
riko berlari cepat tanpa menghiraukan pandangan karyawannya, diikuti mario dan juga dini di belakangnya, riko berlari ke tempat dimana iren terkurung.
brak brak brak..
"SAYANG" teriak riko menggedor gedor pintu tersebut
"sayang ini aku, bicaralah" teriak riko lagi
"sebaiknya dobrak saja pak" usul dini
riko langsung mindur 3 langkah dan langsung dengan cepat mendobrak pintu tersebut...
"sayang" lirih riko
di ruangan sempit... di ruangan yang tidak ada udara, iren sedang meringkuk ,memekuk kedua kakinya dna menyembuyikan wajahnya.
mario dan juga dini hanya diam melihat keadaan iren..
"sayang... aku datang" ucap riko lirih mendekap istrinya. namun saat riko mendekap iren tiba tiba tubuh iren ambruk di pelukan riko.
wajah iren terlihat jeleas begitu pucat... karna sinar yang masuk dari luar pintu uang baru saja di dobrak oleh riko.
"sayang bangunlah..." riko mencium kening iren
"bawa dia ke rumah sakit rik... wajahnya begitu pucat" ucap mario.
riko langsung menggendong iren ala bridal style ke mobilnya.. tanpa peduli dengan tatapan tatapan orang yang melihatnya.
"cepat bawa mobilnya" perintah riko pada supirnya dengan kasar
dengan cepat supir tersebut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata..
"kenapa lambat sekali... lebih cepat sedikit, istriku sedang sakit bodoh" teriak riko memaki supir pribadinya
"iiii...iya tuan sebentar lagi akan sampai" ucap supir gemeteran
dan akhirnya mobil riko masuk ke plantaran rumah sakit, dengan cepat riko keluar dari mobilnya dan membopong iren agar mendapatkan penanganan cepat dari dokter.
perawat yang melihat kedatang riko langsung membawakan brankar dan mendorong iren masuk ke ruang UGD.
"tolong selamatkan istri saya" teriak riko saat iren telah masuk ke ruangan dan sudha tertutup rapat
mario dan juga dini baru saja sampai ke rumah sakit..
"sabar rik... istrimu pasti baik baik saja" ucap mario
"bagaimana aku bisa tenang yo... istriku tak sadarkan diri di ruangan gelap dan pengap seperti itu" sentak riko
"aku akan memberikan pelajaran untuk karyawan yang mencelakai nona iren pak" ucap dini
"tidak... aku sendiri yang akan memberikan pelajaran setimpal bagi mereka, aku akan buat mereka berlutut di hadapan istriku dan menangis memohon ampun padanya" ucap riko
"apa aku harus mengabari keluargamu rik?" tanya mario
"ya... kau kabari keluargaku, aku tidak ingin mom dan dad tau dari orang lain" kata riko
"din.. kembalilah ke kantor dan urus pekerjaanku sementara waktu sampai istriku membaik ,setelah itu kau bisa langsung mengurus pengunduran dirimu di HRD" ucap riko di angguki dini dengan sopan
"dan kau mario pantau orang yang ingin berniat jahat pada istriku... kurung mereka di tempat dimana istriku terkurung" perintah riko
"baiklah.. kalau begitu aku pamit dulu" ucap mario
kini tinggalah riko sendiri menunggu iren yang masih di tangani dokter dan menunggu keluarganya yang baru saja di hubungi oleh mario.
"aku akan balas apa yang mereka oerbuat padamu sayang" batin riko sambil mengepalkan tangannya juat kuat
dokter yang menangani iren keluar dari ruangan, riko langsung berdiri mendekati sang dokter dan memberika pertanyaan bertubi tubi.
"bagaimana keadaan istriku"
"dia tidak apa apa kan"
"apa yang ada serius"
"jawab...!! kenapa kau diam saja hah" teriak riko
"tenang tuan..., istri tuan riko tidak apa apa, hanya saja dia mengalami syok dan tubuhnya lemah karna belum makan, itulah yang menyebabkan dia pingsan"
"huhhhfff.... syukurlah, apa aku bisa menemui istriku?" tanya riko
"bisa pak.. tapi kami akan memindahkan nyonya ke ruangan rawat lebih dulu, jika besok kondisi nyonya lebih baik maka boleh pulang"
"ya..."
tak lama keluarganya datang dengan tergesa gesa mendekati riko yang baru saja berbicara dengan dokter tadi.
"rik... bagaimana bisa iren masuk rumah sakit hmmm" tanya mommy
"ya son... bukannya tadi di rumah iren baik baik saja" ucap daddy
"jelaskan rik... jangan diam saja, aku juga butuh penjelasanmu" kata luna
sandy yang di samping luna hanya bisa menenangkan istrinya itu..
"di terkurung di ruangan kosong... karyawanku tidak menyukai iren karna mengira bahwa iren hanyalah seorang wanita bayaran yang ingin menggodaku maka daei itu mereka melakukan itu kwpada iren" ucap riko
"lebih tepatnya mereka menyukaimu kan" ucap luna
"kasian iren.... mom minta kau pecat karyawanmu itu, mom tidak mau di perusahaan ada penjahat yang berani menyentuh menantu mom" kata farah
"aku akan membereskannya mom, ayo kita lihat iren... dia sudah dipindahkan ke ruang rawat vip" kata riko
mereka semua masuk ke ruang rawat dimana iren sedang terbaring lemah dengan jarum infus.
"sayang" ucap riko lirih. bahkan suara tercekat dan ingin menangis
"keluarganya duduk di sofa yang tersedia disana, memberikan waktu riko dengan iren.
"sadarlah... aku disini, jangan takut lagi... maafkan aku karna tidak bisa menjagamu, aku berjanji ini untuk terakhir kalinya kau menerima perlakuan seperti ini, aku tidak akan biarkan orang lain mendekat bahkan menyentuhmu lagi kecuali keluarga kita" riko mencium kening, hidung, kedua pipi ,dan bibir iren.