
"Apa maksud Kakak?" tanya Sora bingung.
"Kurasa tuan muda sudah mengetahui rencanaku ini hingga dia mengikuti alurnya." Jelas Hisao.
"Aku semakin tidak mengerti!"
"Kau tau apa yang dibicarakan Yuka wanita g*la itu kepada tuan Asahi sewaktu di ruang tamu?"
"Tidak, aku hanya melihat mereka berada di ruang tamu. Lagipula untuk apa aku harus tau."
"Wanita itu merencanakan hal buruk dan dia berniat mengusir ku secara paksa dari rumah ini, makanya dari itu aku menggunakan rencana yang menyakiti diriku sendiri."
"Jadi sebab itu Kakak tidak mengizinkan aku untuk tidak melakukan sesuatu."
"Ya … aku memaksa wanita itu merubah rencananya secara menyeluruh, dan kau tau Sora tuan Asahi, Yuka dan juga pemimpin anggota mafia akan mendapatkan berita besar hari ini."
"Tentang paket yang baru saja kita kirimkan tadi, hanya tinggal menunggu waktu saja."
★★★
Beralih ke Asahi yang sedang duduk di ruang tamu sambil merenungi kesalahan yang ia buat, tiba-tiba Yuka mendatanginya.
"E' Asahi …" Sapa Yuka ragu.
"Pergilah Yuka, aku sedang tidak ingin di ganggu." Kata Yuka.
"Tapi Hisao dia …"
"Aku tidak tau harus berpihak pada siapa! di satu sisi aku membela dirimu tapi sisi lain aku di jauhi oleh kedua putraku. Ingatlah Yuka, aku menikahimu karna ingin bertanggung jawab dan jika lebih dari itu hanya sebuah drama."
"E' Ya aku tau, kalau begitu aku akan kembali ke kamarku."
Yuka pergi ke kamarnya sembari menahan rasa kesal di hatinya saat mendengar perkataan dari Asahi.
Ketika Yuka pergi Asahi lalu menyalakan TV dan melihat siaran berita, betapa terkejutnya Asahi saat melihat berita di penuhi oleh wajah Miho dan kedua putranya.
...Artis terkenal Aoki Miho ternyata menjadi ibu sambung dari si kembar Saito Rei dan Saito Ren, Menjadi istri kedua dari Saito Asahi....
"Hah!! dari mana mereka mendapatkan foto-foto ini, baju dan jadwal penerbitan berita ini … bukankah itu adalah hari ini. Aku harus bertanya pada Miho." Batin Asahi terkejut.
★★★
Beralih pada Yuka yang berada di dalam kamarnya.
Kamar Yuka sangat berantakan dsn terlihatlah Yuka yang berada di balik pintu sambil menggigiti kuku tangannya.
"Bagaimana ini … bagaimana ini? apa yang harus ku lakukan? aku … aku harus menghubungi dia." Batin Yuka.
Yuka mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang ia sebut dengan dia.
Drrtt … drrtt … drrtt …
Tak butuh waktu lama sambungan telpon itu langsung di angkat.
📲"Yo Yuka ku yang cantik! untuk apa kau menelpon ku? apakah ada keperluan mendesak?"
📲"Aku merubah rencanaku, aku mau mengambil kelemahan dari Asahi hingga membuatnya tidak bisa pisah dari diriku."
📲"Haha' kenapa? bukankah Hisao sudah mati. Paket kepalanya saja sudah sampai disini."
📲"Apa yang kau katakan! dia masih hidup dan dia berada di rumah ini!"
📲"Apa!! jadi ini …"
Pria itu menyuruh beberapa dari anak buahnya untuk membuka isi dari paket yang ada di hadapannya itu.
Pria misterius mengambil surat itu dan mulai membacanya. Isi surat tersebut:
...Kau sangat menginginkan kepala ku bukan? maka aku memberikanmu kepala sebelah kiri ku yaitu kepala Kenzo. Jika kau menginginkan kepalaku yang sebelah kanan juga maka suruhlah Yuichi datang untuk memenggal kepalaku....
...Sama seperti yang dilakukan oleh Kenzo....
