SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
akhirnya baikan



Iren sedang menemani axel bermain disana terlihat axel begitu serius dengan mainannya sedangkan iren termenung dalam diam...


Pikirannya melayang entah kemana... Sedari tadi axel hanya bermain sendiri dan mengoceh sendiri.


Riko yang melihat dari kejauhan... Ia sangat tau apa yang istrinya itu pikirkan... Semua salahnya ,maka dari itu hari ini riko akan meminta maaf.


"Sayang... Ternyata kau disini, aku merindukanmu" ucap riko memeluk iren dari arah belakang


Iren tersentak karna kaget "kau... Kenapa sudah pulang?" tanya iren


"Aku menghawatirkanmu... Ayo kita bicara berdua ren" ajak riko


"Tapi aku sedang menjaga axel" ucap iren


"Pleas... Aku harus menjelaskannya padamu, aku mohon" riko berlutut di hadapan iren


"Iren... Selesaikan masalah kalian, axel biar aku yang jaga" ucap luna


"Baiklah kak..." kata iren


"Kita ke kamar" riko memeluk pinggang iren dengan possesif


Di dalam kamar mereka hanya diam disisi ranjang... Tanpa ada yang mengeluarkan suara lebih dulu.


Varo menghela nafas panjangnya dan melirik ke arah iren yang diam dengan pandangan kedepan.


"Apa kau mau dengar penjelasanku?" tanya riko


"Apa perlu bertanya lagi?... Harusnya dari tadi kau sudah menjelaskan bukan hanya diam menatapku" ucap iren dingin


"Huhh... Iya aku salah, mohon maafkan aku, tapi jujur semua yang kau lihat di ruanganku itu tidak benar... Dia yang menciumku dengan tiba tiba.. Aku berontak dan bisa melepaskannya.. Saat dia melakukan untuk kedua kalinya aku  sudah ingin mendorongnya tapi kau datang melihat kami... Aku takut kau salah paham, aku tidak mau istriku membenciku karna masalah ini... Aku tidak mau.. Pernikahan ini hancur karna seorang ****** seperti jessy, aku mohon percayalah padaku" ucap riko panjang lebar


"Aku tau kau kecewa... Tapi aku benar benar tidak melakukan apapun dengannya... Aku sudah menyuruh pihak kantor untuk tidak memberikannya masuk dan memberikan daftar hitam kepadanya" ucap riko lagi


"Daftar hitam" ulang iren menatap riko tak percaya


"Ya... Aku juga sudah menyuruh romi untuk mengurusnya" ucap riko


"Romi siapa?" tanya iren


"Romi adalah asisten pribadiku... Dia sedang aku tugaskan di luar, akan balik sebentar lagi" ucap riko


"Hmmm... Maaf" ucap iren lirih


"Kenapa?" tanya riko


"Maaf karna aku egois... Aku pergi begitu saja tanpa mendengarkanmu sebelumnya" ucap iren


"Aku tau kau pasti syok... Maafkan aku juga, apa kita sekarang sudah baikan?" ucap riko


"Iya... Aku memaafkan suamiku, karna suamiku tidak bersalah" kata iren


"Terimakasih... Sudah memaafkanku"


"Apa kau sudah makan?" tanya iren


"Belum... Aku tidak selera makan karna memikirkanmu" kata riko


"Aku tidak mempan dengan gombalanmu itu... Ayo makan, aku akan menyiapkan makanan untukmu" ucap iren


"Tidak mau... Aku ingin disini denganmu ,berdua" seru riko menarik iren agar mendekat dengannya


"Kau pasti lelah... Istirahatlah sekarang" ujar uiren membelai rahang riko


"Kau ingin menggodaku hmmmm" ucap riko dengan suara seraknya


"Tidak... Aku hanya ingin kau istrahat saja"


"Baiklah... Aku akan istirahat tapi setelah mandi" ucap riko


"Oke... Aku akan menyiapkan pakaian untukmu... Pergilah mandi"


"Iya istri... Chupppp" riko mengecup bibir iren sebelum pergi untuk mandi


"Jangan mesum" tegur iren memukul lengan riko


"Aku hanya mesum dengamu.." ucap riko menggoda iren


Iren menyiapkan makanan untuk riko di ruang makan... Sedangkan di runag keluarga... Farah dan luna memperhatikan iren sambil tersenyum.


