
riko menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.. karna menerima telpon dari sang mommy jika istrinya belum keluar kamar semenjak pulang dari rumahnya dulu. kini jam sudah menunjukan pukul 8 malam, dengan tergesa riko masuk dalam mobilnya lalu menancapkan gas menuju rumah.
tak butuh waktu lama bagi riko umtuk cepat sampai di kediaman dierja, langsung melemparkan kunci mobil ke satpam dan berlari masuk ke dalam rumah.
"dimana iren?" tanya riko yang melihat daddy serta mommy di ruang keluarga.
"istrimu masih di kamarnya.. mom dan dad sudah memanggil istrimu tapi tak ada hasil.. mom sangat hawatir rik, iren sedang hamil dia belum makan apapun sejak tadi" ucap farah dengan perasaan cemasnya
"berbicaralah dengan pelan son, istrimu sedang tidak baik baik saja, dia baru saja bertemu lagi dengan masa lalunya, itu pasti membuat pikirannya kacau" ucap daddy
"iya dad, aku ke kamar dulu" pamit riko langsung menuju kamarnya
iren masih dalam keadaan tertidur di sofa., riko mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada sautan sama sekali dari sang istri, itu membuat riko menjadi cemas dan hawatir... dengan cepat riko mengambil kunci cadangannya di dalam mobil, dan kembali ke dalam rumah untuk membuka pintu kamarnya dan dilihat iren sedang tertidur dengan nafas teratur di sofa kamarnya.
riko mendekati iren, di pandangnya wajah sang istri yang sembab dan masih terisisa air mata di pipinya.. riko merasakan nyeri di dalam hatinya melihat istri tercinta kembali terpuruk.
"seharusnya aku melarangmu kesana sayang,.." gumam riko. dilihatnya bingkai foto yang berada dipelukan iren.
"ma.. pa, maafkan aku belum bisa menjaga anak kalian, aku berjanji akan selaluf membahagiakannya, dan aku berjanji akan membalas setiap sakit yang dia terima di masa lalunya"
riko mengangkat tubuh iren ala bridal style ke arah tempat tidur mereka, ia tak mau jika besoknya sang istri merasakan sakit karna tertidur di sofa terlalu lama.
"jangan bersedih sayang, lupakan lah masa lalumu yang menyedihkan, dan bangkitlah untuk membalas apa yang mereka lakukan padamu" ucap riko membisikan di telinga iren lalu mencium keningnya
karna riko baru saja datang dari kantor,. ia segera bergegas untuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. ia benar benar merasa lelah hari ini..
"mama......" teriak adel keras, bangun dari tidurnya dengan dibanjiri keringat dingin
"sayang kau kenapa" riko yang baru saja keluar kamar mandi segera mendekati iren
iren langsung memeluk pinggang riko dengan erat... sungguh iren membutuhkan riko di dekatnya.
"sayang kau kenapa hmmmm?" tanya riko namun tak ada jawaban
"mimpi buruk hmmm" riko senantiasa menepuk nepuk pundak iren agar istrinya merasa tenang
"kenapa kau baru pulang" itulah yang langsung di ucapkan iren tanpa mejawab pertanyaan riko
"apa kau sudah makan?, maaf aku ketiduran" ucap iren
"saat seperti ini kau masih memikirkan aku sayang..." batin riko
"aku sudah makan dikantor, kau yang belum makan apapun, dan tidak meminum susu hamilmu.. harusnya aku marah padamu karna kau tidak memberikan anak kita asupan makanan" kata riko berpura pura kesal
"maaf..." kata itulah yang bisa iren keluarkan saat ini, karna memang dirinya lalai
"sudahlah sayang... sekarang kau harus makan dan minum susu, aku akan ambilkan dulu" ucap riko
"aku tidak lapar, bisakah aku hanya meminum susu hamil saja, aku janji besok akan makan banhyak untuk anak kita" ucap iren
"baiklah.. tunggu sebentar, aku akan buatkan kau susu hamil dulu" kata riko keluar dari kamarnya menuju dapur
butuh 10 menit untuk riko membjat sus hamil iren... dan kembali ke kamarnya
"ini sayang minumlah"
iren menrima susunya "terimakasih sayang" kata iren dibalas anggukan kepala oleh riko
"jangan pernah memendam prasaanmu sendiri sayang, berbagilah padaku, aku siap mendengar keluh kesahmu, aku siap menjadi sandaranmu. kau membuat kami semua hawatir dengan mengunci diri dikamar" kata riko
"maafkan aku... aku hanya butuh waktu sendiri" ucap iren menundukan kepalanya
"ya aku paham.. tapi aku suamimu, aku berhak tau apa yang istriku rasakan"
"apa kau bisa membantuku mengambil rumah mama dan papa?" tanya iren dengan penuh harapnya
riko tersenyum"tentu bisa sayang... aku akan merebutnya untukmu" ucap riko
"setelah itu aku inign tinggal disana, membesarkan anak anakku disana"
"sesuai keinginanmu sayang" riko menicum kilas bibir iren