
"yo... aku akan pulang lebih dulu, tolong kau lanjutkan pekerjaanku" ucap riko
"ck selalu saja begitu... aku juga butuh istrirahat" batin mario
"baiklah... aku akan mengerjakanya"
riko melangkah keluar ruanganya dan berhenti di depan meja dini.
"kau bisa segera mengajukan pegunduran dirimi di HRD, karna mario yang akan membantuku sampai istriku sembuh" ucap riko
"baik pak.. terimakasih banyak" sahut dini menunduk hormat.
"hmmmmm"
riko melanjutkan langkahnya menuju keluar kantor... mobil sudah siap di depan, namun langkahnya terhenti karna kedatangan jessy.
"riko.." panggil jessy langsung menghabur kepelukan riko. tanpa riko sadari dari kejauhan ada seseorang yang memotret mereka dengan pose yang begitu mesra.
"jangan menyentuhku" ucap riko mendorong jessy
"kenapa kau bersikap begini padaku... kenapa hiks hiks" jessy memulai akting sedihnya di depan riko
"karna aku tidak suka kau ada di hadapanku sekarang" ucap riko jujur
"aku kekasihmu rik... dulu kau selalu senang jika aku memelukmu, menciummu bahkan kita sudah melakukan hal yang lebih, kenapa kai mencampakanku, aku sedang hamil anakmu rik... kau harus tanggung jawab padaku" ucap jessy
"hahahahahaha.... kau kira aku bodoh hah, kau itu adalah wanita yang sering tidur dengan banyak pria... belum tentu itu anakku ,jangan coba coba membuat berita palsu" riko menatap nyalang jessy membuatnya menciut
"ta.....tapi ini benar anakmu"
prangggggggggggg....
iren yang ingin membawakan makanan untuk sang suani di kejutkan dengan percakapan riko dan jessy. karna terlalu kesal iren menjatuhkan rantang yang dibawanya dengan keras.
"suami..." panggil iren mendekati riko yabg berdiri tak jauh darinya
"sayang, kenapa kau kesini?, aku baru saja ingin pulang" riko menciun kening istrinya.
"aku baru saja ingin bawa makanan untukmu, tapi aku malah mendapatkan suprise tentang kehamilan mantanmu" ucap iren manja. tangannya setia melingkar di pinggang riko.
"hahahah... sayang, aku mana mau mempunya anak darinya... bahkan dia sering tidur dengan banyak pria sebelum denganku, dan saat dekat denganku pun dia masih sering tidur dengan pria lain" sahut riko melirik jessy yang sudah mengepalkan tangannya
"apa maksudmu.... kau harus tanggung jawab padaku" teriak jessy
"hai.... jangan pernah berteriak di depanku" teriak riko menunjuk jessy
"kau hanya barang bekas yang mencoba mendekatik karna harta, harusnya aku tidak terlalu baik memberikanmu ijin hidup nyaman di negara ini" ucap riko
"sayang... sudahlah, dia seorang wanita, biar aku saja" ucap iren tersenyum lembut pada riko
"dan kau nona jessy... aku diam bukan berarti aku terima jika kau menuduh suamiku, harusnya kau bisa bercermin, kenapa suamiku lebih memilih istrinya, kau tau kenapa?" ucap iren menatap lekat jessy
"ke...kenapa" sahut jessy
iren mendekati jessy dan berbisik padanya
"karna saat kami melakukan malam pertama... aku masih seorang gadis suci, sedangkan dirimu hanyalah barang bekas" bisik iren
"akhhhh..... " iren memekik sakit
"beraninya kau menyakiti istriku" riko mendorong jessy hingga tersungkur
satpam langsung bergerak atas perintah riko untuk membwa jessy menjauh dari istrinya.
riko sengaja tadi membiarkan siapapun tidak ikit campur, namun tidak disangka jessy berani menyakiti istrinya.
"sayang kau tidak apa apa kan?" tanya riko mengelus rambut iren dengan lembut
"aku tidak apa apa..."
"pasti sakit..." riko meniup kepala iren
"aku lapar..., ayo kita makan" ucap iren manja
riko tersenyum melihat sang istri yang manja padanya. riko memapah iren masuk ke dalam mobilnya untuk mengajak sang istri makan di luar
"kau harusnya istirahat di rumah, kau masih sakit sayang..." ucap riko
"aku bosan di rumah... aku sudah sembuh sayang"
"apa kepalamu maish sakit, apa perlu ke dokter?" tanya riko
"jangan berlebihan begitu... kepalaku sudah tidak sakit" sahut iren..
"aku sudah berbaik hati hanya menghancurkan karirnya... tak ku sangka dia berani nekat seperti ini" batin riko
"apa yang kau pikirkan?" tabya iren melihat riko yang hanya diam saja
"tidak ada sayang"
•••
tak lama mereka sudah memasuki tempat makan yang di inginkan iren, sebuah tempat makan kecil biasa du kunjungi iren saat belum menikah dengan riko.
sedangkan riko tidak terbiasa makan di tempat seperti ini.
"apa kau tidak suka makan disini?" tanya iren
"bukan begitu... aku hanya berfikir, apa menariknya makan disini, aku bahkan bisa mengajakmu ke tempat yang paling mahal"
"aku suka makanan disini, sangat enak, kau harus coba" ucap iren semangat
melihat istrinya yang begitu bahagia membuat riko ikut bahagia dan tersenyum..
"selamat datang nona iren... lama sekali nona tidak pernah kesini" ucap seorang pria paruh baya
"aku sibuk bekerja pak mun, kenalkan ini suamiku namanya riko" ucap iren mengenalkan sang suami
"rupanya kau sudah menikah... selamar ya nak, semoga pernikahanmu selaku bahagia, apa kalian sudah memiliki anak?" tanyanya
iren hanya tersenyum" doakan saja pak, secepatnya"
"iya doakan saja... kami sedang berusaha" ucap riko tersenyum sambil mencium telapak tangan iren