
setelah berhasil menenangkan iren, riko mengajak iren untuk pulang kerumah, dengan mata yang masih sembab. dan kebetulan dirumah sudah ada mommy dan kak luna, mereka sedang berbincang mengenai masalah fashion terlihat dari majalah yang dipegang oleh ka luna.
"hay mom..." sapa riko
dengan cepat mommy dan luna mengedarkan pandangannya ke arah riko dan juga iren. namun saat mereka memperhatikan wajah iren sangat terlihat berbeda dari biasanya.
"apakah kau habis menangis" tanya luna yang menangkup kedua pipi iren.
"tidak kak...!!!, aku baik baik saja." ucap iren mencoba untuk tersenyum
"jangan mencoba menutupi apapun dari kami nak, mommy sudah menganggapmu seperti anak kandung sendiri, bukan sebagai menantu. jadi apapun masalah yang kau hadapi jangan kau pendam sendiri, kami akan selalu mendukung mu" ucap sang mommy
iren langsung menghambur memeluk erat ibu mertuanya, tangisannya langsung pecah saat ada didekapan wanita paru baya yang sudah menganggap ia sebagai anaknya sendiri. iren selalu merasa bersyukur dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya. keluarga sang suami tak pernah mempermasalahkan status sosialnya.
"mom... ini semua salahku, aku tak sengaja membawa seseorang dimasa lalunya, sehingga membuatnya mengingat kejadian dimana ia diusir oleh ibu dan juga saudari tirinya." ucap riko dengan merasa bersalah
"jadi maksudmu kalian bertemu orang picik itu?, bagaimana bisa kau membawa mereka kepada iren." ucap luna menatap riko dengan tajam
"aku benar benar tidak tau jika dia adalah wanita dimasa lalu istriku, ini salahku... karna tidak mencari tau dengan detail siapa yang telah mengusir istriku dan juga mengambil harta keluarganya" ucap riko
"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, bukankah kau sudah mengetahuinya sekarang?" tanya luna
"sudahlah kak, aku tidak mau lagi berhubungan dengan mereka" ucap iren lirih
"sayang... dengarkan mommy, mereka harus menerima apa yang mereka perbuat padamu ren, mommy tidak mau jika menantu mommy diperlakukan tidak adil dalam keluarganya" ucap mommy
"tapi mom....."
"mommy benar ren.. jangan halangi riko untuk menghancurkan mereka, biarkan riko menghancurkan perusahaan ayahmu dan mengambilnya untukmu, itu hakmu"ucap luna
"aku tidak butuh itu kak... aku sudah cukup hidup damai sekarang, karna kalian adalah rumahku, keluargaku yang tulus... aku tidak mau membuat kalian menjadi jahat karna masalahku" kata iren
"tidak... aku akan tetap membalas perbuatan mereka yang sudah menghina istriku... yang sudah membuat istriku menderita, jangan halangi aku... ini sudah menjadi keputusanku" ucap riko pergi ke dalam ruang kerjanya
luna mendekati iren dan memeluknya... ia sangat mengenal iren, wanita yang ia temui dikantor suaminya pertama kali... yang mampu membuatnya betah jika dikantor sandy. bahkan luna mengetahui bagaimana kehidupan iren setelah orang tua kandungnya meninggal.
"aku akan bertemu dengannya dan memberikan pelajaran... kau tidak usah hawatir adik ipar" ucap luna
"aku juga ikut kak... aku ingin melihat rumah papa.. aku ingin melihat suasana disana lagi" ucap iren
"baiklah.. kita kesana bersama nanti, tidak akan ada yang bisa melawan 3 wanita dari keluarga DIERJA" ucap luna
"iya benar... mom setuju dengan ucapanmu sayang' kata mommy
"ya udah mom.. aku ingin menyusul riko ke ruang kerjanya dulu.. sepertinya dia masih merasa bersalah padaku" ucap iren
"iya sayang.. temuilah dia" kata mommy
iren membuka pintu ruangan riko dengan pelan.. dilihatnya sang suami sedang menutup mata sambil memijat pelipisnya.
"sayang" panggil iren yang sudah duduk dipangkuan riko. mengalungkan tangannya dileher sang suami
"kau mengagetkan ku sayang" ucap riko mencium kening iren
"jangan merasa bersalah lagi... itu bukan salah mu, lagipula kau tidak tau bagaimana wajah mereka kan, hanya tau bagaimana kehidupan pahitku saja" ucap iren tersenyum pada riko
"aku tidak akan merasa bersalah lagi padamu sayang... asalkan kau mengijinkan ku untuk membalas apa yang mereka lakukan padamu" ucap riko
"aku tau kau melakukan itu karna sangat mencintaiku... buatlah mereka hanya kehilangan rumah dan perusahaan papaku, aku ingin rumah itu kembali padaku seperti dulu rik" ucap iren lirih
"aku akan berusaha mengambil apa yang seharusnya menjadi milik istriku ,cukup kau percaya pada suamimu ini sayang" kata riko mencium pelipis iren
"terimakasih sayang" ucap iren menyandarkan kepalanya di dada bidang riko.
"apa kau ingin menemaniku kerja disini?" tanya riko
"ya.. aku akan menemani suami kerja, tapi aku nyaman dengan posisi ini ,tidak apa kan?" kata iren menatap suaminya
"tidak apa sayang... tidurlah disini ,aku akan menjagamu" ucap riko menyandarkan kepala iren lagi di dadanya
"aku mencintaimu"
"aku juga mencintaimu" jawab riko