SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
cara meminta maaf



Flasback on


Riko sedang berkutat dengan laptopnya... Hari ini banyak pekerjaan yang akan dia ambil.  konsentrasinya teganggu karna suara kegaduhan di luar ruanganya.


"Maaf nona... Tapi pak riko sedang sibuk dan tidak bisa diganggu" ucap dini berusaha mengusir jessy


"Kau tidak tau siapa aku hah... Aku ini kekasih riko, kau jangan kurang ajar denganku..." ucap jessy sinis


"Tapi nona... Aku berucap jujur bahwa pak riko pesan padaku, tidak mau diganggu dengan siapapun" sahut dini


"Ada apa ini" ucap riko yang menatap datar pada jessy dan dini


"Maaf pak... Nona jessy memaksa untuk bertemu anda... Saya sudah berusaha melarang dan mengatakan bahwa anda sedang sibuk, namun nona jessy tidak peduli" ucap dini jujur


"Aku ingin bertemu denganmu...  Sudah lama kita tidak bertemu" manja jessy bergelayut dengan manja di lengan riko


"Aku sedang sibuk... Kau bisa pergi sekarang" usir riko


"Riko... Ayolah,kita perlu bicara sekarang?" ucap jessy


"Apa yang perlu dibicarakan... Aku tidak ada hal yang penting denganmu"


"Kita ngobrol diruanganmu saja... Disini ada orang lain" ucap jessy melirik ke arah dini


Menghela nafas kasar "masuklah" dengan cepat jessy masuo ke ruangan riko


"Cepat... Apa yang ingin kau katakan" tanya riko dengan dingin


"Riko...aku merindukanmu, jangan menjauhi ku" lirih jessy


"Apa ini yang kau bilang penting?" tanya riko


"Ya... Ini sangat penting , masalah hatiku ,apa kau tidak memikirkan prasaanku... Aku sangat mencintai" ucap jessy


"Aku tidak"


Jessy begitu kesal mendengar nada bicara riko yanh dingin dan cuek padanya... Semenjak kejadian di pesta itu.. Sifat riko berubah padanya.


Dengan paksa jessy mencium bibir riko...


Riko yang mendapatkan serangan tiba tiba menjadi terkejut... Ia mrlepas kasar ciuman jessy.


"Apa kau gila hah... Kelakuanmu seperti ****** jessy, pergi kau dari sini" teriak riko


"Aku mencintaimu... Aku melakukan ini karna aku mencintaimu riko" jessy lagi lagi berusaha mencium bibir riko dengan paksa....


Hingga suara pintu terbuka... Disana iren terdiam, dan riko terkejut dan reflek mendorong jessy dengan keras.


Riko berdoa dalam hati agar istrinya tidak salah paham.. Dan berfikir yang tidak tidak tentangnya.


Flasbackoff


•••


Ponsel iren tidak bisa dihubungi sedari tadi... Riko menjadi kalang kabut di kantornya,  semua pekerjaannya menjadi terbengkalai, ia tidak bisa berfikir jernih karna memikirkan iren.


Sandy... Hanya itu yang bisa membantunya ,riko segera menelpon ponsel sandy untuk menanyakan iren.


"Hallo kak... Apa iren sudah sampai dikantor?" tanya riko pada sandy


"Dia tidak balik ke kantor... Baru saja dia mengirim pesan akan pulang ke rumah karna tidak enak badan... Ada apa?" ucap sandy karna merasa tidak biasa riko menelponnya


"Tidak apa apa... Aku hanya bertanya saja, dia bilang padaku akan kembali ke kantor" ucap riko setenang mungkin


"Apa terjadi sesuatu?" tanya sandy curiga


"Hah... Ti....tidak ada, ya sudah aku akan lanjut bekerja" ucap riko mematikan telponnya.


Apa dia benar benar pulamg kerumah?... Aku coba telpon mom saja..


Tuttt....


Ttuuttt......


"Hallo ko... Ada apa?" tanya mommy di sebrang telponnya


"Hallo mom... Apa iren sudah sampai di rumah?" tanya riko dengan cepat


"Apa kau mimpi?... Ini belum jam pulang kantor ,tentu saja iren masih di kantor" sahut mommy


"Jadi dia tidak ada di rumah" riko menghela nafas kasarnya


"Semua baik baik saja kan?" tanya farah


"Mom... Iren sedang marah padaku" lirih riko


"Ceritakan di rumah... Mom menunggumu" ucap farah


"Baik mom"


Luna yang sedang  berada di rumah mommy mendengar percakapan riko di telpon. Luna juga merasa penasaran ada masalah apa riko dan iren...


"Mom... Kenapa?" tanya luna


"Kita tunggu saja riko pulang dulu" ucap farah


"Baiklah mom... Semoga mereka baik baik saja" ucap luna


Iren yang baru saja sampai di rumah langsung masuk dan menyapa farah serta luna dengan senyum kecilnya. Ia tidak mau mertua juga kaka iparnya merasa hawatir.


"Mom.. Kak luna" sapa iren deng tersenyum kecil


"Iren sayang... Kau baik baik saja nak?" tanya farah


"Iya mom.. Aku baik baik saja, kak lun dimana axel" ucap iren


"Dia sedang main di taman ren... Kau sudah makan?" tanya luna


"Sudah kak... Aku menyusul axel ke taman ya mom..kak luna" pamit iren dengan sopan


"Iya sayang" ucap mommy


Luna hanya diam saja.. Ia bisa melihat bahwa iren sedang tidak baik baik saja..


"Mom... Kau lihat, iren seperti ada masalah serius"


"Iya kau benar..." jawab farah


"Mom..." ucap riko yang baru masuk ke rumah dengan penampilan urak urakannya.


"Kau kenapa jadi seperti ini ko?" tanya luna


"Mom iren pergi" lirih riko tak menghiraukan pertanyaan luna


"Ada apa hmmm... Ceritakan dengan mom" ucap farah mengelus rambut putranya


"Iren salah paham padaku mom... Semua karna jessy.. Iya jessy mom, dia datang ke kantorku dan menciumku.. Iren melihat itu mom, dia pergi meninggalkan aku"


"Brengsek.... Kau seorang pria rik ,kenalan bisa kalah dengan wanita ****** seperti jessy hah.. Dimana otakmu itu... Harusnya tidak membairkannya masuk ke dalam kantor" marah luna yang ingin sekali mencakar cakar riko


"Aku sudah menghindar darinya... Asal kau tau itu... Aku bahkan jijik karna disentuh olehnya kak" teriak riko


"Selesaikan masalahmu sekarang... Iren sedang berada di taman beraama axel" ucap farah


"Iren di rumah?..." tanya riko di angguki farah sambil tersenyum


"Ingat rik... Jika kau menyakiti iren ,aku tidak akan melepaskanmu" ucap luna


"Aku tidak pernah berniat menyelakai iren... Aku" ucapan riko terhenti, ia belum siap untuk mengatakan prasaannya terhadap iren kepada siapapun... Dia akan mengungkapkan pada iren lebih dulu.


"sekarang aku harus memikirakan cara minta maaf padanya... iya harus" batin riko