
pagi harinya semua berkumpul di meja makan, iren bersikap biasa... menyiapkan sarapan untuk riko dan membantu mertuanya untuk mmeyiapkan makanan di meja makan. semua menjadi hening... dan terasa berbeda, orang tua riko pun menyadari jika terjadi sesuatu dengan anak juga menantu mereka itu. namun tidak ingin ikut campur dalam masalah rumah tangga riko.
"ekhem... ren bagaimana keadaan bayimu nak?.." tanya farah pada iren.
"baik mom.. kandunganku sehat" jawab iren tersenyum menanggapi pertanyaan mertuanya...
"rik... apa terjadi sesuatu diperusahaan. dad lihat kau seperti tidak tidur semalaman..?" tanya daddy. dan pikiran daddynya memang benar jika dirinya tidak tidur semalaman karna memikirkan sang istri yang sedang merajuk.
"tidak dad... tapi memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan.." sahut riko
"masalah apa son..?" kini faralah yang bertanya karna penadsaran dengan masalah yang dimaksud oleh putranya tersebut.
"aku bisa menyelesaikannya sendiri mom.. jangan hawatir.." ucap riko
"baiklah... tapi jika butuh bantuan hubungi saaj dad atau kaka iparmu, agar mereka bisa membantu masalahmu nantinya" ucap farah
"iya mom.."
"menantu...!!! kenapa tumben sekali kau hanya diam saja, apa ada sesuatu yang kau pikirkan?" tanya daddy yang begitu pekanya terhadap raut wajah anak anaknya.
"ti....tidak ada dad, aku baik baik saja" ucap iren
"syukurlah ka;au begitu.. jagalah kondisimu.. jangan sampai kau kelelahan nantinya" kata daddy yang begitu perhatian terhadap menantunya.
"baik dad..."
selesai dengan acara sarapan bersama... iren mengantar riko ke depan rumah. itu sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mengantar suami ke depan rumah jika akan berangkat kerja bukan?.. tapi saat riko ingin mencium keningnya.. iren langsung menghindar..
melihat itu membuat riko menjadi sendu... sungguh.. kesalahannya begitu membuat istrinya menjauh darinya.. mungkin itu hukuman untuknya karna sudah melakukan hal yang keterlaluan.
"aku berangkat ke kantor dulu.. jaga diri baik baik, aku akan pulang secepatnya" ucap riko
"hmmmmm"
mendengar balasan iren lagi lagi membuat hatinya sakit.., riko emmilih masuk ke mobilnya dan meningglakan pelantaran rumah menuju kantor.
iren langusng masuk ke kamar dan menguncinya... dia ingin sendiri dan merenung apa yang dilakukannya saat ini benar atau salah. walaupun rasa kecewanya begitu besar pada riko namun cintanya jau lebih besar lagi terhadap sang suami.
"maafkan mom ya beby... mo harus memberikan pelajaran pada daddy-mu karna dia sudah membuat kita bertemu musuh mom dijalanan, dan meninggalkan kita juga." iren mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat itu.
tok...tok...tok
iren yang mendengar jika mertuanya yanga ada di luar langsung membuka pintu kamarnya...
"ada apa mom..?" tanya iren
farah langsung menarik iren agar duduk di sofa kamarnya..
"apa kau dan riko baik baik saja hmmm?" tanya farah
mendengar itu iren langsung memeluk mertuannya dengan erat... ia menceritakan apa yang terjadi padanya dan juga riko, menceritakan bagaimana riko meningglakannya sendiri di jalan dan juga bertemu dengan gisel saudari tirinya.
farah benar benar marah dengan apa yang dilakukan riko terhadap menantu kesayangannya, dan berencana akan memberikan riko pelajaran nantinya.
"apa mom akan memarahi suamiku..?" tanya iren was was..
"tentu.. mom akan memarahinya, kau tenang saja.." ucap farah
"tapi mom... jangan menghukumnya terlalu berlebihan, aku tidak mau suamiku sakit atau tersiksa.." kata iren lirih
farah tersenyum.. " tenang saja sayang.. kau akan melihat seperti apa aku memarahinya dan memberikan hukuman padanya nanti" ucap farah
"terimakasih mom... aku bersykur memiliki mertua yang seperti mom, aku menyayagimu mom" ucap iren memeluk kembali farah.
"itu sudah tugasku sebagai mertua yang beruntung mendapatkan menantu sebaik dirimu.." kata farah
•••
dikantor riko memikirkan cara bagaimana agar istrinya tidak lagi marah padanya. sungguh ia menjadi tadak konsentrasi bekerja jika seperti ini.
"permisi pak riko yang terhormat..., apa anda baik baik saja pak?" kata mario dengan formalnya.
"aku sedang pusing yo... istriku sedang marah padaku" ucap riko beecerita tentang masalahnya pada mario.
"tentu saja nyonya muda akan marah... kau membenatknya di japan lalu meninggalkannya begitu saja.. ck ,jika aku menjadi iren.. sudah pasti meminta cerai padamu" ucap mario
"aku tidak sengaja meninggalkannya... kau jangan bicara seenaknya.. mana mungkin iren akan minta cerai padaku" sarkas riko
"aku tidak bilang iren akan meminta cerai padamu, aku kan hanya bilang JIKA AKU MENJADI IREN" sahut mario yang tak mau kalah kali ini
"percuma aku bercerita padamu.. malah membuatku tambah pusing saja" ucap riko memijat pelipisnya