SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
sadarkan diri



kini iren sudah dibawa ke ruang perawatan... kondisi iren dan janinnya baik baik saja, untungnya adel tidak mengalami penderahan yang begitu fatal, namun kening dan juga lengan adel mendapatkan luka luka akibat terjatuh. itulah yang dikatakan dokter sebelum memindahkan oren ke ruang perawatan.


keluarga riko juga sudah berada di rumah sakit. bahkan luna mengeluarkan emosinya terhadap riko yang membiarkan iren pergi sendiri disaat hamil muda.


"kau memang suami bodoh rik... kau harusnya mengalah sebagia suami ,bukannya kesal dan cemburu dengan asisten pribadimu sendiri.. kau sudah dewasa, harusnya bisa berfikir mana yang benar dan salah.. karna mu iren hampir kehilangan anaknya ,kalau saja terlambat sedikit.. anakmu tidak akan.." ucapan luna terhenti karna teriakan riko.


"STOP...., bukan hanya kau yang marah disini, aku juga marah pada diriku sendiir, aku tidak becus mejaga istriku, semua memang salahku, aku yang salah membiarkannya pergi, aku yang menyebabkan istriku celaka , AKU...." teriak riko meluapkan emosinya


"rik jaga emosimu... ini rumah sakit ,kasian iren" ucap sandy menenangkan riko yang mengepalkan tangannya karna emosi.


"salahkan istrimu yang selalu bebricara keras diruangan istriku, bilang padanya bukan hanya dia yang merasa hawatir... tapi aku juga, aku suaminya..., aku yang hampir kehilangan anakku... hiksss bukan kau, apa kalian bisa merasakan ketakutanku hah" suara riko semakin melirih dan menangis


luna menjadi diam saat melihat adiknya menangis, ada rasa bersalah dihatinya. benar kata riko... dialah yang lebih merasa takut.


"sabar sayang... mom tau apa kau rasakan" ucap farah menguatkan riko


"lebih baik kita keluar... biarkan riko bersama iren disini" bisik sandy pada luna


"iya..."


"ayo keluar mom... berikan waktu untuk mereka berdua" ucap daddy


tinggalah riko sendiri di ruangan iren "sayang kau lihat kan... mereka menyalahkanku, bangunlah, marahi mereka... pasti kau akan membela suamimu ini kan" ucap riko mengecup tangan iren


"sayang... bertahanlah hingga kau lahir, daddy mencintaimu nak" riko mengusap perut iren dengan lembut


"enghhhh... mi.....num" ucap iren yang baru saja sadar dari obat biusnya.


"sayang, kau sudah sadar... syukurlah" ucap riko mencium kening iren


"mi....num"


"iya sayang... ini minumlah" ucap riko memberikan minum kepada iren.


setelah otu riko langsung memanggil dokter agar memeriksa keadaan istrinya.


dengan cepat dokter serta perawat datang keruangan rawat iren.


keluarga yang melihat dokter masuk ke ruang rawat inap iren menjadi hawatir dan ikut masuk.


"ada dengan iren rik?.." tanya farah pada putranya


"tidak apa apa mom.. iren baru saja sadar ,jadi aku memanggil dokter untuk memeriksanya" kata riko membuat yang lainnya menghela nafas lega.


"syukurlah jika iren sudah sadar son.." ucap daddy


"iya dad..."


"bagaimana dengan kandungan istrimu rik?" tanya sandy


"dia baik baik saja.." kata riko


"memangnya kau sudah memeriksanya?" tanya luna


"cih.... jangan terlalu percaya dirik rik, kau harus memanggil dokter kandungan" kata luna.


riko dan luna sudah terlihat baik baik saja, mereka tidak memiliki rasa dendam dengan kejadian sebelumnya...


"maaf membuat kalian hawatir" kata iren dengan suara lirihnya


semua mengalihkan pandangan ke arah iren yang sudah selesai di periksa oleh dokter.


"sayang... ada yang sakit?" tanya riko duduk di samping iren


iren mengangguk jujur... "tanganku sakit.." manja iren


"dok bagaimana keadaan adik ipar saya" tanya luna


"kondisi nyonya iren sedah lebih baik... dan untuk pemulihannya ,hanya butuh istirahat yang cukup, dan juga kandungannya masih lemah, tapi baik baik saja... jangan lupa bawa nyonya iren untuk ke dokter kandungan, agar lebih jelas lagi" ucap dokter


"baik dokter....terimakasih" ucap luna


"kami pamit dulu nyonya dierja ,tian dierja" ucapnya dengan sopan


"bagaimana perasaanmu ren?" tanya mommy


"aku baik baik saja mom... hanya saja masih nyeri dibagian tangan" kata iren lirih


"semoga cepat sembuh... mom dan dad harus segera pulang, daddy ada urusan" ucap mommy


"rik.. jagalah istrimu baik baik" kata daddy


"iya dad"


"aku dan sandy juga akan pergi, maafkan perkataanku tadi rik... " ucap luna pelan


"iya kak... hati hati dijalan" ucap riko


"semoga lekas sembuh ren" kata sandy


"amin kak.."


iren terus memandang wajah riko, semenjak perginya keluarga riko, iren tak henti hentinta menatap riko dengan lesu.


"kenapa menatapku seperti itu..?" tanya riko


"maaf.." ucap iren meneteskan air matanya


"hussstttt... jangan menangis sayang, ini bukan salahmu" kata riko


"jika aku tidak pergi... semua tidak akan terjadi" kata iren memeluk riko dengan erat


"kau tidak salah... aku yang salah, harusnya aku tidak kesal padamu dan menemanimu pergi, semua tidak akan terjadi" ucap riko lirih


"kita hampir kehilangannya sayang.. semua karna aku" sambubg riko