THE ORIGINAL

THE ORIGINAL
HADES



Tahun 1713


Di suatu belahan dunia, terdapat hutan rimbun di suatu negara bagian Belgia. Hutan lebat yang dipenuhi kegelapan, meskipun matahari menyinari bagian atas kawasan hutan namun tetap saja, cahayanya tidak akan mampu menembus bagian dalam hutan.


Tepat dibagian tengah hutan rimbun itu terdapat suatu sumur tua, sumur yang entah darimana asalnya dan siapa yang membuatnya. Disana sering terjadi sebuah ritual-ritual sihir kuno yang dilakukan oleh para penyihir.


Dari arah berlawanan datanglah tiga orang, tiga orang dengan jenis makhluk yang berbeda, tiga orang dengan darah yang berbeda, mereka mengenakan jubah penutup diri sehingga tidak ada siapapun yang mampu mengenali mereka. Terdengar suatu percakapan asing diantara ketiganya.


Tak butuh waktu lama, ketiga manusia itu merobek telapak tangan masing-masing dan meneteskan masing-masing darah mereka pada sebuah sumur. Ajaib!! Sumur itu mengeluarkan api yang membumbung tinggi hingga keluar ke permukaan sumur, tepat di dekat kaki mereka bertiga muncul lah sebuah simbol pemuja setan, simbol itu terbuat dari api yang ditimbulkan oleh darah mereka sendiri.


Hades~


Hades~


Hades~


-Tahun 2000-


"Oek...."


"Oek...."


Itu puteraku~


Lahirlah sesosok manusia mungil nan tampan, Hades memandang reinkarnasi puteranya yang terlahir sebagai manusia, raut wajah bahagia terlihat dengan jelas di wajah Dewa itu. Meskipun para manusia yang ada disana tidak bisa melihat kehadiran Dewa itu, ia tidak peduli, ia tetap tersenyum bahagia dengan kelahiran putera nya.


Putra Hades yang bereinkarnasi rupanya menemukan jodohnya dalam diri seorang Dewi, Dewi duyung, namun nahas cinta mereka kandas dengan berbagai insiden yang mengerikan. Beruntung, dia akan terlahir kembali. Dan kali ini, putera Hades itu akan terlahir menjadi makhluk supranatural.


Tahun ini...


Hades mengadakan pesta penyambutan untuk kelahiran putera nya, Dewa itu sangat bahagia karena di tahun ini puteranya akan terlahir sebagai makhluk supernatural. Namun, satu hal yang dibenci oleh Hades, dia membenci keadaan bahwa puteranya akan berjodoh kembali dengan si Dewi yang ikut bereinkarnasi.


Hal ini bertentangan dengan peraturan para Dewa, seharusnya para Dewa tidak boleh melakukan reinkarnasi dikarenakan mereka sudah terlahir menjadi makhluk abadi. Itu merupakan hal yang sangat ditentang oleh para Dewa.


Dewi dari masa lalu itu bereinkarnasi menjadi makhluk supernatural dengan status rendah yang membuat derajatnya turun, turun dari seorang Dewi. Dari dulu, jika seorang Dewa berhasil melakukan reinkarnasi maka suatu saat tubuh itu harus di korbankan.


Sesuai peraturan yang ada, Hades menginginkan tubuh Winter yang berstatus reinkarnasi seorang Dewi. Hades yang merupakan Dewa penguasa dunia bawah mengajukan syarat, jika tidak ingin Phoenix mendapat masalah maka berilah kunci untuk menutup dunia bawah! Kunci itu tak lain dan tak bukan adalah Winter, seorang Dewi yang berhasil bereinkarnasi.


Di awal cerita, tiga darah untuk membangkitkan Hades adalah sedikit darah Penyihir gelap, sedikit darah Vampir dan sedikit darah Werewolf. Hingga kini, masih belum dijelaskan, bagaimana cara memenuhi keinginan Dewa tersebut tanpa harus mengorbankan cinta puteranya.


•••


Kedua mata Arthur terbuka, sudah berapa lama ia tertidur? Tidak ada yang tahu, Arthur nampak gelisah ketika bangun dari tidurnya. Belum juga ada seseorang yang menyelamatkan dirinya, pria Phoenix itu mondar-mandir di dalam ruangan sempit disana.


