SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
malam penyatuan cinta



Tak butuh waktu lama mereka sampai di villa , riko langsung menggendong iren ala bridal style, dengan cepat iren mengalungkan tangannya di leher riko, antara terkejut dan tidak percaya bahwa suaminya melakukan hal seperti ini padanya.


Sampainya dikamar, riko menaruh iren di ranjang dengan sangat hati hati, perlakuan riko membuat iren menjadi bungkam, dan tatapan riko membuatnya salah tingkah... Iren seperti mangasa yang siap di terkam oleh riko saat ini juga.


Riko mengelus pipi iren dengan lembut, iren menatap juga dengan penuh cinta.


Riko mencium bibir iren dengan pelan dan penuh kelembutan,.


"Kau selalu membuatku candu sayang, rasa manis bibirmu membuatku hilang kendali," bisik riko, lalu riko mencium lagi iren tanpa aba aba, mencium iren dengan penuh nafsunya... Iren pun menyukai apa yang dilakukan riko padanya.


Mungkin karna sekarang mereka telah menikah, maka dari itu iren membalas ciuman riko dan mengikuti permainan suaminya,.


Iren menyadari bahwa dirinya sudah mulai menerima riko sebagai suami sesungguhnya, dapat ia rasakan getaran aneh di dalam hatinya.. Yaitu cinta.


Tanpa menunggu lama... Tangan riko sudah berada di belakang tubuh iren... Membuka resliting dress yang digunakan iren.


Iren memejamkan matanya menerima setiap gerakan yang dilakukan riko pada tubuhnya, percaya atau tidak.. Ini adalah malam pertama yang mereka lakukan untuk pertama kali setelah menikah.


#kalian bayangin saja sendiri ya.... wkwkw, aku masih polos#


•••


Iren mengercapkan matanya... Namun enggan untuk membuka mata karna merasa nyaman dan rasa hangat tubuhnya. Bergeliyat untuk mencari lebih kenyamanan.


Riko yang merasakan ada pergerakan membuka matanya perlahan, dan tersenyum melihat sang istri yang lebih mendekapkan wajahnya di dada bidang riko yang masih polos.


"Terimakasih sayang... Karna aku pria pertama yang menyentuhmu" batin riko. Mengecup kening iren beberapa kali dengan penuh cinta dan rasa terimakasih.


Semalam adalah malam paling bahagia bagi keduanya, terutama bagi riko yang memang sudah menahan hasrtanya sata pertama kali menikah dengan iren.


"Morning istri ,chup...." ucap riko saat melihat kedua mata iren terbuka.


"Hmmm.... Badanku merasa remuk sekali" ucap iren


"Maafkan aku sayang.. Karna aku menyakitimu semalam" kata riko mencium pucuk kepala iren


"Tidak apa... Itu sudah tugasku sebagai seorang istri" ucap iren memeluk tubuh riko lagi


"Kau ingin menggodaku hmmm...., jangan salahkan aku jika aku melakukannya lagi sayang"


Dan terjadilah lagi apa yang mereka lakukan semalam...


•••


Dikantor riko jessy mengamuk ngamuk dengan emosinya... Ia mencari riko namun tak diperbolehkan masuk oleh satpam kantor.


"Hai... Aku adalah calon istri bossmu itu, aku sedang mengandung anaknya.. Biarkan aku masuk sekarang juga" teriak jessy


"Maaf nona... Percuma anda masuk, pak riko sedang tidak ada di kantornya" ucap satpam tersebut


"Kalian bohong... Jangan membodohiku satpam sialan"


Satpam tersebut tidak memperdulikan amarah jessy, dan langsung mengusirnya membawanya jauh dari kantor.


"Awas saja kau riko.... Aku akan datang lagi" desis jessy mengepalkan kedua tangannya kuat kuat


"Kau kira aku bodoh... Liat saja kau jessy ,berani kau mengusikku, rasakan apa yang akan aku lakukan" gumam riko


"Kau kenapa?" tanya iren yang tiba tiba dari arah belakang melingkarkan tangannya dileher riko


"Tidak apa apa sayang... Kau mau jalan jalan?" tanya riko mencium telapak tangan iren


"Mau..., tapi jalan kaki" ucap iren


"Nanti kamu capek sayang... Naik mobil aja ya"


"Gak... Aku liat banyak yang jalan kaki kok" kekeh iren


"Oke... Oke jalan kaki, kamu ambil topi gih biar gak panas"


"Kamu juga" ucap iren diangguki dengan cepat oleh riko


Mereka memutuskan untuk berjalan jalan ke luar... Tepatnya ke sebuah perbelanjaan yang memang dapet di jumpai di setiap jalan.


Tangan mereka tak pernah lepas satu sama lain, saling menggenggam dengan erat, mereka begitu terlihat serasi...


"Aku mau beli baju itu..." tunjuk iren pada sebuah baju pelangi


"Ayo beli" ajak riko merangkul pundak iren


"Kau juga harus beli... Kita pakai couple"


"Iya sayang... Apapun untukmu" sahut riko mencubit hidung iren gemas


Iren dengan semangat memilih milih pakaian juga pernak pernik yang ingin dibawa pulang untuk oleh oleh.


"Sayang kalau ini?"


"Boleh sayang"


"Ini?" tanya iren


"Iya sayangku... Ambil apapun yang kau mau"


"Terimakasih suamiku" iren mencium kilas bibir sang suami


Riko yang mendapatkan ciuman tiba tiba itu merasa terkejut juga merasa senang... Baru kali ini istrinya berani menciumnya, apa lagi ini di depan umum.


"Apa kau tidak malu sayang?, kita di depan umum" ucap riko melirik ke berbagai arah


"Tidak..., lagi pula aku melakukan itu agar para wanita wanita tau kalau kau milikku" ucap iren tersenyum cantik


Iren mencium riko di depan umum, karna tidak suka dengan tatapan lapar para wanita kepada suaminya itu.


"Aku selalu milikku sayang... Cinta bahkan tubuhku dari ujung kaki smapai ujung kepala adalah milikmu" ucap riko tersenyum


"Jangan tersenyum di depan wanita wanita itu.. Aku tidak suka" kesal iren


Riko jadi tahu jika istrinya itu sedang cemburu kepada wanita wanita yang memang dari tadi menatapnya , bahkan tersenyum senyum tak jelas membuatnya jijik.