SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
belum seberapa



keesokan harinya riko kembali bekerja di perusahaan miliknya...


memasuki lobi kantor dengan melangkah tanpa menghiraukan sapaan dari para karyawan.


riko memang tak pernah perduli dengan para karyawan yang menatap bahkan menyapanya dengan menggoda.


langkah riko terhenti saat melihat ke 3 karyawan yang sudah membuat istrinya di rawat di rumah sakit.


"selamat pagi pak" sapa angel dengan senyum merekah.


pasti banyak yang bertanya kenapa karyawan yang sudah menyelakai iren masih bekerja di perusahaan... karna riko ingin dialah yang memberi pelajaran terhadap mereka yang berani menyentuh istrinya.


riko menatap intens ke 3 karyawan yang berdiri disampingnya...


"merekalah yang membuat iren tidak bisa menemaniku kerja hari ini... kalian tunggu saja balasan dariku" batin riko


riko melirik ke arah 3 wanita terebut lalu tersenyum penuh arti..


"kalian nanti keruanganku... aku ingin memberikan sebuah hadiah untuk kalian ber3" ucap riko tersenyum manis. namun dibalik senyuman itu tersirat jelas rasa kebenciannya.


namun ke3 wanita itu berfikir bahwa riko tertarik padanya...


"pak riko tersenyum padaku... astaga ini keberuntungan besar untukku" batin angel bersorak riang.


"apa benar tadi itu pak riko yang senyum... pasti dia senyum denganku" batin neta


"kira kira siapa ya disenyumin sama pak riko... apa aku?"


angel melirik sinis ke arah 2 temannya yang tersenyum sendiri...


"kalian jangan berfikir bahwa pak riko itu senyum dengan kalian... jelas jelas pak riko itu senyum terhadap ku, jadi kalian jangan terlalu GR, aku jauh lebih cantik dari kalian berdua.. tidak mungkin pak javis akan tersenyum dengan kalian" ucpa angel bangga pada dirinya.


"ck..sombong sekali dia" batin neta


•••


di ruangan kerjanya riko sedang menelpon iren, ia merasa tidak tenang jika meninggalkan sang istri di rumah, walaupun di rumahnya sendiri ada sang mommy juga kakanya luna.


"hallo sayang" sapa iren


"apa kau sudah meminum obatnya, jangan lupa diminum, aku akan pulang cepat nanti"


"kau baru saja sampai kantor, dan sekarang sudah bilang akan pulang cepat... aku tidak apa apa, jangan terlalu dipikirkan... lagipula disini ada axel dan kak luna juga mommy" ucap iren


"aku bertanya apa kau sudah minum obatnya"


"iya sebentar lagi aku akan minum obat, tapi kau malah menelponku" sahut iren


tok tok tok...


suara ketukan pintu mengganggu obrolan riko dan iren di telpon..


"aku ada tamu... nanti aku hubungi lagi, i love you" ucap riko mematikan sambungan telponnya


"masuk" ucap riko


"permisi pak, tadi bapak menyuruh kami ber 3 datang kesini" ucap angel


"iya... tutup pintunya, ada yang ingin aku beri pada kalian" ucap riko


"iya pak" sahut neta dengan cepat


"kalian siap untuk aku beri hadiah?" tanya riko


"hadiah apa pak... kami tidak melakukan hal membanggakan apapun" ucap angel


"kalian kenal dengan sekretarisku bukan?" tanya riko


seketika mereka menjadi gugup dan takut...


"kenapa diam?" tanya riko


"ka...kami kenal pak" sahut neta


"kalian tau siapa nama sekretaris itu?" tanya riko


"iren pak" sahut mereka kompak


"nama panjangnya?" tanya riko


"iren giranda pak" ucap angel


"salah"


"maksud bapak, apa dia memalsukan namanya?" tanya neta


"tidak"


"apa ada nama lanjutannya pak?" tanya fani


"iya... dan nama aslinya adalah iren giranda dierja


"ma..maksud bapak apa" angek menjadi takut sekaligus gugup


"KALIAN BENAR BENAR BODOH, DIA ADALAH ISTRIKU, ISTRI DARI RIKO JULIAN DIERJA" teriak riko lantang menatap tajam ke 3 karyawan tersebut


"DIMANA RASA KASIHAN KALIAN HAH, APA SALAH ISTRIKU PADA KALIAN BER3, GARA GARA KALIAN ISTRIKU DIRAWAT DI RUMAH SAKIT, APA YANG KALIAN INGINKAN DARI ISTRIKU HAH... KATAKAN" teriak riko dengan emosinya yabg tidak bisa ditahan lagi


"naafkan kami pak... kami tidak tau jika iren adalah maksud saya, ji....jika nyonya iren adalah istri bapak" ucap neta takut


"heh... kau takut sejarang hah, bahkan aku akan membuat kalian menderita dipenjara sekarang" ucap riko


"jangan pak... aku mohon maafkan aku pak" fani berlutut di kaki riko


"cih.... maaf kalian tidak akan mampu membuatku luluh" ucap riko


"pak kami mohon maafkan kami... aku punya orang tua yang sedang sakit pak... kalau aku dipenjara bagaimana dengan nasib mereka ucap neta


"aku tidak peduli... sebelum kalian mengurung istriku, apa kalian memikirkan bagaimana nasib keluarga istriku ,bahkan kalian tega menuduh istriku selingku di depanku" ucap riko


mereka menjadi bungkam...


"pak kami janji tidak akan melakukan hal itu lagi... mohon maafkan kami pak, kami akan meminta maaf pada istri bapak"


"kau ingin meminta maaf dengan istriku?, kalian menyebut namanya saja aku merada jihik dan tidak terima"


"mario" teriak riko memanggil mario yang sedang diam di depan pintu ruangan riko.


"ya... ada apa pak" jawab riko


"seret mereka keluar dari perusahaanku, dan bawa mereka ke kantor polisi dengan tindak kejahatan, blacklist nama mereka agar mereka tidak dapat bekerja dimanapun juga, agar mereka menjadi gelandangan" ucap riko