Arthur memikirkan sebuah mimpi yang baru saja ia alami, mimpi itu terasa begitu nyata di pikiran Arthur. Kedua telapak tangannya berkeringat ketika mengingat kembali siapa dirinya, bisa-bisanya ingatan itu terkunci cukup lama. Arthur memang ingat saat di masa lalu dia adalah pria bernama Densha, namun ia baru mengingat bahwa sebelum terlahir sebagai manusia, dia juga seorang putera Dewa. Dewa penguasa kerajaan bawah tentunya.


Selalu seperti ini, selalu saja Arthur yang menyusahkan Winter. Tidak di masa lalu, dan di masa sekarang, tidak bisakah mereka berjodoh dengan bahagia dan hidup sejahtera? Arthur mengusap wajahnya dengan kasar, pria tampan itu marah! Ia memukul dinding tembok dengan cukup keras sehingga terbentuk retakan besar di tempat itu.


"Oh... Astaga!" Pekik Arthur, pandangannya beralih menatap tangannya yang terkepal, tak ada luka disana. Ini berarti, Arthur masih menjadi Phoenix meski sudah tertusuk panah emas milik Cupid. "Ini tidak bagus, aku harus memperingati Winter dan yang lain. Tapi bagaimana caranya?"


BRAKK!!!


Pintu kamar Arthur pecah terhempas oleh suatu sihir, dari balik pintu itu muncul sosok Peach dan Winter, tanpa basa-basi lagi, Winter berlari ke arah Arthur dan memeluk pria itu dengan cukup erat.


"Arthur...."


"Wi-winter!" Pekik Arthur terkejut. "Kenapa kau ada disini? Kau tidak boleh berada di tempat ini?"


"Apa?!" Sentak Winter keras. "Aku datang kesini untuk menolong mu, kenapa kau bicara seperti itu?"


"Tidak, tidak, tidak, ini tidak benar!" Arthur menggenggam jemari Winter. "Kau benar-benar tidak boleh berada disini, ini jebakan Winter"


"Aku bahkan rela pergi ke neraka untuk mencarimu" ucap Winter sedih.


"Kau tidak tahu masalahnya Winter!!" Maki Arthur keras, pria itu menatap marah pada Winter yang memang tidak tahu apapun.


"Bagaimana aku bisa mengerti? Jika kau tak menjelaskan apapun padaku!" Ucap Winter tak kalah kesalnya. "Kau ini sebenarnya kenapa?"


"Winter, ini jebakan yang dibuat oleh Ayahku!!"


Kedua mata Winter terbuka lebar, dia beralih memandang Peach yang hanya dibalas dengan gelengan kepala. "A-ayahmu itu... Jangan bilang...."


"Kau sudah tahu?"


Winter menutup bibir nya tak percaya, ia memundurkan kakinya beberapa langkah menjauhi Arthur. "Kau benar-benar putera Dewa Hades?"


"Benar, aku sudah mengingat semuanya saat aku terkurung di tempat ini, aku ingat dengan jelas bagaimana masa laluku" terang Arthur bersungguh-sungguh. "Ayahku menginginkan mu Winter, kita harus segera pergi dari sini"


"Tapi, Ayahmu bilang dia hanya ingin gelang ini..." Winter menunjuk gelang Tribrid yang ia kenakan. "Ada suara di kepalaku yang mengenalkan dirinya sebagai Hades"


"Ayah bicara padamu?"


Jika dipikir-pikir memang benar, dari awal aku bertemu dengan Winter selalu saja ada masalah yang menimpa kami berdua. Bukankah ini sudah pertanda bahwa para Dewa tak merestui hubungan kami? - Arthur.


BERSAMBUNG!!!


Halo, maaf ya jadi telat terus Up nya. Ini dikarenakan keluarga saya sedang sakit, saya sebagai satu-satunya orang yang tidak tertular berkewajiban untuk merawat mereka semua. Mohon dimaklumi ya?! Jangan lupa untuk dukung Author terus!! ☺️🙏