THE ORIGINAL

THE ORIGINAL
MEMINTA BANTUAN



Langkah seorang gadis yang memasuki apartemen terdengar begitu lemah, penampilannya terlihat begitu lusuh dengan kedua kaki yang kotor berlumuran tanah. Setelah menutup pintu apartemennya, Winter jatuh terduduk dibalik pintu tersebut. Gadis cantik itu memeluk kedua kakinya sendiri dan menenggelamkan wajahnya disana, ia menangis sekencang mungkin untuk melegakan rasa sakit dari dalam hatinya saat ini.


Disaat yang sama, cahaya bulan terpantul menembus kaca jendela milik Winter. Cahaya tersebut menyinari gelang yang ia kenakan, gelang yang dibilang Peach terbuat dari darah Tribrid tersebut bersinar cukup terang di tengah gelapnya apartemen Winter.


"Eh??"


Winter terkejut dan menghapus air matanya, ia menatap gelang di tangan kirinya dan segera berjalan mendekati jendela. Gadis cantik itu mengangkat tangan kirinya dan mengarahkan gelang itu pada cahaya bulan, ini sangat aneh. Tanpa sebab gelang yang ia kenakan mengeluarkan cahaya terang.


"A--ada apa ini?"


...Tuk!...


...Tuk!...


Dari bawah seorang pria melempar sebuah batu kecil tepat ke kaca jendela Winter. Dia yang penasaran, lantas membuka jendela tersebut dan mendapati Landon sudah berdiri di bawah sana sambil melambaikan tangannya. Merasa ada yang tidak beres, Winter segera berlari turun untuk menemui Landon.


"Anda??" Ucap Winter sesampainya ia di depan Landon. "Kenapa Profesor kemari?"


"Wah, lihat ini! Cara bicaramu jadi lebih sopan ya?? Kau persis dengan temanku"


"Bukankah Winter memang reinkarnasinya"


Landon terkekeh, pria itu meminta Winter untuk segera mengikuti dirinya. Landon sang penyihir membawa Winter ke sebuah tempat, lebih tepatnya dia membawa Winter ke kedai minuman dan membelikan Winter segelas coklat panas.


Melihat Winter yang kebingungan menerima minuman darinya, Landon hanya tersenyum kecil. "Minumlah, aku tidak akan meracunimu"


"Terima kasih..." Jawab Winter lirih lalu meneguk minuman ditangannya.


"Anu, kenapa profesor kemari?"


Landon menatap area sekitar sejenak lalu mendekatkan wajahnya pada gadis di depannya. "Ini soal gelangmu, aku merasakan gelang itu mengeluarkan sihirnya"


Kedua mata Winter langsung menatap gelang ditangan kirinya. "Tadi... Gelang ini memang bersinar"


"Apa?? Benarkah?!"


"Umm..." Winter mengangguk pelan.


"Aku rasa ada yang tidak beres, tapi aku tidak tahu apa yang sedang tidak beres itu"


"A-apa maksudnya? Sebenarnya siapa pemilik gelang ini?"


Landon terdiam, dia menyentuh dagunya sendiri dan tidak tahu harus darimana ia bercerita mengenai gelang yang dikenakan oleh Winter.


"Begini, aku tidak tahu bagaimana caranya kau mendapatkan gelang itu! Tapi gelang yang kau pakai itu...."


"Terbuat dari darah Tribrid?" Ceplos Winter yang memang sudah mengetahuinya dari Peach. "Putri anda pernah mengatakannya waktu itu"


"Oh, kau sudah tahu?" Landon menatap serius. "Ya itu memang gelang yang unik, dan Tribrid itu adalah putrimu sebelum kau bereinkarnasi, tapi tak seharusnya kita sangkut-paut kan masa lalu dengan masa kini, karena semuanya jelas berbeda"


"Uh, oke-baik"


"Sebenarnya, aku ingin meminta bantuanmu" ucap Landon dengan raut wajah penuh khawatir.


Mendadak jantung Winter berdetak dengan kencang, dia menyentuh gelangnya sendiri. Seolah tahu apa yang akan dikatakan oleh Landon, pasti ada hubungannya dengan gelang yang ia miliki.


"Bantuan apa?"


"Bisakah kau pergi ke kota Mermaid Fall's?" Pinta Landon sambil terus menatap gelang milik Winter.


"Kota apa??" Winter mendekatkan telinganya pada Penyihir di depannya.


"Kota Mermaid Fall's, tolong pergi ke pantai di kota itu dan bicaralah pada seorang Dewa"


Winter mendelik, dia lantas memundurkan tubuhnya dari posisi sebelumnya. "Apa anda ingin Winter tiada?"


"Tidak! Bukan itu, kota itu dulu terkenal akan legenda duyungnya" jelas Landon pelan. "Sebenarnya Fuu berasal dari laut di kota itu, aku tidak bisa kesana karena aku harus melindungi Arthur di tempat ini"


"Melindungi Arthur? Apa yang sedang terjadi?"


"Ceritanya sangat panjang, aku akan memberitahumu jika kau bersedia untuk pergi kesana"


Winter menyeringai sebal. "Apa anda mengancam?"


