SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
membangunkan macan tidur



Mereka berencana untuk makan malam di luar, riko yang selalu menggenggam tangan iren dan tak mau melepasnya barang sedikitpun. Padahal iren tidak akan hilang ataupun kabur kemana mana.


"Ayo sayang duduklah" ucap riko saat mereka sudah sampai di restaurant dekat dengan pantai.


"Sepertinya kau sering kebali, mangakanya tau tempat yang bagus" kata iren


"Jelas... Keluargaku mempunyai villa disini, mana mungkin tidak pernah ke bali" sahut riko gemas


"Astaga... Iya aku lupa soal itu"


"Sudahlah.. Kau memang pikun!! Pelayan..." ucap riko sambil memanggil pelayan


Seorang pelayan wanita tersenyum dan langsung datang dengan langkah seksinya ke meja riko dan juga iren.


"Selamat datang di restaurant kami... Silahkan pesan makanan anda suka tuan" ucap si pelayan dengan nada genit


Iren yang melihat itu tidak suka, padahal bukan hanya ada riko tapi dirinya juga ,namun si pelayan itu malah hanya menatap riko dan menyapa riko.


"Maaf nona... Bisakah kau jaga matamu itu, disini juga ada aku, harusnya kau juga menyapaku... Apa seperti ini kerja pelayan disini, tidak bisa melihat pria tampan sedikit saja" sinis iren kesal


"Maaf nona... Silahkan pesan makanan anda" si pelayan memberikan buku menu pada iren dengan senyum dipaksakan


Pelayan itu mencuri pandang ke arah riko yang sedang memilih menu... Dan sengaja mendekatkan kakinya ke paha riko dan sedikit membuat riko terkejut.


"dasar pelayan bodoh... ingin membangunkan macan tidur rupanya" batin riko


"Hai... Apa yang kau lakukan" teriak iren yang sedari tadi melihat tingkah tak senonoh pelayan tersebut


Riko yang sengaja ingin melihat reaksi sang istri hanya diam...


"Sa....saya tidak melakukam apapun nona" ucap si pelayan itu


"Cih.... Kau sengaja mendekatkan dirimu ke tubuh SUAMIKU" teriak iren membuat pengunjung Lainnya memperhatikan mereka


Pelayan tersebut menunduk malu karna para pengunjung mencibirnya...


"Ada apa ini?" tanya seorang pria yang datang karna melihat kericuhan yang terjadi


"Pelayanmu membuat cemburu istriku ar" ucap riko yang masih duduk manis


Ardan adalah sahabat riko sekaligus pemilik restaurant tempatnya makan malam bersama sang istri.


"Hmmmm.... Aku sudah berapa kali menegurmu ela, jangan melakukan hal hal seperti ******* di sini... Kau ingin membuat pengunjungku kabur hah" bentak ardan pada ela


"Maafkan saya boss... Saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap ela menunduk malu.


"Seharusnya kau berfikir sebelum bertindak seperti tadi nona, pria yang kau goda adalah suamiku... Apa lagi kau terang terangan menggodanya di depan aku istrinya" ucap iren sinis


"Maaf nona... Maaf tuan" lirih ela


"Pelayan seperti ini tidak pantas dimaafkan... Pecat dia ar" pinta riko dengan tenang


"Baiklah..." ucap ardan menurut perintah riko


Iren yang melihat ardan begitu menurut dengan suaminya menjadi curiga... Sebenarnya siapa bossnya disini


"Apa kau kenal dekat dengan pemiliknya itu?" bisik iren


"Pantas saja menurut" gumam iren yang masih bisa di dengar oleh riko


"Sekali lagi maafkan pelayan itu rik... Aku akan memberikanmu makanan yang paling enak disini.. Dan geratis" ucap ardan tersenyum


"Benarkah?" tanya riko


"Hmm....tentu ,dari pada restaurantku tutup nantinya" sindir ardan


"Kau memang sahabat yang baik ar" kekeh riko


"Apa kau tidak mau mengenalkan istrimu ,kau tidak mengundang sahabatmu ke acara pernikahan" ucap ardan mengambil duduk di meja riko


"Apa penting?" tanya riko


"Cih... Sombong sekali kau"


"Ya ya ya... Sayang kenalkan dia ardan sahabatku" ucap riko mengenalkan iren dengan ardan


"Aku iren..."


"Ardan"


"Jaga mata jelalatan mu itu ar.. Kalau gak ingin ku congkel" ucap riko kesal


"Maaf maaf... Aku hanya ingin mengetesmu saja, kau hebat mencari istri ,lalu bagaimana dengan nona jessy?" tanya ardan membuat iren mengeryitkan dahinya


"Jangan bahas bahas jessy di depan istriku... Bukan hanya di depan istriku tapi di depanku" desis riko tak suka


"Baiklah... Tapi aku bersyukur kau tidak dengan si nona sok kaya itu" seru ardan


"Makananmu sudah datang.. Kalian nikamatilah makanannya dulu ,aku ada pekerjaan di dalam.. Selamat makan sobat" ardan menepuk pundak riko


"Iya..."


"Dengan sahabatnya dia seperti itu... Kasian sekali ardan punya sahabat seperti suamiku" batin iren


"Jangan ngedumel dalam hati sayang" ucap riko seolah mengetahui isi hati iren


Mereka makan dengan begitu lahap, makanan yang diberikan ardan membuat iren begitu kenyang namun masih ingin memakannya.


"Sayang... Jangan dipaksakan ,nanti perutmu sakit" ujar riko


"Tapi enak... Aku suka" ucap iren manja


"Sudahlah... Ayo kita pulang, ini sudah malam, aku sudah tidak sabar untuk makan yang lain" ucap riko menatap iren intens dengan senyum smirknya


"Dasar mesum..." iren yang mengerti ucapan riko merasa malu


"Kenapa wajahmu merah hmmm.... Kau malu yaaaaaa, ternyata istriku bisa malu juga" goda riko menoel pipi iren


"Jangan begitu... Malu dilihat orang riko" ucap iren


"Ya sudah ayo pulang.. Agar kita leluasa" ajak riko menarik tangan iren untuk pulang.