SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
menjadi sekretaris riko



iren mengerjapkan matanya, berusaha untuk bangun dari tidur nyamanya, setelah membuka matanya dengan lebar dan kesadarannya terkumpul, iren melihat sang suami yang masih terpejam dengan memeluknya erat, dekapan riko membuat iren hangat dan merasa damai dalam tidurnya.


"morning istriku, apa wajahku sangat tampan hingga kau tersenyum menatapnya" ucap riko sambil membelai pipi iren


"morning too suamiku, yahhh wajahmu begitu tampan" jujur iren seraya tersenyum


"bagaimana tidurmu sayang?, nyenyak?" tanya riko menghilangkan anak rambut di wajah iren


"sangat nyenyak karna suamiku mendekap dengan erat" ucap iren


"itu tugasku membuat istriku nyaman" kata riko


"hmmmmm... bersiaplah, kau harus ke kantor kan, aku juga akan ke kantor" ucap iren


"rasanya aku ingin bersamamu disini sepanjang hari"


"jangan seperti itu, ayo bangun... kau harus mencari uang yang banyak untuk anak dan istrimu" ucap iren


"anak?" tanya riko, ia langsung tersenyum dan mencium kening iren.


"iya....bukannya nanti kita akan punya anak ,jadi kau harus kerja agar uangmu banyak"


"baiklah... demi istriku ,aku akan bekerja dengan giat dan rajin" ucap riko


•••


saat ini keluarga dierja sedang sarapan pagi bersama, rencana iren akan berangkat ke kantor bersama sandy ,karna mereka satu kantor, sementara riko langsung ke kantornya karna pekerjaan sudah menumpuk, namun semua tidak sesuai rencana karna usulan sang daddy


"ingat kak... kau jangan mempersulit istriku di kantor, jangan bikin dia kewalahan dengan tugas yang kau berikan ,jika itu terjadi aku akan membuatmu menyesal" ancam riko


"kau lihat itu ren... suamimu ini selalu sinis padaku, padahal aku tidak pernah membuatmu kesulitan" ucap sandy


"jangan mengancam suamiku seperti itu... dasar adik tidak sopan" ucap luna


"aku tidak peduli, sayang jika kaka ipar memberimu pekerjaan yang banyak laporkan padaku" ucap riko


"ya ampun riko... itu sudah tugasku, jangan berlebihan sayang" ucap iren


"istrimu saja tidak keberatan" kata sandy


"Tapi aku keberatan kak" ucap riko masih keras kepala


"Sudah sudah... Lebih baik mulai besok iren pindah ke kantor riko" ucap daddy dengan tenang ,membuat riko senang bukan main dengan keputusan sang daddy


"Mom setuju pada daddymu"


"Lalu siapa yang akan jadi sekretarisku mom... Aku tidak mungkin bekerja sendiri kan" ucpa sandy


"Dad akan suruh joni untuk membantumu nanti" ucpa dadddy


"Baiklah dad... Aku akan memberikan sekretaris terbaikku pada adik ipar"


"Kebetulan dini akan segera berhenti dari kantorku ... Sayang ayo kita berangkat, mulai sekarang kau adalah sekretarisku" ucap riko senangnya bukan main


"Hai... Itu berlaku mulai besok bukan sekarang" ucap sandy


"Aku ingin sekarang" sahut riko tak peduli


"Ayo sayang..." riko mendekap pinggang iren agar mendekat dengannya


"Dasar adik ipar kurang belaian" gumam sandy


"Begitulah adik iparmu san... Sejarang tidak bisa hidup tanpa istrinya" kata mommy dibenarkan oleh luna


"Benar mom.... Baguslah riko tunduk pada iren, jadi dia tidak sama si jessy oplas itu" kata luna sinis


"Mom juga tidak mau punya menantu palsu semua"


"Kalian ini.... Aku kerja dulu mom ,dad, sayang" kata sandy berpamitan


"Hati hati san" sahut daddy


•••


Riko dan iren berjalan beriringan di lobi kantor, mereka menjadi bahan perbincangan para karyawan riko, karna memang para karyawan belum mengetahui pernikahan ceo mereka.


"Itu kan cewek yang sering membawakan makan buat pak riko"


"Ja**ng mana lagi tuh yang dibawa pak riko"


"Cantik banget , mereka kelihatan cocok"


"Pak riko ganteng tentu daja banyak yang mendekati"


"Kira kira dibayar berapa ya wanita itu"


Begitulah ucapan yang dilontarkan oara karyawan pada iren.


Namun iren tidak terlalu mengambil pusing perkataan karyawan padanya


Justru riko yang mendengar istrinya dikatakan ****** merasa terhina dan emosi.


"Sudah cukup kalian menjelekan wanita di sampingku... Jangan pernah kalian mengusiknya atau berkata jelek tentangnya, dia adalah sekeetarus baru disini, jika ada dari kalian tidak suka dengannya... Bisa angkat kaki dari perusahaanku" kata riko dengan wajah yang merah padam


Semua para karyawan langsung terdiam mendengar ucapan bosnya...


"Cih siapa sebenarnya karyawan itu.. Kenapa dia spesial di mata pak riko" batin tata slalah satu karyawan riko


Tak lama mereka sudah berada di ruangan ceo.


"Sayang ruanganmu ada disini sementara bersamaku ,karna dini masih memakai meja di luar, mungkin seminggu lagi dia akan berhenti bekerja" ucap riko


"Baiklah... Apa yang perlu aku kerjakan sekarang pak riko" ucap iren formal


"Jangan berbicara seperti itu.. Aku suamimu"


"Kita sedang dikantor... Tidak ada yang tau pernikahan kita sayang" kata iren


"Tapi sekarang kita berdua.. Panggil aku seperti biasanya" kata riko final


"Baiklah suamiku sayang"