THE ORIGINAL

THE ORIGINAL
SIAPA WINTER SEBENARNYA?



"Kalian sudah siap?"


Pink memandang Winter dan Justin bergantian, sedangkan Peach terlihat kurang setuju dengan bergabungnya Justin ke ritual mereka, gadis penyihir itu terlalu mengkhawatirkan Justin, tapi mau melarang juga percuma. Karena Peach dan Justin belum menjalin hubungan apapun.


"Kau yakin bahwa di tempat itu tidak ada yang bisa melihat kami?" Tanya Justin yang sedikit ragu, ia tahu betul bagaimana mengerikannya tempat itu.


"Ya, tentu saja! Kalian akan aman" Pink mengangguk. "Setelah menemukan Arthur, pastikan memberitahu kami dimana titik akuratnya, nanti disini aku dan Peach akan mencoba menarik roh Arthur dan mengembalikannya ke tubuh aslinya"


"Bagaimana dengan sentuhan?" Tanya Winter penasaran. "Apakah makhluk yang berada di tempat itu tidak akan bisa menyentuh kami?"


"Tidak, aku sudah pastikan bahwa kalian akan benar-benar aman" ujar Pink sekali lagi, kali ini ia memberi penekanan di akhir kalimatnya.


Ritual tersebut dilakukan dengan pengawasan Landon dan Odd, kedua pria itu mengambil jarak yang cukup aman. Mereka berdua berdiri di luar garis lingkaran untuk memastikan ritual tersebut berjalan lancar.


Odd mulai menyalakan lilin-lilin di ruangan itu. Justin, Winter dan Si kembar mulai melukai telapak tangan mereka masing-masing, ke empat nya meneteskan darah masing-masing ke dalam sebuah mangkuk berisikan lumpur berwarna hitam.


Asap hijau membumbung tinggi ketika ketiga darah makhluk berbeda jenis bersatu, Landon memperhatikan asap yang keluar, entah mengapa ia merasakan adanya sihir ganda di dalam kepulan asap tersebut. Tapi ia tidak bisa memastikan sihir siapa itu.


Tentu saja, Landon yakin betul bahwa itu bukan sihir dari Pink maupun Peach, apa mungkin itu Justin? Tapi Justin kan seorang Vampir, sedangkan Winter adalah gadis Werewolf, memang sih?! Landon belum pernah menyelidiki kemampuan Winter sama sekali.


Pink dan Peach mulai merapalkan mantra, Justin menggenggam erat jemari Winter, sepertinya Vampir itu menyiapkan begitu banyak keberanian untuk menemani Winter mencari Arthur. Sedangkan Winter masih terlihat santai saja, karena ia belum pernah datang ke tempat itu.


"Pejamkan mata kalian berdua" pinta Peach datar.


Winter dan Justin memejamkan kedua matanya, rasa kantuk dan pusing menyerang, Winter merasakan kedua telapak tangannya terasa panas. Bukan! Bukan hanya telapak tangan, tapi tubuhnya, entah kenapa? Dia merasakan rasa panas dan gersang di tempat itu.


Kedua mata Winter dan Justin terbuka, hal pertama yang dilakukan Justin adalah bernafas, Vampir itu bergidik ngeri ketika ia sudah sampai ke dunia astral. Winter terlihat biasa saja, gadis itu menatap sekitar, benar-benar gersang dan panas.


"Kenapa disini panas sekali?"


Justin menatap Winter heran. "Panas?"


"Iya, kulitku seperti terbakar"


"Ini aneh, aku tidak merasakan apapun" ucap Justin santai. "Bukankah si kembar bilang bahwa kita tidak akan terlihat dan tidak akan bisa disentuh"


"Tapi kenapa udara disini bisa menyentuh kulitku?" Gumam Winter lirih.


Kedua makhluk berbeda jenis itu segera berjalan menyusuri tempat aneh tersebut, banyak puing-puing bangunan tua yang telah runtuh. Banyak sekali monster-monster yang berkeliaran, tapi seperti kata Pink mungkin mereka benar tidak bisa melihat kehadiran Winter dan Justin di tempat itu.


Suara kepakan sayap terdengar dikedua telinga Justin, Vampir itu segera menarik pergelangan tangan Winter dan mengajak gadis cantik itu bersembunyi. Justin mengintip dari sela-sela bangunan yang runtuh, makhluk itu berhenti tepat di tempat Justin dan Winter berdiri beberapa waktu yang lalu.


"Apa itu?" Bisik Winter.


"Itu Dewa, dia membawa sebuah busur dan anak panah"


Kedua mata Winter terbelalak lebar. "Apa itu Cupid?"


"Bukan" Justin menggeleng pelan. "Aku pernah melihat Cupid, dan aku yakin itu bukan Cupid"


"Lalu kenapa kita bersembunyi? Bukankah Pink dan Peach bilang makhluk yang ada disini tidak bisa melihat kita?"


Benar! Itu bukan Cupid, itu adalah Eros saudara dari Cupid, makhluk di tempat itu memang tidak bisa menyadari atau bahkan menyentuh Winter dan Justin. Namun, tidak semua makhluk, ada beberapa yang bisa menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi kehadiran orang asing di tempat itu.


