SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
kebahagiaan riko dan iren



setelah sadarnya iren, riko langsung membawa istrinya itu untuk mengunjungi dokter kandungan, rasa bahagia begitu terlihat di wajah riko, namun iren yang masih belum mengetahui apapun menjadi terheran dan juga bingung dengan suaminya ini. saat ia baru sadar dari pingsan, varo langsung menggendongnya ke mobil tanpa penjelasan apa apa.


" sebenernya kita mau kemana sih rik?" tanya iren


"kita ke rumah sakit sayang" sahut riko


"ngapain....?? aku kan udah baik baik saja, untuk apa kita ke rumah sakit lagi?" tanya iren


"kau harus diperiksa sayang... agar semuanya jelas" kata riko ambigu membuat iren semakin heran dengan suaminya ini


iren mengira bahwa dirinya sedang sakit parah...


"apa aku punya penyakit serius?" tanya iren yang sudah berkaca kaca ingin menangis


riko yang melihat istrinya ingin menangis langsung menggeleng dengan cepat...


"tidak sayang... kau cukup diperiksa, nanti juga tau" kata riko


sampainya di rumah sakit, riko langsung mengajak iren ke dokter kandungan yang sudah ia hubungi untuk memeriksa istrinya,


"selamat siang tuan riko... silahkan duduk" ucap dokter paruh baya tersebut


"iya dok.." ucap riko dan iren hanya mengikuti


"apa dia istri anda yang akan saya periksa tuan?" tanya bu dokter


"kau pikir siapa lagi istriku... kalau bukan dia yang dismapingku, tidak mungkin aku mengajak orang lain kesini" ucap riko sinis membuat dokter tersebut gelagapan


"maafkan saya tuan"


"mari ikut saya nyonya" ucap dokter itu lagi


iren menganggukan kepalanya mengikuti intruksi sang dokter...


sang doketr mulai memeriksa perut iren dan melakukan USG untuk memastikannya... setelah itu mereka duduk kembali..


"bagaimana dok?' tanya riko dengan antusias


dokter hanya tersenyum "dugaan tuan memang benar... bahwa istri anda tengah hamil, dan usia kandungannya menginjak 1 bulan, selamat tuan riko dan nyonya riko.. keluarga dierja akan bertambah anggota keluarga" ucap sang dokter memberikan selamat kepada riko dan iren


"jadi aku hamil? ucap iren lirih melirik ke arah riko yang juga mentapnya dengan tersenyum dan menganggukan kepalanya


"iya nyonya... anda sedang hamil, di awal kehamilan sangalah retan dengan keguguran, saya menyarankan agar anda  meminum vitamin dan juga susu ibu hamil, jangan terlalu mengerjakan pekerjaan yang begitu berat, apa lagi kalau sampai nyonya banyak pikiran, itu sangat beresiko bagi kandungan anda" ucap sang doker


"lalu dok... istri saya akhir akhir ini mengalami pusing dan juga mual, apa tidak berbahaya?" tanya riko


"tidak tuan... itu adalah hal yang wajar bagi setiap wanita yang hamil muda, kemungkinan itu terjadi sampai usia kandungan menginjak 3 sampai 4 bulan" ucap sang dokter


"baiklah dok... terimakasih atas penjelasannya" ucap iren  tersenyum


selesai memeriksa kandungan... riko mengantar iren untuk pulang kerumahnya dan memberikan kabar bahagia ini kepada keluarganya...


"astaga rik... kau ingin mom jantungan son?" tanya farah mengelus dadanya


"sorry mom... hari ini aku sangat bahagia mom" ujar riko


farah begitu heran dan langsung menoleh ke arah iren yang juga terlihat bahagia sama seperti riko...


"ada apa rik, apa yang membuat kalian menjadi tersenyum dan bahagia seperti ini?" tanya mommy


riko dan iren saling bertatapan...


"aku akan jadi seorang daddy mom..." teriak riko memutar mutarkan tubuh mommynya


"astaga son... benarkah" tanya farah yang juga ikut bahagia mendengar kabar kehamilan menantunya itu


"iya mom.. usia kandungannya 1 bulan, aku sangat bahagia mom, ini yang aku tunggu tunggu" ucap riko memeluk mommy dan juga istrinya


" ada apa ini?" tanya daddy


"dad.... kita akan mendapatkan cucu lagi " ucap farah memeluk suaminya karna bahagia


"serius rik, istrimu sudah hamil?" tanya daddy


"ya dad.... aku akan jadi daddy sepertimu" ucap riko bahagia dan juga bangga akan menjadi seorang daddy


iren yang melihat kebahagiaan suaminya ikut berbahagia, mereka memang sudah menantikan kehadiran buah hati di tengah tengah mereka.


"kita harus rayakan ini besar besaran" kata farah


"iya aku setuju" ucap riko


"tidak usah mom... aku masih hamil muda, dan itu masih sangat rawan, akan lebih baik jika melakukan perayaan saat kandunganku sudah berumur 7 atau 8 bulan saja" ucap iren


"yang dikatakan iren benar... usia kandungan sekarang sangat pamali jika melakukan pesta... takut akan ada hal yang tak diinginkan" ucap daddy


ucapannya sang daddy membuat riko sedikit takut jika terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya...


"baiklah sayang... aku akan mengikuti apa katamu saja" ujar riko mencium kening iren


"mom akan memberikan kabar bahagia ini pada luna, dia pasti senang" ucap mommy


riko mengajak iren agar beristirahat di kamar... karna memang iren harus banyak istirahat di kehamilan mudanya, apa lagi kondisi iren yang tadinya drop membuat riko begitu panik... namun semua sirna saat ia mengetahui jika istrinya sedang mengandung anak mereka, di dalam rahim istrinya tredapat sebuah nyawa yang akan memanggilnya daddy.


"terimakasih sayang... kau membuat hidupku sempurna" ucap riko dibalas senyuman tulus dengan iren


"aku juga bahagia sama sepertimu sayang... aku sangat ingin dia cepat cepat lahir ke dunia" ucap iren menyentuh perutnya yang masih rata


"aku berjanji akan menjaga kalian selamanya.. bahkan saat nanti dia memiliki adik dan juga cucu'' ucap riko