The Yakuza Boss's Favorite Twins

The Yakuza Boss's Favorite Twins
Kebenaran Tentang Tatsuya



Rui menatap dingin orang yang memanggilnya itu. "Siapa kau? apa kau suruhan Yuichi. Kalau begitu …"


Tanpa berpikir panjang dan banyak lagi Rui mendatangi orang itu dan ingin mencengkram lehernya, tetapi belum sempat Rui mencengkram lehernya orang itu menghindar.


"Hampir saja, jika tidak maka aku akan pergi dari dunia ini." Batinnya.


"Yuichi? siapa? aku tidak mengenalnya. Aku adalah Ogawa Tatsuya, teman Rei and Ren." Jawab Tatsuya.


"Oh' maafkan aku. Untuk apa kau mencari mereka, mereka tidak ada di rumah saat ini."


"Eh' benarkah? ya kalau begitu aku akan mencari Soma saja."


"Terserah apa mau mu."


Rui dan Tatsuya pergi ke arah yang berlawanan.


★★★


Beralih pada Hisao, Sora dan Soma di dalam markas Yakuza.


Semua tampak hening, tak ada seorangpun yang berani berbicara. Pandangan mereka hanya tertuju ke bawah dan tidak ada yang berani melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Waktu kalian sudah habis Hisao dan kalian tidak menemukan apa-apa, sumpah yang kalian ucapkan untuk setia harus dibayar hari ini." Jelas Asahi dingin.


"Kami sudah berjanji maka kami tidak akan mengingkari nya walaupun itu dengan nyawa kami sendiri." Kata Hisao sembari menutup matanya.


"Aku memang tidak bisa di atur dan keras kepala, tetapi aku yakin mereka berdua pasti ada di suatu tempat yang tak bisa digapai oleh orang lain." Ucap Soma.


"Terlalu percaya diri sekali kau."


"Bagaimana kami tidak percaya diri sedangkan saat ini Rei bersama dengan Ren." Timpal Sora.


"Lalu apa hubungannya?"


"Apa kau bodoh Tuan Asahi? kedua putramu lebih licik daripada dirimu, lebih pintar daripada dirimu dan lebih unggul dalam hal apapun daripada dirimu."


"Tubuh boleh kecil tetapi pemikiran tidak. Itu yang membuat kami takut dengan mereka, perkataan yang sederhana tetapi membuat kita semua tidak bisa berbicara apa-apa." (Soma).


"Sudah cukup! aku tidak ingin mendengar apa-apa lagi."


Asahi lalu memanggil tiga orang dari anggotanya untuk memenggal kepala Hisao, Sora dan Soma.


Akan tetapi, ketika mereka sudah melayangkan pedang dan ingin memenggal kepala Hisao, Sora dan Soma tiba-tiba ada sebuah kaleng yang terlempar entah dari mana hingga membuat suasana yang mencekam di situ menjadi buyar.


"Oi oi oi! ingin kau apakan temanku. Apa keluarga Saito sudah bosan menjadi jaya!" teriak Tatsuya.


"Siapa?" tanya Asahi.


"Ha' Tatsuya! sejak kapan." Batin Soma.


Tatsuya berjalan dengan santainya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya, sedangkan anggota Yakuza yang berada di sebelah kiri dan kanannya hanya menatap dirinya dengan ekspresi terkejut.


"Tatsuya untuk apa kau datang kemari?" (Soma).


"Dua hari yang lalu aku ditelpon oleh atasan ku untuk datang kemari, akan tetapi salah satu dari mereka mengatakan kalau aku tidak boleh datang kemari jika tidak dia akan membunuhku." Jelas Tatsuya.


"Tidak kusangka orang yang terlalu gegabah mempunyai rencana yang sehebat ini." Batin Sora tersenyum licik.


"Kau … adik dari Horuo bukan?"


Tatsuya menutup matanya sambil bertepuk tangan. "Selamat kau benar!"


Tetapi senyuman Tatsuya tidak berlangsung lama, ia lalu membuka matanya dan menatap dingin ke arah Asahi. "Aku adalah Ogawa Tatsuya, adik dari Ogawa Horuo orang yang pernah kau bunuh lima belas tahun yang lalu."


"Ha' … kenapa aku baru tau." Batin Soma.


"Tidak kusangka bocah kecil yang waktu itu kini menjadi orang yang sangat mengerikan saat ini. Kejadian itu terjadi sewaktu Tuan masih belum bertemu dengan nyonya Narumi." Batin Hisao.


"Heh' harus kuakui, kakakmu orang yang sangat hebat di anggota mafia karna hanya dialah satu-satunya orang yang bisa melukai tubuhku," ucap Asahi.


