
Makhluk mitologis adalah makhluk yang keberadaanya dituturkan dalam kisah-kisah mitologis, legenda maupun fabel. Makhluk tersebut juga terkait dengan folklor suatu suku. Makhluk mitologis pada umumnya bersifat fantastis, baik bentuk maupun kemampuannya. Karena kisahnya merupakan mitos, maka keberadaannya dipercayai oleh masyarakat penganut mitologi bersangkutan. Maka dari itu, orang yang tidak menganutnya dapat menyamakan makhluk mitologis sebagai makhluk imajiner (makhluk khayalan). Pada masa kini, makhluk fantastis yang dilaporkan sebagai penampakan dan rumor dikategorikan sebagai kriptid ("makhluk yang bersembunyi").
Pada dasarnya makhluk mitologi memiliki umur yang amat panjang. Mereka bisa hidup selama ratusan tahun lamanya, bahkan ada yang terlahir abadi. Makhluk mitologi memiliki kelemahannya masing-masing, yang mana kelemahan itu bisa menjadi hal fatal bagi kehidupan mereka.
Selama ini, Landon atau profesor Shagasemi sengaja mengumpulkan para makhluk mitologi yang dianggap sebagai makhluk dongeng oleh manusia untuk melindungi mereka, maka dari itu Landon membangun sebuah sekolah asrama untuk menampung para makhluk itu dan melindunginya dari ancaman manusia.
"Nah! Apa kalian sudah mengerti??" Landon menatap semua murid-murid nya yang juga memperhatikan dirinya mengajar. "Kita sebaiknya harus bangga menjadi makhluk supernatural seperti ini"
"Tentu saja, aku sangat bangga terlahir sebagai penyihir" ungkap Rene bahagia. "Kira-kira berapa umur Profesor??"
Landon terdiam sejenak mendengar pertanyaan anak didiknya, pria itu tersenyum dan meminta agar anak kembarnya yang berada di dalam kelas itu untuk maju ke depan.
"Umurku hampir 200 tahun" ucap Landon seraya tersenyum manis.
"Sebenarnya umur kami hampir sama, itu karena ayah membuat sebuah eksperimen di masa lalu" sahut Pink dengan bahagia.
Semua murid tersentak kaget, mereka semua mengagumi wajah keluarga penyihir pendiri asrama tempat mereka di tampung. Bagaimana tidak? Keluarga itu nampak awet muda hingga saat ini, dan ternyata itu adalah salah satu manfaat baik jika terlahir sebagai makhluk mitologi.
"Apakah kami juga tidak akan bertambah tua??" Tanya salah satu murid yang penasaran.
"Benar!" Pink menganggukan kepala. "Kita makhluk mitologi akan terus bertambah umur, tapi tidak bertambah tua"
"Namun, karena aku juga berhubungan dengan dunia luar yaitu dunia para manusia terkadang aku mengubah wajahku agar terlihat tua" celetuk Landon lalu tersenyum. "Itu sangat melelahkan..."
Tawa semua orang memenuhi area kelas, mereka semua bertepuk tangan akan kepintaran Landon dan berterima kasih karena berkat dirinya lah mereka yang terlahir menjadi makhluk mitologi dapat terlindungi.
"Anu...." Seorang murid laki-laki yang tampak malu-malu mengangkat tangan kanannya. "Bolehkah saya bertanya?"
Landon memperhatikan salah satu muridnya, ia ingat dengan jelas bahwa dulu dia membawa anak laki-laki itu dari kota bernama Mermaid Fall's.
"Silahkan!"
"Apakah putri duyung itu nyata?? Kalau memang benar mereka ada, kenapa profesor tidak menampungnya di sekolah ini?"
"Putri duyung ya??" Landon menyentuh dagunya, ia tiba-tiba tersenyum karena teringat dengan seorang putri duyung cantik, duyung pertama kali yang ia temui.
