SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
bertemu masa lalu 2



"wow... akhirnya si pencuri ini bersuara juga, aku kira kau bisu yang hanya bisa diam saja" ucap gisel


"apa maumu hah... belum puas kau mengambil semua milikku, belum puas kau mebyakitiku, apa lagi yang kau mau dariku" teriak iren yang sedari tadi menahan amarahnya saat bertemu gisel


gisel langsung melirik riko yang menatapnya penuh arti... gisel takut jika riko  mengetahui nasa lalunya dan juga membatalkan kerjasama perusahaan.


"jaga mulut kotormu itu.. kau hanya mantan pembantuku, jangan berbicara yang tidak tidak di depan riko" ucap gisel


"memangnya dia siapamu hmmmm... kenapa kau takut jika kau memngucapkan kebusukanmu di depannya?" tanya iren


"dia calon suamiku" ucap gisel menatap riko tersenyum


sontak mila dan shena serta zio tertawa terbahak bahak karna mendengar ucapan gisel yang mengaku ngaku sebagai calon istri dari riko..


"dasar tidak tau malu" ucap mila


"maaf pak riko... apa benar dia calon istri anda?" tanya iren menatap suaminya dengan senyuman


riko yang mengerti akan kode sang istri mengikuti permainannya...


"tidak... dia hanya klien, aku sudah menikah dan istriku sedang mengandung" ucap riko


"APA...." pekik gisel tak percaya dengan apa yang dicapkan riko


"kau dengar itu... pak riko sudah menkah, dan kau mengaku sebagai calon istrinya.. hahahaha memalukan sekali" ucap zio tertawa bersama dengan shena dan juga mila


"aku kasian padamu nona gisel... kau sepertinya menyukai prian yang salah" ucap iren


gisel measa dirinya dipermalukan oleh iren, gisel mengepalkan tangannya dengan kuat dan langsung mengangkat tangannya ingin menampar iren.


"KAU......."


sebelum tangan itu sebelum tangan itu mengenai pipi iren, riko langsung menangkap tangan gisel dan menghempaskannya dengan kasar, sehingga gisel ikut terjatuh di lantai, karna kekuatan riko lebih besar daripada gisel.


sontak kejadian itu membuat sahabat iren tercengang, mereka begitu takut melihat kemarahan riko. kemarahan riko terlihat jelas dari sorot matanya yang tajam, rahangnya yang mengeras, wajah yang memerah serta tangan yang mengepal kuat.


"kenapa kau membelanya" ucap gisel


"kau masih berani bertanya....? kau pantas mendapat apa yang aku lakukan padamu, aku sudah menahannya dari tadi, tapi kau membuat emosiku semakin tak terkendali" ucap riko


"apa maksudmu?" tanya gisel


iren yang melihat jika suaminya sudag tidak bisa menahan amarah langsung mendekati dan memeluknya dari belakang. iren tidak ingin jika suaminya akan melakukan hal hal yang tidak diinginkan ditempat umum.


"tenanglah...jangan membuatku takut" ucap iren melingkarkan kedua tangannya diperut sang suami, untuk menenangkan nya.


riko langsung membalikan tubuhnya dan memeluk sang istri, sedangkan diam mematung tak percaya atas apa yang didengarnya dan dilihatnya. ternyata orang yang ingin didekatinya adalah suami dari saudari tirinya, orang yang paling ia dan ibunya benci.


"ini tidak mungkin...mana mungkin kau menikah dengan orang miskin seperti dia, hanya aku yang pantas untukmu" teriak gisel yang merasa iri pada iren


"hahahaha... kau hanya mantan pembantu yang beruntung menjadi anak tiri dari mertuaku... kau lebih tidak pantas denganku... kampungan" ucap riko menatap sinis pada gisel


sebenarnya riko sangat tau kehidupan istrinya.. namun ia tidak mencari tau lebih detail siapa jibu dan anak yang sudah mengusir istrinya dari rumah itu


"tidak... pasti ini salah, kau (menunjuk iren) kenapa selalu merenut apa yang harusnya menjadi milikku hah, kenapa iren" teriak gisel


"aku tidak pernah berfikir untuk merebut apapun darimu... tapi kau yang merebut yang aku miliki" ucap iren


ke 3 sahabat iren menatap jijik pada gisel yang seolah menyalahkan iren dari semua yang dia alami.. padahal mereka sangat tau siapa yang memiliki wajah penuh kebencian dan juga kelicikannya


"pak riko.. lebih baik anda membawa iren pulang saja...dari pada nantinya iren setres karna bertemu orang gila seperti dia.. kasian bayinya" ucap shena


lagi lagi gisel mematung mendengar yucapan shena.. jika iren sedang mengandung.


"iya kau benar... kalian urus wanita ini, aku akan mengajak istriku pulang... dan buatmu, aku membatalkan kontrak kerja sama denganmu... dan aku pastikan perusahaanmu hancur" ucap riko membawa pergi istrinya.


sampainya di dalam mobil iren langsung menatap suaminya penu seledik...


"janga melihatku seperti itu sayang" ucap riko


"kenapa kau bisa dengannya berdua hah?" tanya iren


"aku hanya bertemu urusan kerjaan sayang... aku tidak tau jika dialah saudari tirimu itu" ucap riko jujur


"tapi kenapa harus dia rik... kenapa kau bisa bekerja sama dengannya... aku sudah hidup tenang tanpa bayang bayang dia dan ibunnya .. kenapa justru kau membuatku bertemu dengannya lagi.." air mata iren yang ia tahan sedari tadi akhirnya keluar deras.


"sayang.." lirih riko menarik iren ke dalam pelukannya, mencium kening istrinya begitu lama


"aku membencinya rik.. dia membuatku menderita hiksss"


"tenanglah sayang... aku disini, jangan menangis" ucap riko