The Missing SOFIA

The Missing SOFIA
Bab~88



Aril nampak m3lum4t bibir Sofia dengan rakus bahkan kini keduanya telah berada di sofa dengan gadis itu ada di bawah kungkungan pria itu.


Pakaian Sofia yang tadinya rapi kini nampak berantakan dengan kancingnya yang terlepas beberapa biji, namun saat pria itu hendak melahap gundukan kenyal milik gadis itu tiba-tiba terdengar tangisan suara bayi.


"Sepertinya baby Lily terbangun." Sofia langsung mendorong pria itu menjauh, lalu segera beranjak sembari merapikan pakaiannya.


Sementara Aril yang kini duduk di sofa nampak merutuki Adams, bisa-bisanya pria itu menitipkan bayinya pada calon istrinya itu.


"Sial, awas saja kau Dams." umpatnya lantas segera beranjak saat merasakan miliknya di bawah sana telah menegang tak karuan.


Pria itu langsung melakukan gerakan push up di lantai hingga bebera kali, namun percuma saja karena setiap melihat gadis itu membuatnya ingin menerkamnya.


"Lebih baik aku kembali ke Apartemen saja." ucapnya kemudian, mandi air dingin mungkin akan sedikit mengurangi gairahnya tersebut.


"Ke Apartemen? bukankah kamu harus kembali ke kantor ?" timpal Sofia seraya menggendong baby Lily, lagipula jam kerja pun masih belum berakhir jadi untuk apa pria itu pulang?


"Ada berkas yang ketinggalan jadi aku ingin mengambilnya." sahut Aril beralasan, tak mungkin ia mengatakan sebenarnya jika sedang menginginkannya dan butuh pelampiasan sekarang juga.


"Baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan." ucap Sofia seraya mengantar kepergian pria itu.


Gadis itu masih tak percaya takdir berjalan begitu cepat, niatnya kembali ke Amerika hanya karena ingin membantu Adams. Namun rupanya takdir baik sudah menantinya, berbicara dari hati ke hati dengan pria itu membuat kesalahapahaman di antara mereka yang sudah seperti benang kusut akhirnya terselesaikan juga dan kini tinggal menghitung hari pernikahan mereka akan berlangsung.


Keesokan harinya.....


Sofia yang sedang membaca sebuah surat kabar nampak tercengang saat melihat berita di sana. "Dad, apa berita ini benar ?" teriaknya hingga membuat sang ayah yang baru menuruni anak tangga langsung menghampirinya.


"Berita apa ?" tanya pria itu yang nampak sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Benarkah George masuk penjara ?" ucapnya seraya menunjukkan surat kabar pada ayahnya tersebut.


"Dia telah menggelapkan keuangan hotel milik tuan William selama bertahun-tahun dan Aril telah memberikannya efek jera agar kejadian seperti ini tak terulang lagi meskipun pelakunya teman baiknya sendiri." terang James dan itu membuat Sofia nampak tercengang saat mendengarnya.


Apa ini yang di namakan hukum tabur tuai? selama ini pria itu telah berlaku semena-mena padanya dan kini dia telah menerima hukumannya.


"Lalu apa berita ini juga benar ?" tanyanya lagi setelah membalik surat kabar tersebut, 3 tahun tak pulang membuatnya ketinggalan banyak sekali berita penting.


Istri seorang pengusaha kaya raya di kabarkan telah mengalami serangan jantung pada bulan lalu hingga mengakibatkan setengah tubuhnya lumpuh bahkan kini kabarnya wanita itu tak bisa lagi berbicara.


"Ku rasa nyonya Margaret sedang menuai apa yang sedang ia tanam selama ini, bibirnya yang seharusnya ia gunakan untuk berbicara hal baik-baik tapi justru sebaliknya." timpal James menanggapi dan itu membuat Sofia kembali terkejut.


Jauh sebelumnya ia sudah memaafkan semua orang yang telah berbuat jahat padanya, namun sepertinya Tuhan memiliki cara lain untuk membuat mereka menyadari jika baik buruknya perbuatan pasti akan ada balasannya.


......................


Beberapa hari kemudian pernikahan Aril dan Sofia telah di laksanakan, sungguh mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi.


"Jadi kapan kamu menyusul kakakmu Jessy ?" ucap Jose tiba-tiba yang langsung membuat Jessica melotot menatapnya.


"Apaan aku masih kecil." sahutnya kemudian.


"Astaga, aku cuma becanda atau jangan-jangan tebakanku benar ya ?" goda Jose lagi.


"Bahkan hingga kini aku belum memiliki kekasih." balas Jessica dengan mencebikkan bibirnya.