"Mereka ada dan mereka nyata!" Jawab Landon tegas. "Aku sendiri pernah tanpa sengaja bertemu dengannya beberapa kali"
"Benarkah? Kapan itu??" Laki-laki itu terlihat sangat antusias. "Sejujurnya saya sedang membaca tentang makhluk itu akhir-akhir ini di perpustakaan"
"Hmm, terakhir aku bertemu dengannya sekitar 120 tahun yang lalu" Landon berjalan mendekati meja si bocah laki-laki. "Bukankah kau juga berasal dari sana?"
"Kotaku memang bernama Mermaid Fall's tapi aku tak pernah melihat duyung disana, para manusia bilang mereka menamai kota seperti itu karena dulu sempat terjadi tsunami karena ulah seorang duyung"
"Itu benar, kejadian itu sudah sangat lama sekali"
"B-benarkah??" Laki-laki itu terkejut. "Jadi, kota tempatku berasal benar-benar pernah dihuni oleh seorang duyung?"
"Bukan hanya seseorang, karena kotamu berada di tepi laut kemungkinan beberapa duyung menetap dan hidup berdampingan dengan manusia di kota" Landon menghela nafas panjang. "Aku tak menampung mereka disini, karena aku rasa mereka akan lebih aman jika tinggal di rumah aslinya. Lagipula ada Poseidon yang menjaga mereka"
"Begitu ya?? Kalau begitu, terima kasih karena sudah menjawab pertanyaan saya" ucap anak laki-laki itu dengan sopan.
_________________________________________
Wajah Arthur memerah, ia melihat bagian atas tubuh Winter meskipun hanya dari belakang saja gadis itu benar-benar terlihat mulus.
"K-kenapa kau harus telanjang??" Tanya Arthur yang semakin bingung.
Pria culun itu segera membalik badannya, ia tak ingin melihat Winter yang mulai melucuti pakaiannya sendiri satu persatu. Walau begitu wajah Arthur malah semakin memerah karena membayangkan hal yang tidak-tidak.
"Kau benar-benar tidak waras Winter!!" Ledek Arthur kesal. "Kenapa juga rencana B nya itu adalah telanjang??"
Winter tak mendengar ocehan dari Arthur, sebaliknya ia justru memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi pada apa yang terjadi di pikirannya saat ini. Tubuh gadis itu terlihat memerah dan mengeluarkan uap panas. Lalu ketika Winter membuka kedua matanya, kedua bola matanya yang berwarna biru kini berubah menjadi cokelat keemasan.
GROWL!!
Kedua mata Arthur tak berkedip sama sekali, ia melihat gelang karet berwarna merah yang terdapat pada kaki bagian depan binatang itu dan langsung menyimpulkan bahwa Serigala dengan wujud sempurna nya itu adalah Winter.
"Astaga!!" Pekik Arthur.
Winter segera berlari diikuti Karin yang tetap mengejar dirinya, sebelum itu Winter sempat mengerang pada Arthur seolah mengingatkan pria itu agar lekas memanggil bantuan.
Arthur yang sudah sadar dari lamunannya segera memunguti barang-barang Winter dan menyembunyikannya dibalik sebuah pohon. Pria itu lantas berlari menuju gedung asrama, ia mencari-cari sosok Landon yang mungkin bisa membantu dirinya.
"Kau tahu dimana profesor?"
"Uhm, dia sedang mengajar di kelas sosial" jawab salah satu murid.
Arthur berlari sekencang mungkin menuju ruang kelas itu, tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam dan membuat seluruh penghuni kelas menatapnya dengan buruk.
Perlu diketahui, Arthur adalah satu-satunya makhluk Mitologi berjenis Phoenix di sekolah itu atau bahkan mungkin satu-satunya yang pernah dilahirkan di dunia ini, kelahiran dari Arthur banyak tidak diketahui oleh semua murid bahkan orang tua kandungnya pun tidak diketahui dengan jelas oleh Landon.
Hal itu membuat beberapa murid tak menyukainya karena iri dan juga mereka tak suka jika Landon memperlakukan Arthur dengan amat spesial karena tahu siapa diri Arthur di masa kelahiran sebelumnya. Meski begitu, Arthur tak pernah marah dan benci pada teman-temannya.
"Maafkan aku profesor!!" Arthur ngos-ngosan berdiri di ambang pintu.
"Dasar Phoenix pengganggu!!" Ledek Peach ketus, lalu membuang muka.
