
Riko berdecak kesal melihat kakanya itu, seharusnya sebagai pengantin baru ia berbulan madu bukan?... Bukan malah menjadi beby sister, walaupun yang ditugaskan adalah istrinya bukan dirinya.
"Ante..." axel berlari menghampiri iren
"Hallo jagoan tante... Sudah puas mainnya hmmm?, sekarang saatnya axel makan... Oke..!" ucap iren mengusap rambut axel gemas
"Ndak mau ante, ecel mau belenang" ucap axel
"Tapi axel harus makan dulu ya... Habis makan baru deh tante temenin berenang" ucap iren terus membujuk axel
"Hai jagoan.... Kau harus mendengarkan kata tante iren, om akan membelikanmu mainnan yang banyak jika kau tidak nakal fan menurut" seru riko menyamakan tingginya dengan axel
"Jangan membujuknya dengan hal seperti itu.." bisik iren pelan
Riko mengidihkan bahunya "kalau tidak begitu dia susah dibujuk"
"Tapi tidak baik untuknya... Harusnya kau mengajarkan sesuatu yang baik" omel iren
"Ante ayo makan... Acel mau makan tapi nanti temeni acel belenang ya" ucap axel dengan wajah yang begitu gemas
"Oke jagoan... Ayo kita makan" ucap iren menggendong axel
Riko tersenyum melihat iren yang begitu sayang dengan keponakannya itu... Membayangkan jika mereka nanti mempunyai anak seperti axel.. Pasti lebih menyenangkan lagi.
"Apa aku bakal memiliki anak dengannya?... Tapi apa mungkin semua terjadi.. Hmmmmm" batin riko
"Om iko... Ambilin ecel robot itu" tunjuk axel ke atas lemari kaca yang khusus untuk pernak pernik itu
"Ambil sendiri... Om males sama axel... Soalnya gak sayang sama om lagi" riko pura pura merajuk
Axel sudah berkaca kaca karna ulah riko yang tidak mau mengambilkannya robot.
"Aku tidak mau tanggung jawab jika dia menangis" iren bersidekap dada menatap tajam riko
Riko malah cengengesan "oke oke om ambilin ya jagoan" riko menggendong axel di pundaknya agar axel bisa mengambil mainan robot yang berada di atas.
•••
Axel sedang tertidur pulas di gendongan iren, karna sedari tadi ia bermain begitu aktif dengan riko sang suami sambip berenang cukup lama, bahkan disaat sedang makan pun axel berlari kesana kemari menerbangkan pesawat mainnanya.
Hingga ia kini tertidur karna kelelahan di pelukan iren.
"Taruh saja dia dikamar kita... Biar nanti kak luna yang mengambilnya" ucap riko
"Hmmmm..." sahut iren berdehem
"Hanya hmmm?, merasa aku berbicara dengan orang bisu" gerutu riko
"Husssttt Diam... Kau berisik sekali, axel sedang tertidur" iren langsung menatap sinis riko
"Ya...ya, aku ke ruang kerja saja, disini aku selalu kena amarahmu" ucap riko bergegas pergi ke ruang kerjanya
"Belum apa apa aku sudah menjadi suami yang tertindas" batin riko sambil berjalan ke ruang kerjanya
Iren sedikit menampilkan senyumnya melihat wajah riko yang terlihat kesal... Lalu merebahkan dirinya di samping axel yang sedang tertidur pulas.
•••
Diruang kerjanya riko memeriksa beberapa email yang masuk dari asistennya, dia juga menerima email dari jessy, mungkin karna nonya telah di blokir oleh riko jadi jessy mengirim pesan lewat email.
"Heh... Dasar wanita licik, aku menyesal pernah meladeninya waktu itu..." gumam riko
Karna bosan akhirnya riko kembali ke kamarnya, saat membuka pintu kamar..!! Riko melihat iren yang sudah tertidur memeluk axel. Rasanya seperti memiliki keluarga kecilnya sendiri. Tak lama ia juga ikut berbaring di ranjang belakang iren... Padahal masih bisa disamping axel lagi. Memberanikan diri memeluk perut iren lalu ikut tertidur bersama
•••
Luna sudah pulang ke rumah pukul jam 1 siang... Dilihatnya sang mommy sedang duduk di ruang tamu sambil menonton acara tv.