"Tidak!" Landon menggeleng. "Satu-satunya Dewa yang aku kenal tinggal di dalam lautan sana, sebenarnya dia adalah Dewa penguasa lautan, tapi kita tidak bisa menemukannya di tempat ini. Berhubung kau mengenakan gelang yang ada hubungannya dengan darah Dewa, kemungkinan besar bahwa dia akan datang menemuimu jauh lebih besar ketimbang aku yang kesana"


"Tolong jawab dulu, apa yang terjadi pada Arthur?"


Winter termenung mendengar cerita mengenai diri Arthur, keduanya memiliki latar belakang yang sama. Sama-sama tidak mengetahui asal-usul mereka, dan sama-sama reinkarnasi dari seseorang di masa lalu.


"Kau tidak akan sendirian" ujar Landon, Penyihir itu lantas berjalan pergi dan diikuti oleh Winter. "Aku memiliki seorang murid yang berasal dari kota itu, kau bisa pergi bersamanya"


"Jadi Profesor akan mengirimku liburan ke kota putri duyung?'


Landon menyentil dahi Winter dengan gemas. "Bukan liburan, tolong tanyakan pada Dewa itu apa sesungguhnya kelemahan Phoenix"


"Begitu ya?" Winter terdiam sejenak lalu tertawa kecil. "Oke, baik!"


•••••


Odd sang Peri merapikan beberapa pakaiannya dan mengepak semuanya ke dalam tas backpack miliknya. Pria itu juga membawa sebuah buku tentang duyung di dalam tasnya, belum selesai ia bersiap, suara ketukan pintu diluar kamarnya terdengar berkali-kali seolah tak sabar untuk menemui dirinya.


Tok!


Tok!


Tok!


"Iya, tunggu sebentar!" Teriak Odd dari dalam kamar.


CEKLEK!!


(Suara pintu terbuka)


"Justin??" Odd mengangkat sebelah alisnya ketika Vampir yang populer di asrama itu berdiri tepat di depan pintu kamarnya sambil menenteng sebuah tas punggung.


"Hai, Odd... Apa kau sudah siap?"


"Apa profesor juga memintamu untuk pergi?" Tanya balik Odd yang kebingungan.


Justin tersenyum kecil. "Tentu saja, profesor meminta bantuanku untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan Phoenix itu"


"Lagi pula aku sudah lama tidak liburan ke luar kota" imbuh Justin senang.


"Hei, ini bukan liburan! Kita akan membantu profesor menyelesaikan kerumitan di dalam pikirannya"


"Ya, ya, ya! Terserah kau saja!" Jawab Justin sewot sembari mengibas-ngibaskan tangan kirinya.


Kedua pria yang nyatanya berbeda jenis makhluk supernatural tersebut telah tiba di dalam kantor Profesor Shagasemi. Di dalam sana, Odd menatap profesor yang duduk diam tak mengatakan apapun lalu beralih memandang Justin yang duduk di sampingnya.


Odd menyenggol lengan Justin pelan. "Sstt! Apa yang sedang kita tunggu?"


Justin menggelengkan kepala lalu beralih memandang Landon yang masih terdiam. "Aku tidak tahu"


Beberapa menit kemudian, pintu kantor Landon terbuka. Datanglah Peach dan seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya yang terurai, siapa lagi kalau bukan Winter.


Justin terperanjak kaget begitu melihat Winter, tanpa sadar kedua pipinya bersemu merah. Vampir itu terpesona akan kecantikan Winter saat tiba di kantor Landon, namun tiba-tiba Justin menampar pipinya sendiri ketika suatu kejadian memalukan yang pernah ia alami bersama dengan Winter terlintas begitu saja di kepalanya.


Sadarlah! Dia pernah mendorongmu ke dalam danau!! - Justin.


"S--siapa dia?" Odd melirik kepada Justin yang sepertinya tahu, siapa gadis yang sedang bersama dengan Peach.


"Dia Winter!" Sahut Landon lalu tersenyum. "Dia akan ikut bersama dengan kalian"


"HAH???!!!" Teriak Odd dan Justin secara bersamaan.


Winter yang mendengar para pria yang akan pergi bersamanya terkejut seperti itu, jadi tak enak hati sendiri dan menundukkan kepalanya. Gadis itu mencengkram erat tas yang letakkan di punggungnya.


"Aku akan ikut juga!" Ujar Peach lalu tertawa riang. "Boleh kan??"


"Tidak!" Landon berkata dengan tegas, ucapan Landon membuat Peach kembali murung dan diam membisu.


Winter merasa kasihan dengan Peach, gadis itu lantas memohon kepada Landon agar membiarkan Peach bersama dengan dirinya untuk beberapa hari. Meski sudah memohon dan memelas, Landon tetap bersikukuh tidak mengijinkan Peach pergi. Entah apa alasan dibenak Penyihir dewasa itu! Sepertinya hal ini berhubungan dengan sihir gelap yang terdapat pada diri Peach.


"Baiklah, kemarilah Winter! Aku akan sedikit memberikan penjelasan"


"Uh, Oke-baik!"


...BERSAMBUNG!!!...


Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk klik tombol Like, tinggalkan komentar, Vote yang mendukung agar Author terus semangat! 😘😉