
3 hari sudah iren berada di rumah sakit, tak sedikitpun riko meninggalkan iren sendirian... riko juga belum memberikan pelajaran bagi pelaku yang sudah membuat istrinya terluka, walaupun dirinya sudah mengetahui siapa dalang dibalik celakanya iren, riko hanya diam dan ingin memberikan pelajaran kepada si sepelaku sendiri.
riko sengaja tidak memberitahu istrinya jika ibu dan saudari tirinya yang berencana membunuhnya serta membunuh calon anak mereka, untungnya mereka gagal. riko bersumpah jika kejadian ini tidak akan terjadi untuk ke 2 kalinya.
"apa yang kau fikirkan.. kenapa melamun seperti itu?" tanya iren
"tidak apa apa sayang, aku hanyaa sedikit memikirkan pekerjaan saja"
"maaf karna menjagaku, kau tidak bekerja ke kantor.. pasti pekerjaanmu menumpuk sekarang" ucap iren
"hei...hei sayang, aku tidak masalah soal itu, semua pekerjaanu sudah mario yang megurusnya, jangan terlalu banyak berfikir okeeee"
"tapiiiiii..."
"tidak ada tapi tapian sayang... kau lebih penting dari apapun, bahkan nyawaku sekalipun" kata riko
"kau ini ingin menggombal hmmmm..." iren memeluk lengan riko dan menyenderkan kepalanya di bahu riko
"aku serius sayang, aku tidak mempunyai bakat menggombal.. itu tulus dari hatiku" kata riko mengecup pelipis iren
"ayo bersiaplah untuk pulang.. kau sudah boleh pulang hari ini" sambung riko lagi membuat iren senang
"kenapa tidak bilang dari tadi sih..." gerutu iren melepaskan tangannya dari lengan riko
"jangan marah sayang... ayo bersiap siap " kata riko diangguki cepat oleh iren
di temapat laim gisel dan juga yulia merasa takut beberapa hari ini, karna rencananya juga tidak berhasil dan takut jika keluarga riko akan menangkapnya dan sang mama ke penjara,,
"sel, apa perlu kita pergi keluar negri untuk kabur" kata yulia
"ma... keuangan kita sedang menipis, perusahaan sedang diambang kehancuran, kita tidak bisa pergi kesana tanpa uang, kita mau hidup seperti apa jika keluar negri ma.. jangan takut, mereka pasti tidka tau jika kita dalangnya,,, kalau mereka tau, sudah pasti sejak awal kita ditangkap" ucap gisel
"tapi mama tidak bisa tenang sel... apa yang harus kita lakukan" kata yulia
"ini semua rencana mama bukan?, lalu kenapa sekrang mama takut.. harusnya mama berfikir sebelum melakukan hal gila ini, kalau saja iren mati, kita bisa senang.. tapi dia masih hidup ma.. aku tidak bisa bersama riko" kata gisel kesal terhadap mamanya
gisel berfikir sejenak, ucapan mamanya ada benarnya juga... apa salahnya dia merayu riko dan memohon sedikit rayuan untuk menjadi istri yang kedua.. banhkan menjadi simpananya pun aku mau.
"kata mama benarku.. aku akan menemuinya dan merayunya dengan wajah cantikku" ucap gisel
"itu baru anak mama... kau harus memakai pakaia yang seksi dan tampil cantik, agar riko bisa terpikat" kata yulia tersenyum
"tentu.. aku akan membuat riko melupakan iren, bagaimanapun caranya" ucap gisel
riko telah sampai di rumah orang tuanya.. para maid juga para penjaga rumah keluarga dierja menyambut uren dan juga riko dengan menundukan kepalanya..
"selamat pulang kerumah sayang.." ucap mommy memeluk iren
"terimakasih mom.." kata iren membalas pelukan mommy
"dad senang kau sudah sembuh sayang" ucap daddy memeluk iren dibalas pelukannya oleh iren
"apa mom tidak ingin memelukku?" tanya riko
"kau sudah sering bertemu mom dan berpelukan.. dasar" farah langsung memeluk riko juga
"dimana kak luna..?' tanya iren
"luna tidak bisa menyambutmu.. karna sandy ada pekerjaan diluar negri, dan luan juga axel menemani mereka" kata daddy
"kenapa tidak berpamitan pada kami..?" tanya riko
"mereka tidak ingin menganggu kemesraan kalian di rumah sakit.. mungkin saat sampai luna akan menelponmu" kata mommy
"tepatnya menelpon istriku bukan aku mom.." kata riko membenarkan ucapan mommy-nya
",hahahaha... cemburu pada istrimu rik.." ucpa daddy
"tidak.. hanya saja aku merasa bukan adik kandungnya dad" kat riko membuat yang lainnya tertawa