"Hai mom... Kenapa sendiri?, dimana yang lain?" tanya luna
"Baiklah... Aku melihat axel dulu mom"
"Iya sayang" sahut farah
Ceklek...
Pemandangan yang begitu tak terduga... Sangat romantis pikir luna, sudah seperti keluarga kecil. Dimana anaknya berada di tengah pasangan suami istri itu.
"Hmmm.... Sepertinya kau sudah benar benar mulai menyukainya brother" ucap luna pelan
Tak mau mengganggu tidur pengatin baru... Dengan pelan luna menggendong tubuh axel, karna sudah saatnya untuk membawa axel pulang ke rumah peribadinya bersama sandy.
"Maafkan aku tidak membangunkanmu adik ipar..." gumam luna lalu pergi menutup kamar riko dengan pelan
Luna menuruni tangga dengan axel di gendongannya...
"Loh... Mana yang lain ,kenapa hanya axel?" tanya farah
"Mom... Aku tidak mungkin kan, menggendong pengantin baru yang sedang tidur pulas sambil berpelukan.. Lagipula mana mungkin bisa" ucap luna
Mom tersenyum "ohhh... Jadi mereka sedang tidur... Baiklah, bagus jika kau tidak mengganggu tidur mereka"
"Iya mom...sekarang aku harus pulang, kasian axel sedang pulas" ucap luna mencium kening putranya
"Baiklah... Apa kau sudah membawa mobil?, kalau tidak kau bisa bawa mobil dan supir dari sini" ucap mommy farah
"Aku sudah ada supir mom..., aku pulang dulu ,sampai jumpa mom" ucap luna mencium pipi farah
"Sampai jumpa sayang" farah melambaikan tangannya hingga mobil luna tidak terlihat lagi.
•••
Sore menjelang... Riko yang lebih dulu membuka matanya dengan perlahan merasa pinggangnya berat. Yang benar saja ternyata ia sedang tidur sambil berpelukan dengan sang istri. Dan dimana axel?... Itu sudah tidak ada pikiran riko, ia malah semakin mengeratkan pelukannya terhadap iren yang terlihat nyaman di dekapannya, riko yang tersenyum langsung mengambil ponsel dan memfoto dirinya juga iren.
"Ini akan menjadi foto terromantis yang ada di ponselku" gumam riko
Tok tok tok...
Ketok pintu terdengar beberapa kali ,membuat iren bergeliyat dari tidurnya... Iya belum menyadari jika masih memeluk riko erat.
Riko yang menyadari istrinya mulai bangun, langsung pura pura menutup matanya.
"Astaga... (Ternganga), kenapa bisa begini, dimana axel" ucap iren pelan
Pelan pelan iren melepaskan pelukannya dari riko, ia pasti akan malu jika ketahuan tidur dengan memeluk suaminya itu.
"Untung aku lebih dulu bangun" ucap iren menghela nafasnya lalu bangkit dari ranjang.
Tok tok tok..
"Iren sayang... Bangun nak, makan dulu, kau dan riko belum makan sedari siang" teriak mommy di balik pintu kamarnya
Ceklek...
"Maaf mom... Aku ketiduran" iren begitu malu karna tidak sopan di rumah mertuanya.
"Tidak apa apa sayang (mengelus pipi iren), kau pasti lelah karna menjaga axel, mandilah dulu... Lalu turun untuk makan ,jangan lupa bangunkan suamimu juga"
"Iya mom.. Kalau begitu aku mandi duku, nanti aku menyusul mom di bawah" sahut iren tersenyum
Iren langsung mandi sebelum membangunkan riko, karna ia tidak mau berdebat nantinya... karna masalah siapa yang lebih dulu mandi dengan riko.
Padahal riko yang sedari tadi sudah bangun, hanya pura pura tertidur, namun iren sama sekali tak curiga.
"Ck... Dia langsung mandi tanpa membangunkan suaminya lebih dulu... Istri apaan dia itu, awas saja kau istri nakal" kedal riko mengacak rambutnya.