"Ada apa Arthur??"
"Karin...." Wajah pria itu bercucuran keringat, baru menyebut nama Karin saja Pink dan Peach sudah berdiri dari duduknya. "Karin terlepas, dan dia sedang mengamuk di hutan belakang"
Pink mengangkat sebelah alisnya, ia jelas bingung bagaimana mungkin Karin bisa terlepas dari kunci sihir yang ia buat. "Bukankah itu tidak mungkin??"
"Aku berkata jujur Pink!"
"Baiklah, kelas selanjutnya akan di pimpin oleh guru Sains kalian" Landon mengemasi buku-bukunya dan memberikannya pada Peach. "Aku ada urusan sebentar"
Segera setelah Landon keluar dari kelas, Arthur langsung mengikuti langkah penyihir tersebut. Tak lama setelah itu, Pink dan Peach juga mengikuti mereka. Sesampainya di hutan, mereka tak mendengar suara apapun yang ditimbulkan oleh Hydra.
Peach menunjuk ke sebuah pohon, dengan sihir hitam yang dimilikinya ia bisa merasakan sihir hitam milik Karin dan segera menemukannya. Semua orang terkejut ketika melihat Karin sudah terikat sebuah akar pohon dengan darah yang membasahi seluruh pakaiannya.
"Ya Tuhan!" Landon tak membiarkan si kembar mendekat, ia sendiri pun ngeri melihat kondisi Karin saat ini.
"Apa dia mati ayah??" Tanya Peach tanpa melihat kondisi tubuh Karin. "Siapa yang membunuhnya?"
"Dia masih sekarat"
Bersambung!!
Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk terus mendukung Author dengan cara klik Like Komentar Follow Favorit Vote dan Rating ya? 😊🙏
CATATAN PENULIS :
Halo, ini Nessa Cimolin.
Bagi yang bertanya-tanya, kok bisa Karin masih hidup? Ingat ya?? Ini itu Karin bukan Katrina!! Dia adalah Hydra yang pernah muncul di season 2.
Lalu, mengenai Karin yang masih hidup karena waktu itu Landon tidak membunuhnya ketika Karin menyerang Fuu dan Ryn. Landon membiarkan Karin hidup karena ia ingin mengubah Karin menjadi sosok yang lebih baik.
Sudah dijelaskan di atas bahwa makhluk mitologi memiliki umur yang panjang bahkan diantara mereka ada yang abadi. Dikehidupan sebelumnya Arthur adalah manusia yang bernama Densha, dalam kematiannya dia (Densha) berdoa dan berharap agar terlahir kembali menjadi makhluk supernatural dengan begitu ia akan bisa hidup lama. Densha berpikir begitu karena jika dia hidup mungkin saja suatu saat dia juga akan tetap mati dan Fuu (jodohnya) yang sebagai makhluk supernatural akan terus hidup abadi.
Nah, di kasus milik Fuu. Dia adalah seorang duyung atau lebih tepatnya Dewi duyung. Ketika ia tahu bahwa cinta sejatinya (Densha) dilahirkan kembali, dia memohon kepada para Dewa untuk mati dan dilahirkan kembali suatu saat jika Densha telah dilahirkan juga. Namun keputusannya itu bertentangan dengan statusnya sebagai Dewi, Poseidon yang mengasihani cucunya itu pada akhirnya mengabulkan keinginan Fuu dan membiarkan kematian mendekati cucunya.
Lalu Fuu terlahir kembali dan terjebak pada tubuh seorang gadis yang ternyata adalah Werewolf (manusia serigala). Dia adalah Winter, gadis Werewolf yang merupakan reinkarnasi dari Fuu. Arthur dan Winter tidak menyadari bahwa mereka adalah sepasang kekasih dikehidupan sebelumnya.
Untuk Ryn, saya tidak pernah mengatakan bahwa Ryn telah tiada. Ryn masih hidup sampai saat ini, tapi mungkin tidak akan diceritakan di Novel ini. Atau bisa saja akan saya munculkan namun itu hanya untuk beberapa episode (entah kapan itu).
Semoga kalian paham ya?! Terima kasih! 😘