
sebulan kemudian
iren merasa kurang sehat hari ini, riko sudah mengingat agar istrinya tidak perlu bekerja ke kantor. namun iren bersikeras untuk berangkat ke kantor, walaupun mulai bekerja pada siang hari. entah kenapa rasa mual terus menggelitik didalam perutnya, sudah beberapa kali iren memasuki kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. tapi hanya cairan bening yang terus menerus keluar.
riko yang sudah berangkat bekerja kini telah sampai diperusahaannya. pikirannya berkecambuk mengkhawatirkan kondisi sang istri. berkas berkas yang berada di mejanya tak tersentuh sama sekali. sampai akhirnya mario sang asisten membuyarkan lamunan riko.
"apa yang sedang kau pikirkan rik?, dari tadi aku mengetuk pintu ruangan mu, tapi kau malah melamun seperti patung." ucap mario yang sudah berada didepan meja riko.
"tidak apa apa, aku hanya sedang memikirkan istriku."
"memangnya ada apa dengan istrimu?" tanya mario
"dia sedang kurang enak badan, sebelum aku berangkat ke kantor wajahnya sedikit pucat." ucap riko
"berarti istrimu sedang sakit, tapi aku melihatnya didepan ruangan mu"
riko tercengang mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh mario, asisten pribadi sekaligus sahabat baiknya.
"kau bilang apa barusan?, coba katakan sekali lagi" ucap riko ingin memastikan pendengarannya
"ya, aku melihat istrimu didepan ruangan mu" ucap mario sedikit mengeraskan suaranya
"APA...!!!" teriak riko beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dengan cepat
BRAKK.......
"sayang, kenapa kau tidak bilang pada ku jika sudah sampai dikantor" riko mendekati sang istri dan duduk didepan mejanya
"maaf, maunya aku masuk keruangan mu, tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan ini" iren menunjukkan berkas ditangannya
"siapa yang memberikan mu pekerjaan sebanyak ini?" kesal riko
"ini memang pekerjaan ku, bukankah ini pekerjaan darimu?" ucap iren
"aku tidak pernah memberikan mu pekerjaan sebanyak ini... siapa yang memberikan mu?" tanya riko
iren ingin menjawab pertanyaan riko. namun lagi lagi rasa mual datang menghampirinya, dengan cepat iren berlari kearah toilet. riko yang melihat istrinya membekap mulutnya dan berlari kearah toilet merasa khawatir.
riko menunggu iren didepan toilet dengan perasaan khawatir. 10 menit sudah riko menunggu, namun iren tak kunjung keluar dari dalam toilet. mau tak mau riko masuk dan mendobrak pintu tersebut. dilihatnya sang istri terkapar tak sadarkan diri dibawah wastafel.
"SAYANG...!!!" teriak riko, langsung menggendong iren ala bridal style ke dalam ruangannya.
mario yang melihat itu, merasa terkejut dan mengikuti riko yang membawa iren ke sofa.
"apa yang terjadi?" tanya mario
mario langsung menelpon dokter tanpa bertanya apapun lagi...
"yo... kenapa dokternya lama sekali hah" kata riko marah
"lama apanya... aku bahkan baru menelponnya 1 menit yang lalu" batin mario
"sabarlah rik... sebentar lagi dokter keluargamu akan tiba" ucap mario
"bagaimana mungkin aku bersabar.. istriku sedang sakit dan pingsan yo" teriak riko frustasi
tak lama suara pi mtu terbuka, seorang dokter langsung mendekati riko...
"kenapa kau lama sekali hah" teriak riko pada sang dokter
"jalanan sedang macet tadi... jadi aku sedikit telat rik" ucap sang dokter bernama dimas tersebut
"cepat periksa dia dim.. sebelum riko mengamuk lebh parah lagi padamu" ucap mario
denagn cepat dimas mengeluarkan alat alat medisnya dan memeriksa iren...
"boleh aku bertanya... apa yang terjadi dengan istrimu rik? tanya dimas
"aku tidak tau,,, sebenarnya tadi pagi di rumah istriku sudah merasa tidak enak badan dan wajahnya pucat, dan tadi saat kami berbicara... dia seperti mernahan mual dan berlari ke toilet dan aku menemukannya pingsan" ucap riko
dimas langsung paham dan memeriksa iren... namu saat dimas ingin memeriksa bagian perut iren, tiba tiba tangannya di hempas kasar oleh riko.
"apa yang kau lakukan... jangan mengambil kesempatan pada istriku" ucap riko sinis
"hai.... aku hanya ingin memeriks aperut istrimu, aku ingi memastikan apa yang aku pikirkan.. kau terlalu berfikir berlebihan rik" ucap dimas kesal
"emang apa yang ada di pikiranmu hah, jangan bilang bahwa istriku sakit parah?, kalau sampai iya.. aku tidak akan memaafkanmu" desis riko emosi
"baiklah aku tidak akan menyentuh istrimu.... tapi aku ingin menyaran padamu, coba kau bawa istrimu ke dokter kandungan" kata dimas
"untuk apa aku membawa istriku ke dokter kan......." riko langsung terdiam dan melebarkan matanya
"Iiiiii...sstri ku HAAAA...HAMIL, jadi istriku hamil dim, kau serius" ucap riko yang begitu bahagia mendengarkan jika istrinya hamil
"astaga....tadi marah marah sekarang tertawa.... ck" ucap mario
"aku akan mengaja istriku ke dokter kandungan nanti, yo batalkan semua jadwalku hari ini karna hari ini aku akan menemani istriku" ucap riko