Hidung pria bertubuh besar dan memiliki sepasang sayap di punggungnya itu terlihat sedang mengendus-endus sesuatu, wajahnya terlihat tampan tapi juga terlihat garang. Winter dan Justin menahan nafas setelah menyadari ada yang tidak beres dari tempat itu.


"WTF! Para monster memang tidak bisa melihat kita, tapi para Dewa bisa merasakan kehadiran kita di tempat ini" pekik Justin ketakutan. "Bagaimana ini Winter?"


"Apanya yang bagaimana? Aku tidak akan pergi sebelum menemukan Arthur"


"Dimana?" Justin menatap heran pada gadis di sampingnya. "Dimana kita bisa menemukan Arthur?"


"Aku tidak tahu" jawab Winter pelan.


KRAKKK!!!


KRAKKK!!!


KRAKKK!!!


"Hei, ada asrama sekolah di tempat seperti ini?" Winter terkejut mendapati gedung itu di dimensi yang berbeda.


"Ini tempat profesor mengirim murid-murid nakal untuk diberi hukuman" jelas Justin. "Apa kita akan masuk?"


"Eh, memangya bisa?" Tanya Winter, tanpa sadar kedua mata Winter terlihat bercahaya dan warna matanya berubah menjadi coklat keemasan. "Aku melihat tempat ini di lindungi oleh sihir"


"Hah?!" Justin terkejut dengan informasi yang diberikan oleh Winter. "Kau bisa melihatnya? Aku bahkan tidak bisa melihatnya?"


"Eh!! Gelombang ungu yang terbentang disini kau tidak bisa melihatnya?" Winter tak kalah terkejutnya dengan jawaban Justin.


Kedua makhluk supranatural itu lantas menyentuh pagar yang terkunci, aneh tapi nyata! Justin dan Winter terpental dari gerbang itu, rasa panas menjalari kedua telapak tangan Winter, sementara Justin tidak merasakan apapun di kedua telapak tangannya.


"Hei, lihat! Tanganmu terluka" Justin meraih kedua tangan Winter dan melihatnya. "Ini benar-benar aneh, kita harus keluar dari tempat ini"


"Tapi, bagaimanapun dengan Arthur?"


"Kau lihat!" Justin memperlihatkan kedua telapak tangannya. "Aku tidak terluka sama sekali, aku hanya terpental oleh gelombang sihirnya tapi itu tidak menyakitiku"


•••


Di dunia nyata, Peach dan Pink terkejut melihat kedua telapak tangan Winter yang melepuh, kedua gadis itu menatap sang Ayah dari kejauhan. Landon mulai terlihat khawatir dengan apa yang terjadi, pria itu memerintahkan kedua putrinya untuk menarik kembali Justin dan Winter.


"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, kenapa Winter bisa terluka begitu?" Oceh Pink kebingungan.


"Dariapada itu, kita harus segera mengeluarkan mereka berdua" Peach mulai meraih jemari Pink dan keduanya mulai membacakan sebuah mantra.


Pada dimensi yang berbeda, Justin dan Winter merasakan ada angin yang berhembus kencang. Keduanya mendengar suara Pink dan Peach yang memanggil nama mereka berdua, Justin segera meraih pergelangan tangan Winter, bersiap untuk lonjakan sihir yang akan membawa mereka kembali.


"Hah...." Ucap Justin lega, Vampir itu membuka kedua matanya, ia melihat Pink dan Peach yang menatap khawatir ke arahnya. "Kita sudah kembali Winter"


"APANYA!!!" Maki Pink kesal. "Dimana Winter?"


"Apa?!" Justin menoleh ke samping, ia terkejut melihat Winter yang masih memejamkan kedua matanya, gadis itu tidak berhasil dibawa kembali oleh Pink dan Peach.


"A-aku sudah menggandeng tangannya saat mendengar suara kalian berdua, sungguh!" Jelas Justin sejujur-jujurnya. "Astaga! Kemana gadis itu?"


"Ini hanya perkiraan ku" sahut Landon yang tiba-tiba ikut berbicara. "Sepertinya, Arthur hanyalah umpan, dunia itu menginginkan kedatangan Winter"


"Apa?!" Ucap Pink, Justin, Peach dan Odd bersamaan.


"Tapi kenapa?" Tanya Peach heran. "Dan, bagaimana kita menyelamatkan gadis itu?"


"Ini hanya perkiraan ayah saja" Landon mengusap dagunya dengan kasar. "Apa kalian ingat apa yang disukai oleh para Dewa?"


"Hmm?" Pink mengangkat sebelah alisnya. "Darah Tribrid?"


"Benar! Sepertinya Winter adalah kunci dunia astra itu" ujar Landon tegas. "Maaf, aku hanya memperkirakan nya saja! Kemungkinan besar, Winter adalah Tribrid kedua yang telah berhasil dilahirkan"


"HAH?!" Ke empat anak murid Landon berteriak kencang, mereka hampir tidak percaya dengan pernyataan Landon.


"Saat kalian membuka dunia itu, aku merasakan adanya satu kekuatan sihir yang tidak aku kenali dan aku yakin itu bukan dari kalian berdua, maupun Justin karena dia adalah Vampir"


"Winter penyihir??" Tanya Pink tak percaya.


BERSAMBUNG!!!


Halo, terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk klik Like, Favorit, Vote dan komentar! Jangan lupa juga untuk follow profil Author ya?! Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya! ☺️♥️🙏