"Ya ampun Jessy, kamu bersikap seperti gadis yang tak laku saja. Lihatlah ada kak Daniel dan kak Axel yang sepertinya siap memperebutkan mu." goda Jose saat tak sengaja melihat kedua pria itu mencuri pandang ke arah gadis tersebut.


"Aku tidak tertarik pada mereka." sahut Jessica, karena tipenya bukan pria seperti mereka. Bukan karena mereka tidak tampan.


Bahkan mereka sangat tampan dan mempesona tapi lagi-lagi seleranya bukan pria seperti mereka, karena ia lebih tertarik pada pria dewasa. Namun bukan suami orang tentunya dan di Paris tempatnya ia melanjutkan kuliahnya telah menemukan pria itu.


Sosok Pria misterius yang dari berita yang beredar adalah seorang pengusaha kaya raya dengan status duda, entah duda di tinggal mati istrinya atau karena perceraian ia pun tak tahu. Karena kehidupan pria itu sangat tertutup dari media, hanya perihal bisnis dan kegiatan sosialnya saja yang sering memenuhi surat kabar di kota tersebut.


"Oh Mr Jason." gumamnya saat mengingat pria itu.


"Jangan bilang kamu tertarik padaku Jessy? ingat saat ini kita bersaudara." seloroh Jose yang kembali mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari gadis itu.


"Jika di dunia ini tinggal kamu satu-satunya pria yang ada, aku lebih baik memilih untuk sendiri seumur hidup. Lagipula siapa juga gadis yang mau menikah dengan pria playboy sepertimu." ucap gadis itu dan itu membuat Jose nampak terkekeh.


Putra bungsu William itu memang agak lain sendiri dari pada saudaranya yang lain, pemuda yang baru lulus kuliah itu memang seorang playboy yang memiliki banyak sekali kekasih.


Kini tak terasa malam telah larut dan pesta pernikahan pun telah usai, Sofia dan Aril yang terlalu lelah melayani para tamunya seharian nampak tertidur pulas di atas ranjangnya.


Bukannya melakukan malam pertamanya mereka justru tengah sibuk mengarungi mimpi-mimpinya dengan keadaan tubuh yang luar biasa lelah.


Sebelumnya mereka hanya menginginkan pesta pernikahannya di hadiri oleh keluarga dekatnya saja, namun tanpa ia sangka kedua orang tuanya justru mengundang seribu lebih tamu undangan yang membuatnya harus melayani mereka satu persatu hingga kini kedua kakinya hampir terasa seperti patah.


Keesokan harinya.....


Pagi itu Sofia nampak mengerjapkan matanya saat merasakan geli di beberapa bagian tubuhnya. "A-apa yang sedang kamu lakukan ?" ucapnya dengan wajah terkejut saat melihat suaminya telah berada di atas tubuhnya tersebut.


"Kita belum melakukan malam pertama sayang." sahut Aril yang terlihat nampak segar setelah beristirahat semalaman.


"Tapi ini masih pagi." sanggah Sofia setelah melirik jam di atas nakas yang menunjukkan pukul 9 pagi.


"Anggap saja ini masih malam sayang, kenapa kamu repot sekali." sahut Aril tak mau tahu lantas kembali mengecupi leher istrinya itu dan memberikan beberapa gigitan yang pasti akan meninggalkan bekas kemerahan di sana.


Kemudian ciumannya kembali turun namun bukan ke gundukan kenyal milik gadis itu karena ia telah puas melakukannya saat istrinya itu tertidur, namun pria itu justru nampak mengecupi perutnya yang rata lalu semakin turun hingga membuat Sofia langsung melotot.


Jujur ia belum siap jika harus melakukannya saat ini, karena mengingat cerita teman-temannya jika pertama kali melakukan hubungan badan akan terasa sangat sakit sekali.


"Tunggu !!" ucapnya hingga menghentikan pria itu saat hendak menurunkan kain segitiga yang masih melekat di tubuhnya tersebut.


Tanpa menjawab Sofia segera beranjak lalu berlari ke toilet hingga membuat Aril nampak bingung lalu mengikutinya. "Sayang, apa kamu baik-baik saja ?" ucapnya sembari mengetuk pintu toilet tersebut.


Tak berapa lama pintu kembali di buka dan hanya kepala sang istri yang keluar. "Aku tiba-tiba mendapatkan tamu bulanan, bisakah kau membelikan ku pembalut ?" ucapnya dengan wajah lega dan sontak membuat Aril melebarkan matanya tak percaya, haruskah mereka gagal lagi melakukannya?