SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
bertemu masa lalu 1



kini iren sedang berada disebuah cafe dimana ia akan bertemu dengan sahabat sahabatnya,  zio, mila, dan shena. mereka selalu mengajak iren bertemu namun tidak bisa karna banyak kerjaan yang harus dilakukan iren, belum lagi dirinya harus banyak isirahat karna sempat drop. iren juga sudah meminta izin kepada riko jika ia akan bertemu dengan sahabatnya, sedangkan riko akan bekerja dan ada meeting di luar sehingga tidak bisa mengantar iren.


"akhirnya bisa bertemu dengan nyonya riko" ucap mila


"iya sudah lama kita tidak bertemu" sahut shena


"bagaimana kabarmu ren?" tanya zio


"kalian bertanya satu satu... aku pusing dengan pertanyaan kalian itu" ucap iren


"hahahaha.. maaf maaf, kami hanya merindukanmu" kata mila/


"bagaimana pekerjaan kalian diperusahaan kaka iparku?" tanya iren


"ekhem... sekarang panggilnya kaka ipar nih.." goda zio


"kenapa?... pak sandy kan memang kaka iparku" sahut iren dengan memanyunkan bibirnya


"hahahaha... iya iya pak sandy adalah kaka iparmu" ucap riko tak ingin berdebat dengan iren


iren menjadi malu karna dulunya memang iren selalu berbicara formal pada sandy jika di kantor.. ia sangat sungkan jika berbicara layaknya teman atau apapun dengan sandy... tapi skerang baik di kantor maupun di rumah iren terbiasa menyapa sandy dengan sebutan kaka ipar.


"sudah sudah... sekarang mending kita makan, aku sudah sangat lapar... perutnya ingin diisi sekarang juga" ucap shena mengelus perutnya


zio langsung melambaikan tangannya ke arah pelayan yang membawa buku menu ditangannya...


"silahkan dipilih menunya tuan" ucap sang pelayan dengan sopan


"kalian ingin pesan apa?" tanya zio kepada 3 wanita di dekatnya


"aku ingin steak dan juga jus jeruk" ucap mila


"kalau aku.... kentang goreng dan juga steak, minumnya jus apel ya" ucap shena


"kau ingin apa  ren?" tanya zio


"aku ingin nasi goreng, kentang goreng, steak dan juga jus alpukat" ucap iren


"aku steak dan juga jus jeruk" ucap zio


"baiklah tuan dan nona... ditunggu pesanannya sebentar lagi , permisi" ucap si pelayan menuduk pamit


zio dan shena memperhatikan iren yang sedikit berbeda hari ini... keduanya salin memandnag satu lain..


"ren.. kau pesan makanan banyak sekali, apa kau akan habisi semua itu?" tanya shena


"iya ren... sayangkan kalau terbuang nantinya" kata zio


iren tersenyum... karna ia belum memberikan kabar bahagianya kepada sahabatnya.. pola makan iren yang meningkat ini adalah bukan kemauannya... tapi cabang bayinya yang mulai tumbuh di rahimnya


"aku habis kok.. lagian ini bukan kemauanku,, tapi anakku" ucap iren membuat ke 3 sahabatnya melebarkan matanya masing masing


"maksudmu apa ren?" tanya mila


"aku sedang hamil mila..." ucap iren


"APA!!!!!!!" teriak zio dan juga shena bersamaan


"ya ampun kalian ini.." iren menutup kupingnya yang merasa akan tuli dengan teriakan  2 sejoli di depannya


"kau hamil ren.. serius?" tanya zio


iren hanya membalas dengan anggukan kepala..


"wwowww... jadi aku akan menjadi seorang tante" ucap mila senang


"akhirnya sahabatku hamil juga... ternyata pak riko ampuh juga ya ren" ucap zio membuat iren menjadi malu


"hahahahah.... dasar kau ini" ucap shena memukul lengan zio


tak lama pelayan datang membawa makanan untuk mereka, namun bersamaan dengan itu seseorang datang membuat iren dan juga ke 3 sahabatnya menatap tak percaya...


riko datang bersama seorang wanita yang mereka ketahui adalah orang yang sangat iren benci di hidupnya... orang yang sudah merusak kehidupan iren dan mengambil semua milik keluarga iren.


"wahhh ternyata kebetulan sekali ya... sudah lama kita tidak bertemu" ucap gisel saudari tiri iren


mereka menatap sinis gisel...


riko tersenyum tulus kepada sang istri tanpa sadar jika gisel bergelayut manja di lengannya..


"apa kalian saling mengenal?" tanya riko


gisel ingin mengambil kesempatan untuk menjelekan iren di depannya riko... orang yang begitu terpandang dan juga tampan di sampingnya


"ya... dia adalah MANTAN PEMBANTUKU,  dulu dia di usir dengan orang tuaku karna ketahuan mencuri di rumah" ucap gisel berbohong


iren melirik suaminya dan memberikan kode ke lengan.... riko yang sadar langsung menghempaskan tangan gisel dengan kasarnya, apa lagi saat ia mendengar istrinya di hina dan di fitnah sebagai pencuri.


"jadi dialah wanita yang sudah menghancurkan istriku... mengusir istriku dari rumahnya sendiri" batin riko


"riko lebih baik kita mencari meja yang jauh dari mereka.. karna aku merasa jijik dengan kumpulan pencuri disini, setiap melihat wajahnya aku selalu mengingatnya" ucap gisel


"kau yang pencuri... berani sekali kau membalikan fakta hah, kau dan ibumu benar benar wanita licik, kalian tidak tau malu" ucap shena menunjuk gisel dengan emosinya


"jaga ucapanmu... jangan membawa ibuku jika kau ingin perusahaan ayahmu selamat" ancam gisel


"hei gisel... kau dan ibumu tidak punya malu, itu memang benar bukan??... kalian mengambil semua milik iren, kalian memanfaatkan kebaikan keluarga iren. kalian lah yang pantas dibilang pencuri" teriak mila


"jangan pernah mejelekan sahabatku.. aku mengenalmu sedari dulu, wanita penggoda" ucap zio


"jaga ucapan kalian. beraninya kalian mejelekan namaku di depan riko hah" ucap gisel yang ingin menampar mila


"STOPPPPP!!!!!" teriak iren yang sudah berdiri di depan gisel


riko merasa takut jika istrinya terluka... ia harus menahan amarah dan emosinya sekarang... hanya bisa mnegepalkan tangannya penuh emosi.