The Missing SOFIA

The Missing SOFIA
Bab~89



"Kenapa melihatku seperti itu ?" Aril langsung melotot saat beberapa gadis menatapnya ketika ia sedang mengambil berbagai macam merk pembalut, ia tak tahu istrinya itu memakai pembalut jenis dan merk apa hingga membuatnya terpaksa mengambil semuanya yang ada di supermarket tersebut dan kini trolinya nampak penuh.


"Ti-tidak tuan." para gadis itu langsung melipir menjauh.


"Memang ada yang lucu jika seorang pria membelikan pembalut untuk istrinya? bukankah itu namanya sayang istri." gerutu Aril sepanjang ia melangkah menuju kasir, nampak beberapa pengunjung yang berpapasan dengannya terlihat bisik-bisik membicarakannya.


"Anda yakin ingin membeli ini semua tuan ?" tanya sang petugas kasir saat melihat tumpukan pembalut di hadapannya itu.


"Tentu saja apa itu salah ?" Aril nampak menatap sinis wanita di hadapannya tersebut.


"Tentu saja tidak, tuan." petugas kasir bergegas menghitung belanjaan pria itu.


Beberapa saat kemudian Aril telah sampai di hotel tempatnya menginap bersama sang istri. "Kenapa lama sekali? oh Astaga...." Sofia nampak terkejut saat melihat tumpukan pembalut yang di bawa oleh suaminya itu.


"Sayang untuk apa kamu membeli begitu banyak pembalut? apa kamu tahu ini bisa ku pakai sampai dua tahun." Sofia nampak geleng-geleng kepala dengan sedikit kesal bercampur geli melihat kelakuan pria itu.


"Aku tidak tahu kamu pakai merk apa jadi daripada salah ya aku beli semua." sahut Aril dengan wajah tanpa dosa.


Sofia tahu pria itu kaya raya tapi tidak seharusnya membuang-buang uang untuk barang yang jarang terpakai. "Aku pakai merk apapun itu yang ada." timpalnya kemudian.


"Baiklah terima kasih kalau begitu." imbuh Sofia lantas kembali masuk ke dalam toilet.


"Sayang, apa besok sudah selesai ?" tanya Aril seraya menunggunya di luar dan tak berapa lama Sofia keluar dari sana dengan kimono mandi masih melekat di tubuhnya.


"Apa kau becanda? aku membutuhkan waktu sekitar 7 hari baru selesai." ucap wanita itu seraya melewati suaminya itu.


"Jadi selama 7 hari aku tidak bisa menyentuhmu ?" tanya Aril sembari mengikuti langkah gadis itu.


Mendengar itu seketika Sofia memiliki ide licik, ia ingin melihat seberapa sabar pria itu menghadapinya. "Hm, tidak boleh." sahutnya kemudian sambil menghempaskan bobot tubuhnya di depan meja rias.


"Bahkan hanya mencium atau memeluk ?" tanya Aril lagi.


"Tentu saja, mood wanita itu selalu buruk saat sedang mendapatkan tamu bulanannya." sahut Sofia yang kini nampak memakai body lotion di tangan serta kakinya.


"Baiklah hanya 7 hari kan? aku akan turuti semua kemauanmu asal moodmu selalu bagus." timpal Aril dan sontak membuat Sofia nampak mengangkat sudut bibirnya.


"Benarkah? apapun itu ?" ucapnya sembari menatap lekat pria itu.


"Hm, apapun itu." tegas Aril.


"Baiklah jadi apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanyanya kemudian.


"Badanku dan kakiku lelah sekali gara-gara acara semalam, bisakah kau memijatku ?" mohon Sofia kemudian setelah merias tipis wajahnya.


"Baiklah dengan senang hati, ayo berbaringlah di atas ranjang." sahut Aril.


Lantas Sofia segera beranjak lalu melepaskan kimono mandinya dan menyisakan sebuah gaun malam seksi hingga membuat Aril seketika menelan ludahnya.


"Apa tidak ada pakaian lain sayang ?" tanya Aril mengingat pakaian yang di kenakan istrinya itu sangat menggoda imannya dan bahkan kini ia merasakan miliknya di bawah sana mulai sesak.


"Baiklah, ayo rebahkan tubuhmu biar ku pijit." perintah Aril kemudian.


Sofia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur, setelah membersihkan tubuhnya rasanya segar sekali apalagi di tambah dengan pijatan pria itu.


