
Kedatangan mama mertuanya membuant iren sangat senang, apa lagi saat ibu mertua benar benar membawakan makanan kesukaannya nasi goreng cumi.
Namun yang datang hanya orang tua riko dan sandy juga axel anak dari luna. Sedangkan luna tidak bisa ikut karna harus menjaga beby qarel di rumah.
"Tante iren..." teriak axel dengan riangnya. Sekarang axel sudah sangat lancar berbicara loh ya
"Hai kaka axel..." ucap iren. Karna dulu axel pernah bilang jika anaknya iren lahir dia ingin dipanggil kaka karna sudah merasa besar dan mempunyai adik hehe.
Semua tersenyum mendengar panggilan iren untuk axel...
"Wahhh sekarang cucu oma sudah jadi kaka ya... Mau di panggil kaka ternyata" ucap mommy farah
"Iya mom... Setiap hari ngambek karna gak di panggil kaka di rumah" ucap sandy
"Kak axel emang sayang sama beby qarel?" tanya riko pada ponakannya itu.
"Sayang dong..." ucapnya dengan yakin.
"Gak takut kalah ganteng sama anak om nih..?" ucap riko menggoda axel
"Gak... Kan axel udah jadi kaka yang ganteng... Adiknya harus ganteng juga dong om"
"Adiknya mirip siapa xel?" tanya riko pada ponakannya
Axel berpikir keras.... Dan dengan bangganya axel berbicara jika anak riko mirip dengannya. Itu membuat riko kesal padahal dia yang nanya 😂😂.
"Mirip kaka dong om..." celetuk axel kegirangan
"Enak saja... Beby qarel kan anak om ,ya mirip omlah.. Masa mirip axel" ucap riko yang tak may kalah dengan ucapan axel.
"Ya ampun sayang... Ngalah dong sama anak kecil," ucap iren
"Kayak anak kecil saja kau itu" ucap sandy
"Hmm..." balas riko sedikit kesal
"Mom bagaimana qarel.. Apa dia baim baik saja?" tanya iren pada mertuanya
"Kau tenang saja ren... Cucu mom sangat baik dan tidak rewel, cepatlah sembuh.. Agar qarel mendapatkan asimu" ucap farah
"Iya mom... Secepatnya iren akan pulang dan merawat beby qarel" ucap iren
"Istirahatlah dulu, jangan banyak pikiran, qarel sudah mom dan luna yang merawat di rumah, kau cukup berusaha sembuh nak" ucap daddy
"Kau dengar itu sayang... Kau harus cepat sembuh, aku dan qarel ingin berkumpul bersamamu" ucap riko mencium kening iren
"Axel juga mau cium tante" ucap axel merengek merentangkan tangannya pada iren
"Sini sayang..." ucap iren
"Iri saja putramu itu" bisik riko pada sandy
"Ck... Ayah dan anaka sama saja.." ucap riko
"Tentu sama... Jika beda bukan anakku namanya" kata sandy
"Kenapa kalian bisik bisik" tanya daddy menatap tajam anak dan dan menantunya itu
"Gak apa apa kok dad... Riko hanya ingin curhat saja" ucap sandy
"Iya dad..."
"Keluar jika ingin curhat, jangan di dalam, berisik kalian" ucap daddy
"Iya dad maafkan kami" ucap sandy yang memang sangat sopan pada mertuanya itu.
•••
Skip 4 hari kemudian ya guys.. Biar gak bertele tele hehe.
Kini iren sudah diperbolehkam untuk pulang, karna kondisinya juga sudah sangat membaik.
Iren terus merengek pada riko agar segera pulang dan melihat anaknya...
Melihat itu riko menjadi tidak tega dengan sang istri. Dan akhirnya berbicara pada dokter agar iren di perbolehkan pulang hari ini.
"Sayang buruan cepet.... Aku sudah tidak sabar memeluk putra kita" ucap iren dengan begitu antusianya.
"Iya sayang sabar.... Ini beresin pakaianmu dulu, tapi apa kau benar sudah tidak apa apa?" tanya riko
"Aku sudah tidak apa apa... Sungguh" ucap iren
"Baiklah... Ayo, supir sudah menunggu kita di parkiran... Nanti biar barang barangmu di bawakan oleh pengawal" ucap riko yang memang sengaja menyuruh pengawal untuk berjaga di depan pintu ruangan, semenjak iren masuk rumah sakit.
"Iya sayang" iren langsung merangkul pinggang riko dengan mesra.
"Hmmm.... Kau kangen padaku atau pada beby qarel mmm..?" tanya riko mencubit hidung iren karna gemas.
"Kangen dengan kalian berdua... Tapi lebih banyak kangen pada anak kita" ucap iren tersenyum
"Iya iya aku tau... Kau akan selalu bersamanya dna melupakan suamimu ini" ucap riko
"Tidak akan... Kalian adalah prioritasku sekarang" ucap iren.
"Ayo pulang... Qarel pasti senang mommy nya pulang hari ini" ucap riko mencium pucuk kepala iren.
"Ayo sayang..."
Akhirnta mereka pulang ke kediaman dierja...
Tidak ada yang tau jika iren pulang dari rumah sakit. Karna iren ingin memberikan suprise pada keluarganya.