
Dikantor iren begitu gursang... Ia tak habis pikir dengan suaminya itu... Kenapa sekarang mesum dengannya. Iren sampai tidak fokus bekerja karna memikirkan kejadian ciuman yang dilakukan riko padanya
Kertas yang ada di mejanya menjadi plampiasan iren dengan mencoret coret kertas tersebut hingga robek.
Sandy yang baru saja datang melihat adik iparnya sedikit aneh dan sedikit menyeramkan... Bagaimana tidak..!! iren seperti psychopath Walaupun korbannya hanya sebuah kertas.
"Ren... Kau tak apa kan?" tanya sandy
"Tidak pak..." ucap iren namun tidak melihat ke arah sandy
"Kalau begitu aku ke ruangan dulu"
"Iya pak" sahut iren membuat sandy begidik ngeri
tanoa menghiraukan sandy, iren terus saja mencabik cabik kertas itu...
"Awas saja kau riko....tunggu balasanku" ucap iren menusuk nusuk kertas yang sudah babak belur tersebut
"hmmmmm ciuaman pertamaku" batin iren memanyunkan bibirnya
•••
Dikantornya riko kembali menjadi boss yang cuek dan dingin di depan karyawannya, kecuali sekretarisnya dan juga asisten pribadinya yang memang sudah kenal sejak ia menjabat sebagai ceo.
Dini adalah sekretaris daddy nya dulu, ia juga bukan seoang single melainkam sudah mempunyai suami serta seorang anak.
sedangkan asistennya adalah romi, anak dari asisten pribadi daddy nya dulu. romi sedang melakukan perjalanan bisnis kel luar kota atas perintah riko...
"Maaf mengganggu pak, di luar ada nona jessy ingin menemui anda" ucap dini
"Lain kali jangan biarkan dia masuk ke perusahaan... suruh penjaga atau satpam di luar langsung mengusirnya, Untuk kali ini biarkan di masuk menemuiku" ucap riko dingin
"Baik pak" dini langsung keluar dan mempersilahkan jessy masuk.
Dengan langkah anggun jessy mendekati meja riko, ia langsung mengambil duduk di kursi depan meja riko.
"Apa aku menganggumu?" tanya jessy tersenyum
"Sangat"
Jawaban riko membuat jessy geram , namun masih ia tahan agar tidak emosi.
"Aku tau kau marah padaku karna lancang di pesta itu... Saat itu aku emosi, Maafkan aku" ucap jessy mengambil tangan riko untuk di genggamnya
"Jangan sentuh aku" riko menghempaskan tangan jessy dengan kasar.
"Kenapa kau berubah... Kenapa kau kasar padaku rik?" tanya jessy sedih
Jessy begitu tidak suka dengan ucapan riko yang menyuruhnya menjauh...., ia sudah lama menginginkan riko dan ingin menjadi nyonya dierja.
"Setelah kau merasakan tubuhku, sekarang kau ingin meninggalkan aku begitu saja?.... Kau pria brengsek riko" teriak jessy
"Seperti yang kau lihat... Aku memang pria brengsek, dan soal tubuhmu itu (tersenyum miring), bukan hanya aku yang merasakannya... Right?" ucap riko tersenyum licik di depan jessy
"Tapi saat aku berhubungan dengamu... Aku sudah tidak tidur dengan pria manapun lagi rik... Hanya kau" lirih jessy menangis
Riko tidak peduli sama sekali "itu bukan urusanku... Sekarang kau bebas dengan siaapun" ujar riko malas
"Kau ******** rik... Aku tidak akan membiarkanmu bahagia setelah menyakiti hatiku" jessy menangis meinggalkan kantor riko.
BRAKKKK...
jessy menutup pintu dengan begitu keras membuat dini terkejut hingga mengelus dadanya...
"Ya tuhan.... Dia begitu kasar, untung saja pak riko masih waras dalam memilih pasangan" ucap dini menggelengkan kepalanya
Riko yang sudah membereskan pekerjaan mengirimi pesan kepada iren intuk mengajaknya makan di luar.
Belum sempat menaruh ponselnya, tiba tiba sudah berbunyi, pertanda ada yang menelponnya.. Dan ternyata dari iren.. istri nakalnya. Riko tersenyum melihat nama kontak di ponselnya itu.
Istri nakalku 📞....
"Haloo istri" ucap riko tersenyum
"Aku tidak bisa makan diluar denganmu, aku baru saja makan dan akan lembur hari ini" kata iren di sebrang telpon
"Baiklah.... (sedikit kecewa), Aku akan menjeputmu saat pulang, jangan memakai taksi ataupun gojek dan sebagainya" ucap riko
"Tidak usah... Kaka iparmu akan mengantarku pulang" ucap iren
"Tidak boleh... Jangan berharap kau pulang dengan sandy, aku yang akan menjemputmu" kesal riko
"Kau lupa... Jika kau yang mejemputku ke kantor, pernikaha kita akan ketahuan orang"
"Hai... Kau menikah dengan pengusaha tertampan dan kaya raya... Kenapa kau takut sekali ketahuan menikah denganku"
"Tentu saja aku takut... Aku tidak mau memiliki banyak musuh nantinya , apa lagi mantan mantanmu yang seperti monster monster itu"
"Terserahmu"
Tuuuuuuutttttttt......
Panggilan langsung dimatikan oleh riko, ia begitu kesal dengan iren..., apa wajahnya begitu buruk sampainya ia tidak mau mengakuinya sebagai suami.