THE ORIGINAL

THE ORIGINAL
SEJARAH



"TIDAK!!!"


Suara keras dari Pink terdengar di seluruh ruangan Landon, Pink melotot menatap kedua makhluk yang sedang duduk di depan sang Ayah. Penyihir cantik itu membuang muka, seperti enggan menatap pria tampan dan gadis cantik tersebut.


"Kenapa?!" Peach ikut berbicara. "Bukankah mereka memang berjodoh?"


"Peach, kau ini saudariku atau bukan?!" Tanya balik Pink dengan nada super sewot.


Landon mengurut pangkal hidungnya, pria itu melirik sekilas ke arah putrinya lalu melihat ke arah Arthur dan Winter yang tetap tenang tanpa ekspresi, bisa-bisanya setelah menyampaikan permohonan itu mereka masih bisa santai dan tenang.


Di pikir-pikir mereka memang berjodoh, tapi apakah baik membiarkan mereka untuk satu kamar? Sedangkan semua murid yang ada di asrama tidur dengan jenisnya masing-masing. Landon menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya.


"Kenapa kau bisa berpikir akan membagi kamarmu dengan Winter?" Tanya Landon heran.


Arthur menatap Winter sekilas. "Bukankah Winter sudah dibuang oleh kelompoknya, kau ingat kan pertarungan waktu itu?! Aku yakin si kembar juga mengingatnya, karena mereka berdua juga ada disana"


"Tapi.... Untuk tidur sekamar itu" Landon mengusap dahinya. "Agak... Ya kau pasti tau apa yang aku maksud"


"Winter tidak tahu!" Sahut gadis cantik itu secara gamblang, ucapannya itu langsung mendapat pelototan mata dari Pink. "Sungguh, Winter tidak tahu"


Pink berjalan cepat mendekati Winter, penyihir itu langsung menarik kerah baju Winter tinggi-tinggi. "Kau ini?!"


"Pink, tenanglah..." Pinta Peach kalem dan melerai keduanya.


Winter menatap Landon yang nampaknya sedang kebingungan mengambil sebuah keputusan, werewolf itu memicingkan matanya menatap Landon.


"Maaf, profesor! Tapi kalau tidur di kamar Pink dan Peach, mereka juga tidak mau menerima Winter"


"Jelas saja!!!" Sahut Pink ketus. "Aku tidak mau sekamar dengan seekor anjing"


"Pink!!!" Maki Peach tegas.


"Ayolah, kami kan memang sudah ditakdirkan bersama! Jadi apa salahnya? Kau bisa menjelaskan hal itu kepada murid-murid yang lain" terang Arthur dengan senyuman di bagian akhir kalimatnya.


"Mungkin memang benar tidak apa-apa" Landon memilih keputusan yang cukup sulit, pria itu mendesah mengucapkan keputusannya.


"Ayah! Apa Ayah tidak memikirkan kedepannya?" Pink bertanya dengan penuh khawatir. "Kalau mereka sampai kelewatan dan melakukan hal itu, bisa-bisa...."


Kedua mata Peach mendadak menjadi berwarna hitam legam. Tak ada bagian putih di matanya yang tersisa, penyihir itu menampilkan senyuman yang mengerikan disusul dengan ruangan kantor Landon yang tiba-tiba menjadi dingin, entah udara dingin dari mana yang membuat ruangan itu menjadi sedingin es.


"Serigala api"


Peach yang merupakan penyihir dengan sihir gelap ditubuhnya tiba-tiba merespon kata-kata Pink, sepertinya ucapan Pink mengingatkan Peach akan sesuatu yang sangat langka dan bisa dibilang mustahil untuk dilahirkan.


"Hei, Peach! Kau dengar aku?" Landon menepuk kedua pipi Peach, hal itu mampu membuat Peach kembali seperti semula. Penyihir itu lantas memegangi kepalanya yang terasa pusing, dia lalu duduk di tempat duduk milik Landon dan menggosok-gosok kepalanya yang terasa berdenyut.


"Astaga! Apa yang baru saja terjadi?" Gumam Peach lirih.


"Nah! Sekarang Ayah mengerti kan?!" Kata Pink dengan amarah yang belum mereda. "Aku bukannya cemburu atau apa! Aku bahkan sudah mulai menekan perasaanku, yang aku khawatirkan hanya masa depan mereka"


"Memangnya apa yang terjadi?" Arthur dan Winter yang sama-sama tidak tahu pun jadi saling pandang. "Kalian perlu menjelaskan sesuatu kepada kami"


"Iya, aku ingat!" Sahut Peach lirih. "Baru mengingat dan menyebut namanya saja, sihir di dalam tubuhku seakan mau meluap keluar dan meledak"


Landon memandang Arthur, ia menghela nafas panjang. "Begini, kalian kan sudah remaja! Pastinya bakal melakukan itu kan? Nah... Kami khawatir kalian akan menghasilkan keturunan"


Winter mengerutkan dahinya bingung. "Keturunan?? Maksud profesor, anak?"


