
kini iren sudah sadarkan diri setelah sehari dirawat di rumah sakit, keluarga riko juga menjaga iren seharian di rumah sakit, bahkan sang suami rela tidak pulang dan mengerjakan pekerjaanya di rumah sakit agar bisa menemani dan menjaga iren.
iren selalu memperhatikan riko dengan intens, sambil tersenyum..
"sayang... kemarilah" panggil iren merentangkan tangannya pada riko
sekarang iren tidak lagi sungkan pada riko, semakin hari prasaan iren pada riko semakin nyata dan besar. apa lagi setelah tau jika suaminya begitu menjaganya di rumah sakit.
"ada apa hmmm.... kau butuh sesuatu?" tanya riko yang langsung mendekati iren
"peluk" ucapnya dengan manja dan membuat wajahnya selucu mungkin, membuat riko begitu gemas
"dengan senang hati istriku.." riko memposisikan dirinya di samping iren lalu memeluknya
sebenarnya iren sedari tadi ingin memeluk sang suami namun tidak enak karna ada keluarga riko, dan sekarang kesempatan tidak disia siakan karna mertua serta kaka iparnya sudah pulang.
"kapan aku bisa pulang?" tanya iren
"tunggu kau benar benar sehat sayang"
"aku sudah sehat sayang, aku ingin secepatnya pulang" ucap iren merengek
"iya nanti aku bicarakan dengan dokter yang menanganimu"
riko juga mengharapka iren agar segera pulih dan pulang kerumah, karna ia ingin cepat cepat membalaskan perlakuan karyawannya terhadap istri tercinta.
angel dan temannya masih bekerja santai dan tidak merasa takut sekali pun ,karna memang riko menyuruh mario agar membuat mereka tidak kabur, dan menunggunya untuk memberikan pelajaran pada karyawan tersebut.
•••
keesokan harinya iren sudah di perbolehkan pulang, karna memang kondisinya sudah membaik dan tidak ada yang serius.
iren begitu tak sabaran ingin menginjakan kakinya di rumah sang mertua.
"ayo sayang masuk mobil" ucap riko yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk iren
"terimakasih suamiku" kata iren
riko langsung berlari kecil menuju kemudinya, dan menancapkan gas berlalu dari rumah sakit.
"apa sekarang istriku senang?" tanya riko yang selalu menautkan jari jemarinya di tangan iren.
sesekali riko mencium telapak tangan sang istri.
"terimakasih sayang... kau sudah menjagaku" kata iren menatap riko penuh cinta
"jangan ucapkan itu, karna sudah kewajibanku menjaga istriku" ucap riko
iren membalas ucapan riko dengan senyuman hangat yang sangat riko senangi.
dan mampu membuat riko terpana hanya dengan sebuah senyuman istrinya.
tak lama mereka sampai di kediaman dierja... iren langsung bergegas keluar mobil tanpa menunggu riko membukanya.
"hais..... aku ditinggalkan" batin riko
"mommy" teriak iren langsung memeluk mertuanya itu
"iren... ya tuhan akhirnya kau pulang juga ,kenapa tidak bilang jika sudah boleh pulang ,padahal mom dan dad akan ke rumah sakit nanti" ucap farah
"aku bosan disana mom... lagipupa dokter sudah bilang jika aku boleh pulang" kata iren
"dia memkasa mom" ucap suara bariton yang tak lain adalah riko
"aku senang adik iparku sudah sembuh dan berkumpul lagi disini" ucap luna memeluk iren
"terimakasih kak"
"aunty sudah sembuh?" tanya axel si pria kecil yang tampan
"uhhhhh... aunty rindu dengan axel, aunty sudah sembuh sayang" ucap iren mendudukan axel di pangkuannya
"baru sehari menjadi sekretaris sudah begini nasib adik ipar" ucap sandy
"itu karna iren adalah wanita cantik, pastinya banyak yang iri, apa lagi kalau mereka tau jika iren adalah istri boss mereka.. entah apa yang akan terjadi" ucap luna
"jangan menakuti istriku kak, tidak akan ada yang terjadi padanya, kalaupun ada... aku akan membunuh orang itu" ucap riko yang sudah mengepalkan tangannya
"sudahlah rik... jangaj seperti itu, kau justru membuat istrimu takut, lihatlah" ucpa daddy membuat riko langsung menoleh ke arah iren
"kau takut sayang?" tanya riko membelai rambut iren
"jangan menjadi pembunuh sayang" lirih iren
seketika riko membuka mendengarnya...
"iya tidak akan... aku hanya bercanda tadi" ucap riko berbohong
"iren sayang... jangan dengarkan riko, dia itu memang suka berbicara aneh saat sedang emosi" kata farah
"iya mom..."
"rik ajaklah istrimu ke kamar... dia butuh istirahat" kata sandy
"ayo sayang kita ke kamar" ajak riko pada iren
mereka menuju kamar, namun pikiran iren masih kalut dengan ucapan riko bahwa ia akan membunuh siapapun yang menyakitinya , iren sangat takut jika hal tersebut terjadi, dia tidak mau jika riko dipenjara jika membunuh.
"sayang..." iren memeluk riko dari belakanh saat mereka sudah sampai di kamar
"ada apa?" tanya riko mengelus tangan iren yang melingkar di perutnya
"berjanjilah untuk selalu disampingku, jangan tinggalkan aku" lirih iren
riko langsung membalikan badanya meligkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"jangan pikirkan ucapanku tadi sayang..., aku mencintaimu , akan selalu berada disampingmu" ucap riko
iren langsung mencium bibir riko dan melumatnya..