SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
suami mesum



"Kenapa kau bilang seperti itu di meja makan... Tidak tau malu sama sekali" gerutu iren sambil menyiapkan barang barangnya


"Kenapa?, apa yang salah, aku berkata dengan jujur... Kau lihat saja nanti saat kita melakukannya... Aku jamin kau akan ketagihan sayang" ucap riko tersenyum menggoda iren


"Justru kau yang akan ketagihan bukan aku..." seru iren kesal


"Benarkah...!!" riko langsung mendekatkan tubuhnya ke arah iren


"Kau ini apa apaan sih... Aku sedang beres beres.. Jangan menggodaku"


"Aku sudah tidak sabar mencetak gol dengan sangat dalam" ucap riko seraya menutup matanya


Iren yang melihat kelakuan riko ingin sekali memukul kepalanya sampai pingsan.


"Jangan membayangkan yang belum terjadi... Dasar otak mesum" ucap iten memukul mukul tubuh riko


"Aduh.. Sayang sakit, wajar aku membayangkan apa yang akan kkta lakukan... Kita sudah nikah, dan akan pergi bulan madu... Apa lagi kita lakukan selain itu" ucap riko menahan tangan iren yang ingin memukulnya kembali


"Aku tidak akan mau melakukannya dengamu" kesal iren


"prettttt.... Kita lihat saja nanti" ucap riko mencondongkan bokongnya ke arah iren


"Isshhh kau ini... " iren memukul bokong riko dengan keras


"Preetttt... Nih rasakan preeetttt" riko langsung tertawa karna senang menganggu sang istri


"Ihhhh.... Kau jorok riko" iren tak bisa menahan tawanya melihat candaan snag suami yang begitu usil.


"Oke oke... Kita lanjut beres beresnya sayang" riko mengacak ngacak rambut iren dengan gemas


Setelah beres beres, riko langsung mengambil baju tidurnya dan langsung ke kamar mandi, sedangkan iren lanjut dengan membersihkan kamar mereka yang berantakan.


Tiba tiba ponsel riko berdering... Iren tak sengaja melihat nama si penelpon ,dan ternyata bernama romi.


"Ko.... Ada yang menelponmu" teriak iren di balik pintu kamar mandi


"Siapa?" tanya riko


"Romi"


"Kau angkatlah dulu... Bilang aku sedang di kamar mandi" ucap riko


Iren menuruti perkataan riko... Ia menekan tombol hijau pertanda mengangkat telpon tersebut.


"Hai... Apa kau tuli hah ,aku menelpon terus menerus, kemana saja kau itu, aku baru sudah ada di rumah sekarang.. Aku dengar kau akan pergi bulan madu besok?, wahhhhhh masti menyenangkan ,apa aku boleh ikut?" romi terus mengoceh tanpa memberikan celah iren untuk menjawabnya


"Hallo ko... Kenapa kau diam saja?" tanya romi


"Ekhem... Maaf tuan, riko sedanh berada di kamar mandi, aku istrinya" ucap iren membuat riko terdiam seribu bahasa


Disebrang telpon romi menganga tak percaya... Ternyata sedari tadi yang diajak berbicara adalah istri dari boss sekaligus sahabatnya.


"Maafkan aku nona... Aku tidak tau" ucap romi tidak enak hati


"Iya tidak masalah, itu riko sudah keluar dari kamar mandi..." ucap iren melihat riko berjalan mendekatinya


"Masih menelpon?" tanya riko pelan dibalas anggukan kepala oleh iren.


Iren langsung bergantian pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaiannya.


"Hallo rom... Ada apa?" tanya riko


"Hehe.. Maaf aku tidak tau kalau yang tadi itu istrimu" ucap romi


"Tak masalah... Ada apa kau menelponku malam malam" tanya riko


"Ck... Aku hanya merindukanmu kawan" ucap romi seolah olah sedih


"Jangan mencari gara gara denganku... Kalau kau masih sayang dengan pekerjaanmu itu" ancam riko


"Kau ini... Tidak bisa diajak bercanda sebentar saja, tidak asik" ucap romi


"Apa ada yang penting?" tanya riko


"Tidak ada... Aku hanya ingin bilang, jika aku sudah di rumah tadi siang , aku juga tau kau akan berbulan madu besok" ucap romi menggoda riko


"Lalu?"


"Apa aku boleh ikut?" ucap romi cengengesan di sebrang telpon


"Kau yakin?" tanya riko


Romi merasa ada tidak beres dengan ucapan riko...


"Ahahaha... Tidak tidak, aku hanya bercanda ,kau berbulan madulah dengan lama... Aku akan mejaga perusahaanmu" ucap romi


"Tentu... Aku akan pulang saat istriku sudah hamil" kata riko dengan serius


"Ya ya ya... Aku tau kau sudah ingin sekali memiliki anak" ledek romi


"Sudahlah... Aku ingin istirahat, kau menganggu saja"


"Ya sudah... Selamat beristirahat boss" ucap romi


"Hmmmmmm"


Tuuuuutttttt......


Riko langsung mematikan ponselnya dan menatap iren yang baru keluar kamar mandi.


"Kemari sayang" riko menepuk ranjanganya yang disebelah


"Bukannya dia asistenmu?, apa ada yang penting?" tanya iren sambil melangkah ke sisi ranjang sebelah riko


"Tidak ada... Dia hanya ingin menggodaku saja" jujur riko


"Sebaikanya kita tidur... Besok kita akan berangkat jam 10 pagi" ucap iren yang sudah mendekat ke tubuh suaminya.


Sekarabg iren sudah terbiasa tidur sambil memeluk riko, itu membuatnya sangat nyaman saat tidur. Begitu juga riko yang senang tidur sambil mendekap iren.


"Baiklah... Selamat tidur istriku“ riko mencium kening iren dengan sayang


"Selamat tidur suamiku" iren mendekap tubuh riko,menaruh kepalanya di dada bidang sang suami.