"Keparat! Hisao sepertinya kau sangat ingin bermain denganku. Disaat tuan bodohmu itu sudah tertipu dengan rencanaku, tetapi kau malah menggunakan kepintaranmu untuk melawan ku. Baiklah kalau begitu, maka jangan salahkan aku."
📲"Apa kau setuju untuk merubah rencananya?" tanya Yuka.
📲"Tentu, tapi sebelum itu kau harus mencari tau kelemahan yang paling lemah dari Asahi. Setelah kau mengetahuinya, maka aku akan langsung menyiapkan rencananya."
Pria itu langsung mematikan sambungan telponnya dengan Yuka, dan salah satu dari anak buah Pria itu bertanya padanya.
"Bos, kak Kenzo sudah mati lalu bagaimana?" tanya anak buahnya.
"Kenzo dan Hisao memiliki perbandingan antara 50 vs 100 tidak bisa di bandingkan, tetapi jika Yuichi dan Hisao kemungkinan bisa di atasi."
"Jadi apakah Bos berniat untuk meminta kak Yuichi menyerang Hisao?"
"Tidak, aku sendiri yang akan membuat Hisao datang ke wilayah Yuichi area bagian barat."
★★★
Beralih ke Asahi yang mendatangi Miho di kamar Rei and Ren, Asahi mengetuk pintu kamar Rei and Ren.
Tok … tok … tok …
"Miho buka pintunya! aku ingin berbicara denganmu!" teriak Asahi dari luar kamar.
Miho berjalan mendekati pintu dan membukakan pintu untuk Asahi dengan raut wajah yang kesal. "Bisakah kau diam! Rei and Ren sedang tidur."
Asahi terdiam dan mengintip sedikit ke dalam kamar Rei and Ren untuk memastikan, dan benar saja ia melihat Rei and Ren sedang tertidur pulang di tempat tidur mereka masing-masing.
"Aku ingin berbicara denganmu, ayo ikut aku pergi ke halaman belakang." Bisik Asahi lalu memegang tangan Asahi dan membawanya ke halaman belakang.
Karna Asahi yang menarik tangan Miho terjadilah kontak di situ, jantung Miho seketika berdegup lebih cepat dari biasanya dan karna hal itu pula ia lupa mengunci kamar Rei and Ren.
Setelah sampai di halaman belakang Asahi langsung melepaskan tangan Miho, Miho yang jantungnya masih berdegup kencang karna Asahi langsung menepis semua kejadian itu dan memasang raut wajah masam.
"Untuk apa kau menarik ku kemari! dan apa yang ingin kau katakan, katakan saja pada intinya." Tegas Miho.
"Berita hari ini terdapat wajahmu dan wajah Rei and Ren, juga berita mengklarifikasi kalau kau adalah ibu sambung dari Rei and Ren dan istri kedua ku," ucap Asahi.
"Eh' ternyata penglihatan berita cukup tajam ya, biarkan saja dunia tau."
"Aku tak masalah jika Rei and Ren menganggapmu sebagai ibu, yang ku permasalahkan adalah istri. Kau sama sekali bukan istriku!"
"Eh' jangan begitu Asahi, bukankah bagus jika seandainya dunia tau kalau aku adalah istri keduamu haha' … lagipula aku sudah mengingatkanmu bukan, jangan sampai kau menyesal dengan keputusanmu sendiri."
"Miho!!"
"Iyaa. Kalau begitu aku akan kembali ke kamar Rei and Ren tapi sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Langsung ke intinya saja!"
"Baiklah, ini tergantung dirimu saja mau kau percaya ataupun tidak percaya. Kakak ku pernah menitipkan pesan terakhirnya padaku dan yang mengetahui pesan terakhirnya hanya aku dan juga anakmu."
Seusai mengatakan hal itu Miho lalu pergi meninggalkan Asahi di halaman belakang dengan pikiran yang di penuhi oleh beribu pertanyaan.
"Apa! Narumi apa yang kau rencanakan sebelum kau pergi meninggalkanku … kenapa hanya adikmu dan anak-anak kita saja yang tau tentang pesan terakhir mu. Apa yang ingin kau tunjukkan padaku Narumi."