"Pasti mereka sudah baikan mom" ucap luna


"Iya benar... Syukurlah, mom sudah ketakutan jika mereka bertengkar" seru farah


"Aku akan membantu lren menyiapkan makan mom.. Aku juga lapar" kata luna yang mulai beranjak dari duduknya


"Ayo... Mom juga mau bantu"


Dengan begitu telaten iren menata semua masakan yang ada di dapur... Ia tidak bisa masak karna pagi harus ke kantor... Ia hanya masak sarapan saja itupun dibantu oleh farah sang mertua, semua ini dimasak oleh para pembantu.


"Sepertinya nyonya riko sedang bahagia" ucap luna yang ikut menata makanan di meja makan


"Ehhh kak luna.." kata iren sedikit terkejut dengan kehadiran luna juga farah


"Wahhhhh... Menantu mom sepertinya lagi melamun, sampai sampai tidak sadar ada luna dan juga mommy" farah ikut menggoda iren


"Maaf mom... Aku terlalu fokus dengan makanan di meja" ucap iren


"Iya sayang tidak apa... Ya udah kamu panggil riko saja sana... Biar mom dan luna yang selesaikan ini semua"


"Tidak usah mom... Riko sebentar lagi akan turun dari kamar" tolak iren dengan halus


"Kak luna panggil axel suruh makan gih.. Kasian main terus di belakang" ucap iren


"Dia paling malas makan di meja makan ren... Mintanya di suapi sambil lari lari kesana kesini" seru luna sambil menghembuskan nafas panjang


"Itu resiku jadi orang tua.." suara bariton tersebut membuyarkan obrolan para wanita di meja makan


"Hmmm.... Tukang cari masalah sudah muncul" sindir luna


"Siapa yamg cari masalah... Kan aku jujur" ucap riko


"Sudah.. Jangan berantem disini, sekarang duduk rapi dan makanlah" ucap farah


"Iya mom" sahut luna dan riko bersamaan


"Dimana daddy... Kenapa tidak ikut makan?" tanya riko


"Daddymu lagi kerja son... Nanti mom akan membawakan makanan untuknya


Mereka makan dengan sunyi seperti biasa... Hingga makanan sudah habis di piring masing masing.


"Sayang, besok kita akan bulan madu" ucap riko


Uhuk...


Uhukk..


Iren tersedak saat mendengar ucapan riko bahwa mereka akan bulan madu besok.


"Kenapa mendadak?" tanya iren


"Tidak mendadak.. Aku hanya ingin mempercepat saja, semua pekerjaanku sudah elesai setengahnya... Dan nanti akan dilanjutkan sekretarisku dan asistenku" ucap riko


"Baguslah... Lebih cepat lebih baik, mom sudah ingin cucu dari kalian" ucap farah tersenyum senang


"Iya benar... Axel pasti senang punya adik darimu" sambung luna


"Haih.... Kenapa tidak kau saja yang membuat adik untuk axel" ucap riko sini


"Axel masih terlalu kecil jika aku hamil lagi..." ucap luna balik dengan nada sinis


"Doakan saja ya kak..." ucap iren dengan malu malu


"Kita akan berusaha sampai jadi... Tenang saja mom, aku akan pulang dengan kabar gembira" ucap riko begitu yakin


"Cih.... Kau yakin sekali" ucap luna


"Tentu... Benihku adalah benih benih paling ampuh sejagat raya" ucap riko bangga.


Sedangkan iren begitu malu hanya bisa menunduk mendengar ucapan frontal suaminya di depan mertuanya.