
pagi pagi sekali riko harus berangkat ke kantor... karna ada meeting yang harus dilakukan, iren di jaga oleh mommy dan juga kaka iparnya selagi riko di kantor.. karna ia tidak ingin terjado sesuatu dengan istri dan juga anak mereka.
dimeja makan hanya ada keheningan... luna juga belum datang karna harus mengurusi suami juga axel.
"sayang.. kamu ikut ke kantor saja dengaku, aku merasa hawatir" ucap riko
"tidak rik... aku akan baik baik saja , lagi pula disini ada mommy juga nanti ada kak luna ,kau bekerjalah..." ucap iren memaksa suaminya itu
"tapi aku tidak tenang sayang... "
"kau lebau sekali son... apa kau tidak percaya dengan mommy mu ini hah?, mom lebih pengalaman daripada kau tau" ucap farah kesal pada putranya
"bukan begitu mom... aku hanya hawatir pada istriku saja" ucap riko
"sudahlah rik...kau berangkatlah kerja, sebentar lagi meeting akan mulai bukan" ucap daddy
"hmmmm.... baiklah, aku berangkat dulu sayang, jaga dirimu... jangan kelelahan" ucap riko mencium kening iren cukup lama lalu berjalan keluar menuju mobilnya.
tak lama luna datang membawa banyak hadiah untuk iren. baju baju bayi padahal irrn dan riko sudah beli banyak baju.
"kenapa kaka beli baju bayi lagi...?, bukannya kemarin ka luna sudah beli banyak sekali baju " ucap iren
"maafkan aku adik ipar... karna sangat lucu jadi aku beli saja" ucap luna tersenyum dan memberikan hadiahnya pada iren.
"baiklah... terimakasih kak ,btw apa kak luna sudah makan?.." tanya iren
"sudah... kapan kau akan lahiran ren?" tanya luna
"hitungan hari lagi kak... perutku juga sudah sering mules" ucap iren
"maka dari itu riko sangat menjaga iren lun... sampai sampai dia tidak percaya pada mom untuk menjaga istrinya ini" ucap farah tersenyum melirik iren
"akhhhh..." pekik iren menyentuh perutnya yang merasa sakit
"ren"
"adik ipar"
luna dan farah terkejut mendengar pekikan iren yang sepertinya kesakitan...
"kau baik baik saja kan?" tanya luna
"aku baik baik saja kak.. huh hah" iren menarik nafas dan membuangnya pelan.
"mom jadi was was ya ren... apa kamu mau lahiran sekarang ya" ucap farah
"baiklah... kalau semakin sakit ,bilang pada mom nak" ucap farah
"iya mom... aku ke dapur ambil minum dulu ya mom" ucap iren
"biar aku saja yang ambilkan.." ucap luna
"tidak kak... aku bisa, aku tidak apa apa" ucap iren meyakinkan luna agar tidak hawatir padanya.
dengan terpaksa luna menganggukan kelalanya...
iren melangkah ke arah dapur dengan pelan pelan.. sebenarnya perutnya masih merasakan mules.. namun iren mengabaikan rasa sakitnya.
"mom aku tidak sabar melihat keponakanku lahir" ucap luna
"mom juga tidak sabar... rasanya ingin cepet cepet gendong anak riko" ucap farah dengan tak sabaran
iren yang sedang mengambil air tiba tiba merasakan perut semakin sakit... hingga gelas yang ada di tangannya terjatuh dan pecahan gelas dimana dimana...
"akhhhhh.... sakit" ucap iren dengan lirih
lina dan farah segera berlari melihat apa yang terjadi ,para pelayan juga yang mendengar suara gelas jatuh segera ke dapur.
"astaga iren..." teriak luna dan mommy bersamaan..
"sakit mom..." ucap iren lirih dengan keringat bercucuran.
"iren... kita ke rumah sakit sekarang..." ucap luna membantu iren untuk berdiri dan dibantu para pelayan rumah.
riko yanh sedang meeting di kantornya dengan serius sedang membahas proyek barunya... namun mario datang dengan wakah pucat membuat riko kesal.
"kenapa kau mengganggu meetingku.." ucap riko keras
"gawat rik.... istrimu" ucap mario dengan nafas memburu
riko yang mendengar mario menyebutkan istrinya langsung mendekati mario....
"ada apa.... kenapa istriku yo?" tanya riko yang mulai terlihat panik.
"istrimu masuk rumah sakit... akan segera melahirkan" ucap mario membuat riko melebarkan matanya.
"kau serius yo?" tanya riko dengab wajah paniknya
"aku serius... kak luna dari tadi menghubungimu tapi tidak bisa... iren di lihat tergeletak di dapur dengan pecahan gelas berceceran" jelas mario.. namun riko sudah berlari ke luar kantor seperti kesurupan dan segera menuju ke rumah sakit