
...CKITTT!!!...
Bus berhenti disebuah halte, menurunkan tiga orang remaja, mereka bukanlah remaja biasa. Mereka semua berasal dari sekolah Supernatural yang tidak diketahui oleh banyak orang. Mengingat sekolah mereka juga terkadang mengadakan pertandingan antar sekolah dan juga pertukaran pelajar. Tentu saja, selama diluar sekolah seluruh murid harus mematuhi peraturan yang telah dibuat. Yakni, menyamar dan berkamuflase sebagai manusia normal.
"Duh! Berat sekali tas ini"
Melihat Odd yang kesusahan membawa beberapa tas jinjing dengan kedua tangannya, Winter menghampiri Odd dan langsung merampas salah satu tas.
"Kau Odd si peri itu kan?" Tanya Winter lalu tersenyum. "Biar Winter bantu bawakan"
"Dan kau adalah Winter si gadis serigala, tidak heran kalau tenagamu jauh lebih besar ketimbang aku"
Justin melihat kedua temannya masih berada jauh di belakangnya. Vampir tampan itu berdecak kesal dan membanting tas ranselnya ke atas jalanan.
"Hei, apa kalian ini lumpuh?" Ledek Justin kesal. "Kalau kita tidak cepat, hari akan semakin malam"
"Memangnya kenapa kalau malam?" Winter yang tidak tahu apapun segera disenggol oleh Odd. Pria berstatus peri itu mengedip-ngedipkan matanya memandang ke arah Winter.
"Justin adalah Vampir, naluri memburunya akan semakin besar di malam hari. Disini tidak ada si kembar yang bisa menolong Justin jika terjadi sesuatu"
"Maksud Odd, Justin belum bisa mengendalikan nafsunya terhadap darah manusia begitu?" Gadis cantik itu menatap Justin dari jauh. "Ini seperti bahwa Justin sedang kecanduan"
Odd menggaruk kepalanya dan memulai untuk berjalan agar Justin tidak terlalu marah. "Ini rumit untuk di jelaskan, sebaiknya kita mencari tempat penginapan terlebih dahulu"
Mereka bertiga berjalan cukup jauh dari tempat pemberhentian, Justin membaca sebuah alamat yang ditulis oleh profesor Shagasemi. Dia mencari sebuah penginapan yang pemiliknya dulu kenal dekat dengan Landon, tibalah ketiga siswa itu pada sebuah motel yang sudah nampak usang dan tidak layak dihuni.
"Apa ini tempat kita tinggal sementara??" Odd terkejut begitu melihat bagian depan motel tersebut. "Apa profesor sedang mengerjai kita?"
Tanpa menjawab apapun, Justin hanya menggeleng kepala dan melangkahkan kakinya untuk masuk. Motel tersebut terlihat seperti sudah ditinggalkan sejak lama oleh pemiliknya, bahkan tidak ada satupun lampu yang menyala di motel tersebut.
KLING!!
Suara lonceng berbunyi ketika mereka bertiga telah masuk ke dalamnya. Aura mengerikan sudah menyambut kedatangan mereka bertiga. Pada bagian informasi terdapat sebuah telepon tua yang sudah ditutupi oleh banyaknya sarang laba-laba, debu tersebar dimana-mana. Ketika Odd mencari tombol lampu dan menekannya, hanya ada dua lampu yang menyala.
"WTF!! Aku menyesal menawarkan diri untuk ikut!!" Gerutu Justin kesal.
TRAK!!
TRAK!!
TRAK!!
Suara aneh seperti benda bergerak terdengar di balik meja informasi, Winter yang sudah dibuat takut akan suasana motel yang menyeramkan pun telah terlebih dahulu bersembunyi dibalik tubuh Odd. Melihat gadis cantik itu yang lebih memilih berlindung pada Odd daripada dirinya, Justin pun berlagak berani dan mendekati meja itu.
"Kalian ini penakut sekali!!"
Baru saja mengatakan kalimat tersebut, Justin sudah mundur beberapa langkah dan ikut bersembunyi di balik tubuh Odd ketika asap berwarna hijau tiba-tiba muncul dari balik meja tersebut.
"AAAKKKKHHHHH....." Teriak Justin dan Winter bersamaan. "A--apa itu??" Imbuh Winter panik.
Perlahan asap itu menunjukkan dirinya dan berwujud seperti wajah seseorang. Dia adalah seseorang yang disebut sebagai teman Landon, dia juga seorang penyihir yang telah lama tinggal di kota Mermaid Fall's.
