SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
kemarahan farah dan luna



PLAK...


sebuah tamparan dilayangkan oleh luna kepada yulia.. ibu tiri iren. kesabaran luna sudah diambang batas.


"siapa kau beraninya menamparku HAH" ucap yulia menyentuh pipinya yang memerah


"aku adalah luna... kaka ipar dari MANTAN MAJIKANNMU" ucap luna menatap sinis pada yulia


"jaga ucapanmu... ini rumahku ,jangan sampai aku mengusir kalian secara tidak hormat dari sini" kata yulia tegas tanpa takut


"jangan mentang mentang kau lebih tua dariku... aku akan takut melawanmu, cih...... itu tidak ada dalam kamusku, kau dan anakmu sama sama tidak tau malu, semua yang kau milikuli bukanlah milikmu, ini semua milik dari istri dari adikku... IRENE GIRANDA DIERJA" ucap luna


"HAHAHAHA..mimpi saja kalian, semua harta warisan ini adalah milik ku, suamiku memberikannya untukku" ucap yulia


"HENTIKAN" teriak iren menatap marah pada ibu tirinya itu


"harusnya kau suruh mertua dan juga iparmu yang cerewet itu diam... dan kau (menunjuk iren), untuk apa kau kembali ke rumahku lagi hah... kau bukan lagi anggota keluarga disini, jangan harap aku akan menerimamu kembali" ucap yulia


"sunggu aku menyesal telah menyetujuimu menikah dengan papaku, kau wanita tidak tau terimakasih dan tidak punya malu, dan asal kau tau bibi yulia !! papaku menikahimu karna kasihan... bukan karna tertarik padamu" ucap iren


"lancanh sekali kau berbicara padaku anak siala*" ucap yulia mendorong iren hingga hampir terjatuh. untungnya luna dengan sigap menolongnya.


"BERANI SEKALI ANDA MENDORONG MENANTUKU..." farah langsung mendorong yulia hingga tersungkur ke lantai.


"bagus mom..." ucpa luna


"aku peringatkan padamu... semua ini akan kembali pada pewaris sesungguhnya, kau hanya tinggal menunggu kehancuranmu" ucap farah


"awalnya aku senang kau menjadi mamaku, kau terlihat baik sebelumnya... tapi kenapa ternyata semua hanya topeng, kau dan juga anakmu sama sekali tidak punya rasa kasihan... kalian mengambil milik papaku, kalian mengusirku... apa salahku denganmu hah, apa salahku" ucap iren menangis sesegukan


"salahmu karna kau dan ibumu begitu sok baik dan aku tidak suka melihatmu dan ibumu bahagia" teriak yulia


"apa salah mamaku bibi.., mamaku sangat baik padamu.." ucap iren lirih


"karna dia memiliki segalanya..."


"cih... jadi kau iri dengan besanku begitu?, seharusnya kau bekerja keras agar memiliki semuanya.. bukan mengambil hak milik orang lain" ucap farah


"ayo kita lebih baik pulang" ajak farah


dan akhirnya mereka kembali ke rumah dan sampainya di kediaman dierja farah menyuruh iren untuk beristirahat... karna sepanjang jalan iren menangis mengingat kedua orang tuanya, sedangkan luna pamit pulang ke rumahnya.


"kasian banget kamu ren..." batin farah yang merasa perihatin terhadap menantunya itu


•••


di kantor riko sedang berusaha menahan emosinya karna melihat video dimana istrinya hampir di dorong dan hampir terjatuh, dimana istrinya menangis. riko sengaja menyuruh orang suruhannya untuk menjaga iren dari kejauhan.. kemanapun istrinya pergi.


"apa yang bakal lo lakuin sama mereka rik?" tanya mario asisten pribadinya


"kita buat perusahaan mereka perlahan demi perlahan hancur... kita main halus saja, aku ingin perusahaan itu kembali ke tangan istriku. dan semua yang di miliki wanita bernama gisel itu habis dan balik ke iren" ucap riko


"baiklah... aku mengerti, kau bisa terima beres nanti" ucap maria


"thanks yo... kau memang bisa diandalkan" ucap riko tersenyum


"tapi semua tidak geratis bung..." kata mario tersenyum penuh arti


"ya ya ya... aku tau apa yang kau inginkan, nanti aku akan menaiki gajimu 3x lipat" ucap riko membuat mario tersenyum senang


"oke...... bos" sahut mario memberikan hormat


sedangkan di rumah... iren masih menangis sesegukan sambil memeluk foto kedua orang tuanya.


"kenapa kalian tinggalin iren, kenapa ma..pa" ucap iren mengusap kedua foto orang tuanya


"iren kangen kalian"


"kenapa kalian tinggalin iren hiks..."


"iren tadi pulang ke rumah kita pa..ma, rumah kita masih seperti dulu, ta...tapi mereka mengambilnya pa, mereka mengambil rumah kita, apa salah kita ma..pa"


karna lama menangis akhirnya iren tertidur di sofa sambil memeluk foto mama papanya.