"Ya" Landon menganggukkan kepala dengan mantap. "Anak"


"Katakan semuanya pada mereka ayah!" Pinta Pink memohon.


"Hmm, baiklah...."


•••


Mahkluk mitologis jenis Serigala api, merupakan Makhluk legenda dengan tubuh berupa sosok binatang anjing besar namun diselimuti kobaran api diseluruh tubuhnya. Serigala api memiliki status seperti Dewa, yang dipuja dan disembah oleh bangsa kuno yang tak disebutkan dalam sejarah.


Kelahiran makhluk itu merupakan suatu pertanda buruk, dengan runtuhnya banyak kerajaan dan sihir gelap yang semakin tersebar dimana-mana. Banyak makhluk yang mengincar hidupnya hanya untuk di korbankan, namun sihir yang didapat dari makhluk itu bukanlah sihir yang baik. Kekuatannya bahkan mampu membelah bumi menjadi dua.


Itu sebabnya Zeus, Athena dan para Dewa lainnya memutus rantai kelahirannya dan menghilangkan jejak sejarah tentang makhluk mitologi tersebut, hanya seseorang dengan sihir gelap saja yang akan tergila-gila dengan sosok makhluk tersebut.


Tak banyak buku yang menceritakan tentang kisah Makhluk itu, mereka yang mengetahui kejadian itu hanya mampu menceritakan dari mulut ke mulut. Dan seiring berjalannya waktu kisah itu dilupakan, hanya penyihir dan makhluk mitologis yang berumur ratusan tahun lah yang tahu sejarah tersebut.


_______________________________________


"KAMI TIDAK AKAN MEMILIKI ANAK!!" Sahut Winter dan Arthur bersamaan.


"Bagaimana kita bisa tahu! Hal seperti itu tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahuinya" Peach menjawab dengan setenang mungkin. "Kecuali kalau kau bersedia kami operasi untuk menghilangkan sel telurmu"


"Apa?!" Winter mendelik kaget dan langsung menyentuh bagian perutnya yang tiba-tiba terasa mulas. "Ja-jangan..."


"Aku sudah cukup punya satu anak yang tinggal di laut itu! Bukankah di masa lalu dia adalah anak kami, sebelum kami bereinkarnasi" Arthur mencoba mengingat kan mereka akan Tribrid yang masih hidup sampai sekarang.


"Ya! Itu dia!" Sahut Pink tegas. "Kenapa sih hubungan kalian itu selalu menyusahkan?! Pertama karena kau yang seorang manusia mencintai seekor ikan, dan sialnya ikan itu setengah dewa lalu kalian memiliki anak yang juga menjadi incaran sihir gelap"


"Hei, itu bukan salah kami!" Ceplos Arthur tak terima. "Salahkan takdir!"


"Kalau aku tahu dimana takdir tinggal, aku akan menyalahkannya. Berhubung aku tidak tahu, maka aku akan menyalahkan kalian berdua yang mengikuti perintah takdir!!"


Arthur tersentak dengan jawaban dari Pink, Phoenix itu terdiam memikirkan perkataan Pink yang memang ada benarnya juga.


"Hei kalian! Hentikan perdebatan ini!" Landon berusaha menengahi suasana yang semakin tidak kondusif tersebut. "Asalkan mereka tidak memiliki keturunan, beres kan?!"


Peach dan Pink mengangguk, disusul Arthur dan Winter yang ikutan mengangguk. "Benar! Kami tidak ada niatan untuk memiliki keturunan, benar kan Winter?" Tanya Arthur kepada gadis di sampingnya.


"Uh-um... Arthur benar! Winter cukup dengan Ryn" jawabnya tenang.


"Nah! Baiklah!! Kalau begitu, kau harus rajin-rajin membeli...." Landon segera membisikkan sesuatu di telinga kanan Arthur, bisikan Landon itu membuat ketiga gadis yang ada disana penasaran karena melihat ekspresi terkejut Arthur dan wajahnya yang semakin memerah.


"A--apa??"


BERSAMBUNG!!!


Halo, terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk Like, Favorit, Vote dan komentar ya?! Aku sayang kalian... ♥️☺️🙏