntung!! aku hanya merasakan ketidakberuntungan terus-menerus."


"Itu karena kau melakukannya secara licik!!"


"Jika aku tidak licik maka aku tidak bisa mendapatkan semua hal yang aku inginkan."


"Dasar wanita g*la!!"


"Ya aku memang g*la, karna itulah aku ingin membuatmu menyusul kakakmu." Yuka menyeringai menatap Miho.


Seketika pupil mata Miho mengecil dan tanpa ia sadari seseorang memukul belakangnya dengan sangat kuat hingga membuat dirinya pingsan.


*Bugh


Bibi yang berada di halaman belakang dan bersembunyi karna melihat kejadian itu, langsung menutup mulutnya sembari menahan gemetar ditubuhnya.


"Bawa dia, dan lemparkan dia ke suatu tempat agar dia m*ti." Pinta Yuka pada orang yang ia bawa.


"Baik Nona!" jawab mereka serentak.


Dari sepuluh orang yang Yuka bawa hanya lima orang saja yang membawa Miho pergi. "Dan kalian dua orang ambil kunci mobil yang di jatuhkan oleh wanita itu, dan bawa mobilnya keluar untuk menjemput kedua putranya Asahi."


"Baik Nona!"


Mereka mengambil kunci mobil itu dan bergegas pergi menjemput Rei and Ren di sekolah.


"Dan sisanya ayo kita kembali ke markas mafia."


Mereka lalu meninggalkan rumah keluarga besar Saito dengan keadaan porak-poranda.


Setelah melihat mereka semua telah pergi Bibi Emi pun keluar dari tempat persembunyiannya, karna khawatir dengan Miho Bibi Emi memutuskan menelpon Hisao dengan menggunakan telpon rumah.


Tetapi malangnya telpon rumah di rusak oleh mereka, jadi Bibi Emi menelpon Hisao menggunakan ponsel pribadinya.


★★★


"Siapa ya? sudahlah abaikan saja." Batin Hisao.


Hisao hanya mengabaikan panggilan itu, tetapi ketika panggilan tersebut telah berakhir nomor yang sama masih tetap menelpon dirinya hingga berulang-ulang kali.


Karna hal itu membuat Hisao muak, ia lalu mengangkat telpon tersebut.


📲"Siapa!!"


📲"Ini bibi Emi."


📲"A' Oh' bibi Emi ada apa?"


"Hais' bikin emosi aja, tapi untuk apa bibi Emi menelpon."


📲"Nona Miho! dia di culik oleh anggota mafia suruhan dari nona Yuka!"


📲"Apa!!apakah bibi Emi tau mereka pergi ke arah mana?"


📲"Tidak, tapi nona Yuka mengatakan kalau mereka harus membunuh nona Miho."


Seketika Asahi yang tak sengaja mendengar percakapan antara Hisao dan bibi Emi langsung berwajah dingin, dan aura yang tak mengenakkan pun keluar dari dirinya hingga membuat seluruh anggota Yakuza terdiam sambil menahan gemetar yang sangat hebat.


Asahi berteriak. "Kazuo! sepertinya kau memang ingin bermain denganku."


Hisao yang sudah mematikan sambungan telponnya dengan bibi Emi langsung bertekuk lutut di hadapan Asahi, termasuk juga Sora dan Soma yang mengikutinya di belakang.


"Apa yang harus kami lakukan Tuan?" tanya Hisao menunduk.


"Bukankah Tuanmu bukan aku lagi."


"Disaat seperti ini tidak harus memikirkan hal seperti itu."


"Cari mobil mereka, perintahkan seluruh anggota yang berada di bagian timur, barat dan selatan untuk mencari keberadaan mereka."


"Sesuai yang anda katakan Tuan!"


Hisao berdiri. "Baiklah semuanya, kalian sudah mendengarnya bukan? itu bukan berarti kita harus berdiam diri dan menunggu jawaban dari anggota lain. Kita juga perlu mencari, kalau begitu ayo pergi!!"


"Hisao aku harus kembali bekerja, jadi jaga Miho dan kedua putraku. Jika terjadi sesuatu pada mereka, maka kalian bertiga harus menanggung akibatnya."


Hisao mengangguk dan pergi meninggalkan Asahi.


Di perjalanan Hisao, Sora dan Soma yang berada dalam satu mobil berbincang-bincang selama perjalanan menuju ke rumah. Sora dan Soma mengatakan sesuatu kepada Hisao.


"Bukankah ini sedikit aneh? aku merasa ada yang janggal disini," ujar Sora berpikir.


"Daripada merasakan sesuatu yang janggal, aku merasakan sesuatu yang tidak enak sedang menunggu kita." Kata Soma.


"Bisa kalian diam! kita harus fokus." Timpal Hisao.


Tidak butuh waktu lama Hisao, Sora dan Soma sampai di rumah keluarga besar Saito. Tanpa banyak bicara dan berbasa-basi lagi mereka bertiga langsung bergegas masuk ke rumah.


Dan di dalam rumah terlihatlah Bibi Emi yang tengah termenung sambil ketakutan, mereka bertiga langsung menghampiri nya.


"Bibi Emi dimana mobil yang berada di luar? kenapa tidak ada?" tanya Hisao.


"Bukankah ini jam pulang sekolah Rei and Ren, bahkan ini sudah lewat. Kenapa mereka belum kembali?" (Sora).


Seketika mendengar perkataan tersebut dari Sora membuat Hisao terdiam, ia berdiri dan melepaskan dasi yang melingkar di jasnya lalu menatap dingin ke arah Sora dan Soma.


"Yang melukai harus dilukai, yang membunuh harus dibunuh. Kalian paham maksud dari perkataan ku?"


"Kami paham!" jawab mereka serentak.


Hisao pergi lebih dulu meninggalkan Sora dan Soma.


"Bibi Emi tutuplah pintu rumah, dan jika ada yang datang tetapi kau tidak mengenalinya jangan di buka." Jelas Soma.


Bibi Emi hanya mengangguk mendengar saran dari Soma.


Sora dan Soma bergegas menyusul Hisao, mereka bergegas menjalankan mobil ke sekolah Rei and Ren.