
sedangkan dikediaman lama iren. yulia serta gisel sedang dilanda takut karena saham perusahaan anjlok dan juga banyak investor yang ingin menarik dana mereka. yulia yang begitu yakin bahwa semua ini adalah ulah dari iren dan juga wanita wanita yang datang kerumahnya mencari keributan...
"apa yang kita lakukan mam... aku tidak mau jatuh miskin" ucap gisel yang sudah gelisah
"kau jangan hanya bisa berbicara saja .. mama yakin ini semua pasti ulah iren, anak sialan itu sudah berani melawan kita sekarang.." ucap yulia dengan mengepalkan tangannya
"apa maksud mama...?" tanya gisel
"iren datang ke rumah ini bersama mertua serta kaka iparnya... dia sudah menikah, sepertinya keluarga suaminya sangat kaya" ucap yulia
"APA???.. jadi wanita itu kerumah kita mam?, kenapa mama tidak bilang padaku, asal mama tau.. iren menikah dengan anak satu satunya dari keluarga DIERJA.. keluarga yang sangat kaya raya... aku sudah lama mengincarnya mam.. tapi iren merebutnya dariku" ucap gisel dengan mata penuh amarah. lagi lagi irenlah yang merebut apa yang ia inginkan
"jadi dia menikah dengan orang kaya raya... ck, beruntung sekali dia" ucap yulia
"aku harus bisa mendapatkan riko mam.. aku tidak mau iren berada di atasku dan hidup bahagia.." ucap gisel
"kamu tenang saja sayang.. mama akan mengurus semuanya" ucap yulia
"apa yang akan mama lakukan... riko tidak akan bisa tertarik pada ku karna ia begitu mencintai iren" kata gisel gelisah
yulia tersenyum penuh kelicikan..."kita pakai saja cara lama, saat kita menyingkirkan mamanya iren" ucap yuylia tersenyum licik
"maksud mama..? kita buat iren jatuh dari tangga begitu?"
"kita tidak bisa melakukan itu sayang... lain halnya saat dulu kita dekat dengan mamanya.. kita pake cara lain untuk menyingkirkan putrinya.. "
"apa rencana mama?" tanya gisel
"liat saja nanti" ucap yulia
gisel yang mendengar mamanya mempunyai rencana licik untuk iren tersenyum penuh kemenangan... keinginannya memiliki riko begitu besar... apa lagi jika iren tidak ada.
"posisimu akan menjadi milikku iren" batin gisel
riko sedang berada di kantornya dengan setumpuk berkas.. ditemani oleh mario yang juga membantu riko dalam pekerjaannya..
"apa kau ingin aku carikan sekretaris rik?" tanya mario
"tidak..! untuk apa mempunya asisten" kata riko membuat mario kesal
"aku juga mempunyai pekerjaan yang belum selesai" gumam mario yang bisa di dengar riko
"itu deritamu sebagai asisten ku" ucap riko
"boss memang selalu benar..." batin mario
"kau saja.. aku tidak mau meninggalkan istriku" ucap riko
"tapi ini harus dihadirkan olehmu... ini masalah proyek hotel yang kau tangani waktu itu rik, kau juga bisa mengajak istrimu kan" ucap mario
"apa kau gila hah.. istriku sedang hamil... dia belum bisa perjalanan yang begitu jauh" kata riko menatap mario
"apanya yang jauh.. hanya butuh waktu beberapa jam kita sampai disana" batin mario
"istriku sedang hamil muda... jika terjadi sesuatu dengannya ,kaulah yang akan aku jadikan tumbal" kata riko
mario bergidik ngeri... karna apa yang riko ucapkan pasti benar.
"tidak tidak... oke jangan ajak istrimu, lagi pula ini adalah proyek impianmu, jadi aku saja yang hadir" kata mario
"baiklah.. aku akan kesana"
iren sedang bermain bersama axel... luna sengaja mengajak axel putranya ke rumah keluarga dierja, agar iren bisa melupakan kesedihannya..
"ante.. kata mommy ditini ada adik ecel, apa benel ante?" tanya axel menyentuh perut iren dan mengusapnya
iren tersenyum" iya benar sayang... diperut tante ada adiknya axel, nanti axel ajak main ya kalau adiknya sudah lahir" ucap iren
"mom... dipelut mommy kenapa belum ada adik ecel?" tanya axel menatap luna
luna yang mendapatkan pertanyaan itu menjadi bingung harus menjawab apa.. hingga suara yang sangat luna kenali menjawabnya.
"karna mom gak mau buatnya son.. daddy sudah sering ajak mommy tapi tidak mau" sambung sandy yang baru saja datang memasuki rumah
"daddy......." desis luna menatap suaminya tajam namun diabaikan oleh sandy
iren tersenyum melihat ke harmonisan keluarga kaka iparnya ini...
"mommy kenapa ndak mau buat adek bayi ... acel mau punya adik banyak mommy" ucap axel merengek pada luna
"hmmmm... iya sayang nanti ya. sekarang tunggu adek dari ante iren dulu ya sayang" ucap luna
"janji mom?" tanya axel
luna melirik suaminya yang hanya tersenyum "janji sayang" ucap luna terpaksa berjanji agar putranya diam
"inget kau sudah janji mom" bisik sandy
luna langsung mencubit lengan sandy dengan keras hingga mengaduh sakit... dan iren hanya cekikikan melihat kedua pasangan di depannya.