
setelah selesai makan, riko dan iren memutuskan untuk pulang kerumah. karena mereka juga merasa lelah... apa lagi riko yang habis dari kantor dan membutuhkan waktu istirahat. dengan romantisnya riko membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"terimakasih sayang" ucap iren sambil tersenyum.
"itu sudah tugas ku sebagai suami, jadi jangan pernah mengucapkan terimakasih" kata riko mengecup kening sang istri.
iren merasa bahagia karena memiliki suami yang begitu mencintainya, dan mementingkan kebahagiannya daripada kebahagiannya sendiri. walaupun pernikahan mereka terkesan mendadak dan tanpa didasari oleh cinta, namun seiring berjalannya waktu, cinta itu tumbuh diantara mereka berdua... cinta yang membuat mereka takut kehilangan satu sama lain.
riko merasa heran karena, istrinya terus menatapnya. sehingga membuatnya tidak konsen dalam menyetir...
"kenapa kau menatapku sperti itu?" ucap riko melirik sekilas iren.
"tidak ada apa apa... aku hanya berpikir bahwa aku bersyukur memiliki suami seperti dirimu, terimakasih karena kau telah hadir dihidupku dan mendampingiku sebagai suamiku, I LOVE YOU MY HUSBAND." kata iren sambil menggenggam tangan riko.
"jangan berkata seperti itu, kau membuat ku tersipu malu.. I LOVE YOU TOO MY WIFE."
"kenapa pipimu merona?" iren menikan pipi riko untuk menggodanya.
"sayang, kita sedang dijalan jangan mengganggu konsentrasiku aku sedang menyetir. jangan salahkan aku, jika aku berbelok ke arah hotel, dan tidak pulang kerumah." ucap riko dengan senyum mesumnya.
"oke oke...!!! fokuslah menyetir, aku tidak akan menggangu suami lagi."
"bagus, jadilah istri yang baik." riko tersenyum mengusap kepala iren dengan sayang.
tak terasa mobil riko sudah masuk ke pekarangan mansion keluarga dierja, dan langsung memarkirkan mobilnya didepan pintu utama. riko keluar mobil lalu membukakan pintu untuk istrinya.
"akhirnya sampai juga." ucap iren merenggangkan otot ototnya. riko yang melihat tingkah istrinya menggelengkan kepala, dan tersenyum.
mereka disambut oleh pembantu rumah...
"mom......... " panggil iren saat memasuki rumah.
"lebih baik kau mencari mereka diruang keluarga. karena kak luna dan kakak ipar akan menginap disini. pastinya mereka berkumpul disana. dan akhirnya iren melangkah ke ruang keluarga mengikuti apa kata sang suami. dan benar saja kedua mertuanya dan juga kakak ipar sedang berkumpul diruang keluarga bersama si tampan axel.
"Axel......" pekik iren
semua yang berada diruang keluarga menoleh ke arah asal suara. dan saat melihat siapa pemilik suara itu hanya sebuah senyuman yang diberikan.
"wahhhh... ternyata sepasang sejoli kita ini sudah pulang." ucap luna
"bagaimana dikantor?"tanya sandy pada riko
"biasa saja... aku hanya kerja sebentar saja"
"mom mendengar bahwa jessy berulah di kantormu tadi... apa itu benar son?" ucap farah menatap riko dan iren
"mom tidak perlu hawatir... istriku sudah memberikan pelajaran pada jessy" sahut riko melirik iren
"maksudmu?" tanya luna yang mulai penasaran
"kalian harus tau... tadi saat jessy bilang dia hamil anakku, istriku langsung murka dan memarahi jessy di depan umum" ucap riko dengan antusiasnya
"wow.... ternyatas menantu dad begitu pemberani ya" seru daddy
"aku jadi ingin melihat apa yang iren lakukan pada jessy tadi" ucap sandy
"aaah.... itu aku hanya tidak suka jika suamiku difitnah oleh wanita bekas seperti dia dad... aku sangat kesal karna dia sedang hamil anaknya riko" kesal iren
"tapi itu bukan benar benar bukan anakmu kan rik?" tanya luna
"tidak kak... saat melakukannya aku selalu memakai pengaman.." ucap riko tanpa melihat ekspresi iren yang kesal
riko yang sadar jika ucapannya salah... langsung melirik ke arah iren.
"jangan marah sayang... aku dulu memang pria bejat, tapi percayalah sekarang aku sudah berubah" ucap riko
"kalau kau begitu lagi... aku yang akan menghajarmu" ucap daddy
"bukan hanya daddy tapi aku juga akan membuatmu babak belur adik ipar" timpal sandy
suasana keluarga itu menjadi ramai karna mereka berkkumpul bersama dan banyak perdebatan dan juga canda tawa...
••••
hari sudah larut malam... namun sepasang suami istri ini belum juga memejamkan matanya, mereka masih saling berpelukan...
"apa aku boleh masuk kerja besok?" tanya iren
"kau baru saja pulih sayang, aku tidak mau kau sakit" ucap riko
"aku sudah sembuh... aku ingin bekerja rik" ucap iren memainkan dada sang suami dengan jarinya
"jangan menggodaku sayang..." riko menghentikan aksi sang istri di dadanya
"boleh aku bekerja ya" ucap iren memohon dengan wajah memelas
inilah kelemahan riko, dia sama sekali tidak bisa menolak istrinya jika sudah memberikan wajah memelasnya itu... terlihat sangat imut dimatanya.
"baiklah... tapi puaskan aku dulu, aku nakan ijinkan setelah itu" ucap riko dengan smirknya
"apa harus?"tanya iren
"harus... dan aku ingin kaulah yang meminpin permainan kita sayang" ucap riko
"naiklah sayang" iren langsung mendekatkan wajahnya pada riko dan mengecup bibir sang suami
mau tidak mau iren mengikuti apa yang diinginkan sang suami... malam ini irenlah yang mengusai riko, tentu saja itu membuat riko senang sekaligus bahagia.
malam ini mereka lewati dengan penuh gairah dan juga keringat yang membasahi tubuh keduanya....