
"Kau kenapa sayang?" tanya riko saat sudah sampai di rumahnya
"Tidak apa apa... Kapan kita akan pulang" tanya iren cemberut
"Kenapa hmmm...?, apa kau sudah bosan disini?" tanya riko
"Iya aku bosan... Aku bosan melihat suamiku di goda para gadis disini, dan aku bosan melihat suamiku melihat wanita yang seksi seksi" ucap iren memayunkan bibirnya
Seketika tawa riko pecah mendengar ucapan sang istri karna wanita seksi...
"Sayang... Mana pernah aku melihat wanita seksi, di benakku hanya istriku lah satu staunya wanita seksi tidak ada yang lain" goda riko memeluk tubuh sang istri
"Cih... Gombal, aku lihat sendiri kau melirik bule bule yang berpakaian kurang bahan itu"
"Aku melihat karna justru heran... Karna aku berfikir apa mereka tidak punya baju.. Sampai jalan jalan saja memakai bikini seperti itu...sudah seperti wanita panggilan saja" ucap riko
"Tapi kau juga menikmati pemandangan itu kan" tuduh iren
"Rezeki tidak boleh di tolak sayang"
riko tersenyum melirik ke arah istrinya yang sudah mau marah padanya, ternyata istrinya kalau sedang marah karna cemburu itu begitu gemas.
"Apa kau bilang?...coba katakan lagi" ucap iren yang sudah mulai kesal kembali
"Aku hanya bercanda..." riko mencium leher iren dengan sedikit memberikan tanda tanda kissmark disana
"Jangan mesum..." peringat iren pada riko
"Sayang" panggil riko dengan suara seraknya yang sedang menahan hasratnya kepada sang istri
"A....apa"
"Boleh?" tanya riko memohon
Dan iren pun hanya menganggukan kepalanya.. Toh membahagiakan suami apa salahnya kan pikirnya.
Jadilah mereka melakukan penyatuan kembali....
•••
Setelah seminggu berbulan madu... Iren memutuskan untuk mengajak riko pulang... Ia sudah sangat ingin bekerja lagi, dan parahnya suaminya mengatakan ingin pulang jika ia sampai hamil namun iren menolak keras dan memaksa riko agar mengikuti keinginannya...
"Ayolah sayang... Aku bosan disini kita pulang saja ya ,aku kangen axel kangen kak luna ,mommy semuanya" ucap iren memelas pada riko
Riko yang melihat nada memohon sang istri menjadi tidak tega... Lagi dan lagi ia harus mengalah.
"Baiklah, aku akan menyuruh suruhanku menyiapkan jet pribadi lebih dulu, kau bisa siap siap untuk kita pulang" ucap riko di sambut rasa gembira oleh iren
"Terimakasih daddy sayang muaachh" iren mengecuo bibir riko
"Tadi kau panggil aku apa?" tanya riko yang merasa salah dengar
"Daddy"
"Ulangi lagi"
"Daddy sayang" ucap iren
"Lagi"
"DADDY DADDY DADDY DADDY DADDY... PUAS" lama lama iren merasa jengkel. Suaminya itu seperti orang bolot saja
"Hah... Rasanya aku tidak ingin pulang, masih ingin disini mengurungmu di kamar sayang" riko merangkul leher iren dan mengecup kening sang istri beberpaa kali
"Jangan ingkar janji... Awas saja"
"Baiklah... Karna istriku sudah membuat daddy senang ,kita akan pulang hari ini" ucap riko terseyum dan kembali mengecup kening iren
"Sama sama mommy anak anakku"
Mereka berdua merasa geli sekaligus bahagia... Dan pada akhirnya tertawa bersama
"Semenjak menikah denganmu aku merasa berbeda sayang" ucap riko
"Berbeda bagaimana?" tanya iren bingung
"Aku merasa jika aku hidup kembali"
"Hah?... Bukannya kau memang masih hidup" jawab iren membuat riko gemas
"Maksudku rasanya hidupku terasa tidak sepi lagi sayang"
"Aku juga merasa berbeda saat menikah denganmu" ucap iren
"Berbeda kenapa?" tanya riko balik
"Aku merasa aku bertambah tidak waras karna ketularan dirimu" iren langsung berlari keluar kamar meninggalkan riko yang sudah ingin mengomel padanya
"Sayang... Jangan lari ,kemari kau" ucap riko mengejar iren
Jadilah mereka saling mengejar seperti film india ya guys hahahaha...
Hingga akhirnya riko bisa menangkap iren dan memeluknya erat...
"Kau nakal sayang... Harus dihukum" ucap riko menampilkan smirk devilnya
"Aku bercanda... Jangan hukum aku"
"Tidak... Kau sudah jahat mengerjai suamimu"
"Iya iya.. Aku minta maaf suami, sungguh aku hanya bercanda saja" ucpa iren dengan suara ngos ngosan
"Tidak mau... Pokonya kau harus dihukum" riko menatap intens iren
Mereka saling memandang satu sama lain... Dan wajah riko perlahan mendekat ke wajah iren. Sampai akhirnya sebuah benda kenyal menempel dibibir iren dengan sempurna.
Riko mencium bibir mungil milik istrinya dengan sedikit kasar namun mampu membuat iren terbuai.
"Kau ingin membunuh istrimu ya" iren yang kehabisan nafas langsung mendorong riko keras
"Itu hukuman untukmu sayang, jangan macam macam dengan suamimu ini" riko tersenyum dan membelai wajah iren
"Ck.... Ya sudah ayo kita siap siap" ajak iren menarik riko kembali ke kamarnya
•••
Kini mereka sedang berada di dalam jet pribadi... Dengan kepala iren bersandar di pundak riko begitu nyaman.
Entah kenapa riko sangat menyukai jika istrinya bersifat manja padanya, berbeda saat pertama kali menikah, sangat galak
"Sayang, kau ingin punyak anak berapa?" tanya riko
"Anak?... Apa kau begitu menginginkannya?" tanya iren yang kini sudah menatap riko
"Tentu... Setiap pernikahan akan mendambakan seorang anak"
"Tapi apa jika aku hamil kau lalu tubuhku gemuk dan tidka cantik lagi.. Apa kau masih mau denganku?" tanya iren
"Apa yang ada dipikiranmu itu hmm.... Tentu saja aku akan selalu bersamamu, aku akan menjagamu dan anak kita sampai aku mati" ucap riko penuh dengan keyakinan.
"Kalau begitu apapun anak kita nanti... Aku terima, karna dia nantinya adalah pelengkap keluarga kecil kita"
"Aku juga... Aku ingin anak kita tumbuh sehat" kata riko