"Hahahaha" sosok itu tertawa melihat Justin dan Winter yang ketakutan. "Selamat datang..."
"Selamat datang apanya?!" Odd menatap kesal pada asap itu. "Apakah begini caramu menyambut seseorang yang akan menginap? Tempat macam apa ini?! Tempat ini tidak layak disebut dengan Motel"
"Ja--jadi, kami bertiga akan tinggal di tempat kosong ini?" Tanya Justin yang penasaran.
"Benar! Kalian boleh tinggal semau kalian disini, kalian tak perlu membayar sewa"
Winter menatap Odd dan Justin bergantian lalu kembali menatap si penyihir asap. Justin terlihat begitu kesal, dia mengusap wajahnya dengan begitu kasar lalu menghela nafas panjang.
"Siapa juga yang akan membayar uang sewa untuk tempat seperti ini?!"
"Kalian cukup dengan membersihkan tempat ini, maka akan aku anggap impas" celetuk si penyihir lalu tertawa lebar. "Hahahaha"
"APA??" Teriak ketiga remaja itu terkejut, Odd yang ditunjuk sebagai ketua lantas merogoh saku celananya dan mengambil sebuah ponsel, dirinya berniat untuk menghubungi Landon dan menanyakan kebenaran akan tempat itu.
Sebelum panggilan itu terjawab, tanpa mereka sadari gelang milik Winter bersinar terang seolah ingin menunjukkan sesuatu. Gadis cantik itu lantas mengangkat tangannya dan melihat gelang tersebut dari dekat, semakin dekat rasa sakit yang luar biasa menyerang kepala Winter. Untungnya Justin begitu sigap untuk menangkap tubuh Winter yang akan jatuh.
"Tribrid? Bagaimana gadis itu bisa...."
"Apa maksudmu???" Justin menatap si penyihir asap keheranan. Tapi penyihir itu hanya tersenyum lalu menghilang.
Odd yang panik membatalkan niatnya untuk menelpon Landon, dia lebih mementingkan keadaan Winter saat ini. Kedua remaja pria itu segera membersihkan sebuah kamar untuk mereka tidur. Disana Justin membaringkan tubuh Winter pelan-pelan lalu kembali memperhatikan gelang milik Winter.
"Apa maksud dari Tribrid?" Gumam Justin lirih.
"Winter adalah reinkarnasi gadis dari masa lalu, setahuku gadis itu memiliki seorang putri yang menjadi satu-satunya Tribrid di dunia"
Justin menatap Odd yang kini mengepel lantai. "Lalu apa hubungannya dengan Winter? Apakah dia Tribrid?"
"Sepertinya bukan, Winter murni keturunan manusia serigala. Seharusnya kau tahu kan? Mengingat kalian berdua adalah jenis makhluk yang dianugerahi penciuman tajam"
"Ya, dia memang murni Werewolf" Justin mengambil tas miliknya dan milik Odd lalu menata barang-barang mereka ke sebuah lemari, sebenarnya dia juga sempat melirik tas milik Winter namun dia urungkan niatnya untuk menata pakaian Winter.
"Kita harus membeli persediaan makanan" ucap Justin pelan. "Sebelum ini, aku melihat sebuah minimarket tak jauh dari tempat kita sekarang. Aku akan kesana"
"Tidak!" Odd berdiri dari posisinya. "Ini sudah malam, kau tidak boleh keluar atau nalurimu berburu akan kembali lagi"
"Lalu?? Apa kita tidak akan makan apapun begitu? Kantong darah yang aku bawa juga hanya sedikit, aku bisa memakan makanan manusia meski tidak begitu menyukainya"
Odd tertawa mengingat hal lucu saat pertama kali Justin datang ke sekolah mereka dan mulai mencoba beradaptasi. "Andai saja kau bisa seperti aku!"
"Ha ha dan ha!" Ledek Justin sebal. "Jika banyak orang sepertimu yang bisa kenyang hanya karena memakan cahaya matahari, maka tidak akan ada pabrik makanan di dunia ini"
"Baiklah, biarkan aku saja yang pergi! Oke??" Odd menawarkan diri setelah memikirkan banyak pertimbangan. "Winter juga harus makan daging biar tidak sakit"
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan perapian"
"Wah! Aku tidak menyangka akan semenyenangkan ini pergi bersamamu" puji Odd senang.
"Tidak perlu berterima kasih!"
...BERSAMBUNG!!!...
Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk klik tombol Like, tinggalkan komentar, Vote yang mendukung agar Author terus semangat! 😘😉