"Terserah apa yang kau katakan aku tidak peduli, aku datang kemari ingin menyelamatkan Rei and Ren. Sebelum aku datang ke sini aku memintanya untuk terus menghidupkan lokasi ponselnya dan dia mengikuti perkataanku." Tatsuya memotong tapi yang melingkar di tangan Hisao, Sora dan Soma.


"Jadi kau ingin mengatakan kalau kau sudah mengetahui posisi kedua putraku berada?"


"Tentu, aku sudah menemukannya karna aku tidak selemah dirimu." Tatsuya menatap sinis Asahi.


"Heh' kau memang menguji kesabaranku."


"Kalau begitu bawa kendaraan kalian masing-masing, kita akan berangkat ke tempat yang sudah ditentukan dan tentunya mereka berdua tau apa yang mereka buat sebelum kita datang."


Tatsuya membimbing seluruh anggota Yakuza untuk keluar dari markas, mereka semua mengambil kendaraan masing-masing. Sedangkan Tatsuya memutuskan menaiki mobil bersama Asahi.


Saat mereka ingin berangkat ada sebuah taksi yang menghalangi jalan mereka, dan keluarlah Miho dari dalam taksi tersebut.


Miho meminta taksi itu untuk pergi meninggalkannya, tanpa banyak bicara supir taksi menancap gasnya dan pergi meninggalkan Miho di sana.


"Apa yang kau lakukan Miho! aku menyuruhmu untuk beristirahat di dalam hotel!" tegas Asahi keluar dari dalam mobil.


"Aku tidak mau! aku sudah tidak apa-apa untuk apa kau menyuruhku untuk istirahat!!" teriak Miho.


"Aku ingin kau tidak kenapa-napa, jadi silahkan kau kembali ke hotel."


"Kau bodoh Asahi dalam membujuk seorang wanita, kau sangat bodoh." Timpal Tatsuya.


Tatsuya berjalan ke arah Miho, setelah sampai di hadapan Miho Tatsuya bertekuk lutut lalu memegang salah satu tangan Miho dan mengecupnya.


*Cup♡


"Nona Aoki Miho, seorang artis terkenal dan orang yang selalu kumata-matai ketika diluar negeri. Kau adalah tipe wanita idamanku."


Miho yang mengetahui niat Tatsuya adalah untuk membuat Asahi setuju agar ia ikut mencari Rei and Ren pun, memutuskan untuk bergabung dalam drama kecil Tatsuya.


Miho menutup mulutnya dengan tangan satunya sembari tersipu malu. "B'Benarkah … terimakasih."


Seluruh anggota Yakuza yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa menutup mulut mereka sambil tersipu malu kecuali Asahi.


"Nona Miho karna Tuan Asahi sudah mengatakan kalau anda harus kembali ke hotel, maka saya akan membawa anda kembali ke hotel dan menemani anda di sana."


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sekarang."


Asahi yang telah menahan emosinya dari tadi, langsung menghentikan langkah kaki Tatsuya dan Miho dengan teriakannya. "BERHENTI!!"


"Hehe' … kena kau." Batin Tatsuya dan Miho.


"Jika kau ingin ikut ayo, tetapi aku tidak akan menjagamu termasuk pula denganmu Tatsuya, kau tidak boleh menjaganya." Jelas Asahi.


"Kenapa?" (Tatsuya).


"Dia yang ingin ikut bukan? maka dia harus menjaga dirinya sendiri."


"Kau tidak perlu menjagaku! aku bisa menjaga diriku sendiri!!" (Miho).


"Cepat masuk ke dalam mobil."


Miho bergegas berjalan menuju mobil Asahi dan duduk di bangku belakang mobil, sedangkan Tatsuya duduk di samping kemudi bersama dengan Asahi.


Asahi menjalankan mobilnya paling depan agar para anggota Yakuza lainnya tau di mana markas mafia, karna hanya Tatsuya lah yang tau di mana letak markas mafia berada.


★★★


Beralih ke Rei and Ren yang masih berada di dalam kandang singa.


"Hei bocah! mana kepercayaan dirimu? bukankah kau mengatakan hari ini kau akan diselamatkan. Tapi sedari pagi sampai fajar terbenam tidak kunjung ada orang yang datang kemari," ucap Tatsuya pada Rei and Ren.


"Aku tidak pernah berkata kepada dirimu kapan kami akan diselamatkan, baik itu pagi siang sore malam, tidak pernah kukatakan. Yang jelas hari ini aku akan keluar dari sini." Kekeh Ren.


"Kau terlalu percaya diri Ren, tapi aku akan mendukung rencanamu walaupun maut sudah berada di depan mata kita. Karna saat ini otakku sudah tidak bisa berpikir lagi, maka aku menyerahkan rencana g*la kepadamu." Batin Rei.