Sementara Aril nampak berkali-kali menelan ludahnya saat memijit punggung istrinya itu, memijit bahunya dan juga kedua tangannya.


"Turun ke bawah lagi sayang, paha dan kakiku belum." perintah Sofia kemudian.


Aril nampak menghela napas panjangnya saat melihat paha terbuka istrinya itu, apa wanita itu sedang ingin memancingnya."Sepertinya kau sedang ingin bermain-main denganku sayang." gumam Aril lantas mengulurkan tangannya untuk menyentuh paha istrinya itu lantas mengelusnya dengan lembut hingga membuat wanita itu nampak menahan napasnya.


"Sayang, kurang di tekan sedikit." mohon Sofia, bukan merasakan pijatan justru ia merasa geli di seluruh tubuhnya.


"Ini sudah sayang." sahut Aril lantas tangannya semakin ke atas lalu menyingkap sedikit rok yang menutupi pinggul wanita itu dan betapa terkejutnya saat istrinya itu memakai d4l4m4n yang begitu seksi.


"Tunggu, apa kau sedang mengerjaiku sayang ?" Aril langsung melotot saat menyadari istrinya itu tidak sedang mendapatkan tamu bulanannya.


"Hm." Sofia nampak tersenyum nyengir menatap pria itu.


"Kau benar-benar membuatku kesal sayang, jadi jangan salahkan jika setelah ini aku akan membuatmu benar-benar tak bisa berjalan." ucap Aril yang nampak kembali cerah setelah mengetahui ia tak jadi berpuasa.


Kemudian pria itu segera membalikkan tubuh gadis itu lalu mengungkungnya. "Kenapa kamu nakal sekali, hm ?" ucapnya dengan gemas.


"Aku hanya ingin melihat sejauh mana kamu mampu bersabar lagipula aku juga ingin membersihkan diriku dulu, acara semalam benar-benar membuat tubuhku lengket." terang Sofia mengingat semalam ia tak sempat membersihkan dirinya dan langsung terlelap.


Namun keesokan paginya suaminya itu tiba-tiba sudah berada di atas tubuhnya, tentu saja ia merasa risih. Ia ingin menikmati malam pertamanya dengan keadaan rileks dan menyenangkan agar berkesan seumur hidupnya.


"Kau hari ini benar-benar mengerjaiku sayang." timpal Aril sembari melirik tumpukan pembalut di atas lantai dan itu membuat Sofia langsung terkekeh.


"Maafkan aku, tapi aku benar-benar tak menyangka kamu akan melakukan itu semua. Pria dingin dan suka marah-marah tiba-tiba berbelanja barang-barang pribadi milik wanita, itu pasti tidak mudah. Terima kasih sayang." ucap Sofia lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap rahang pria itu.


Pandangan mereka nampak terkunci dan entah siapa yang memulai duluan kini keduanya sudah saling menautkan bibirnya, saling m3lum4t dan menyesap satu sama lain hingga suasana pagi itu terasa sedikit panas oleh kegiatan mereka.


Nampak pakaian keduanya telah berserakan di atas lantai dan kini dua insan yang sedang berbahagia itu telah melakukan penyatuannya, melakukan malam pertamanya yang tertunda di pagi hari menjelang siang sebagai pasangan suami istri yang sah.


Erangan demi erangan terdengar memenuhi ruangan tersebut ketika Aril semakin mempercepat hujamannya hingga pada akhirnya sebuah lenguhan panjang dari keduanya telah menandakan jika mereka telah sampai pada puncaknya.


"Terima kasih sayang." ucap Aril seraya mengecup kening istrinya itu, sebenarnya ia masih menginginkannya lagi namun ia menyadari ini pertama kali bagi gadis itu yang pasti akan merasakan sedikit sakit dan ia akan membiarkannya untuk beristirahat.


Kemudian ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos wanita itu yang kini nampak kelelahan dan kembali tertidur.


"Terima kasih telah menjaga tubuh dan hatimu untukku, aku janji akan selalu membahagiakanmu. Mengganti semua kepahitanmu selama ini yang seharusnya tak pernah terjadi." gumam Aril seraya menatap lekat wajah istrinya yang telah tertidur pulas itu. TAMAT.


.


Teruntuk para readers terima kasih banyak selalu setia mengikuti cerita ini, saya memohon maaf jika selama menulis banyak kekurangan atau tak sengaja menyinggung perasaan kalian. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak & sehat-sehat selalu buat kalian semua di manapun berada🙏