
Tok tok tok
"Boleh aku masuk?" tanya iren di luar ruangan sandy
"Masuk saja ren" ucap sandy
Iren melihat keharmonisan keluarga sandy dan luna langsung tersenyum... Mereka sedang makan bersama dan saling suap suapan satu sama lain.
"Maaf mengganggu kemesraan kalian" ucap luna tersenyum canggung
"Hussssttt... Kau itu bicara apa, katakan ada apa hmmm" ucap luna
"Iya ren... Apa ada pekerjaan yang sulit?" tanya sandy
"Tidak ada... Hanya saja aku ingin minta ijin untuk ke kantor riko, dia ingin aku kesana secepatnya" ucap iren
"Dasar anak itu... Tidak tau apa istrinya sedang bekerja" gerutu sandy sambil mengunyah makanannya
"Namanya juga pengantin baru dad... Kita juga dulu seperti itu" luna tersenyum menyenggol lengan sang suami
"Baiklah ren... Kau temui saja suami manjamu itu..." ucap sandy tersenyum geli
"Iya kaka ipar" iren pamit dan segera keluar dari kantor sandy
Diperjalanan ponsel iren terus bergetar... Banyak pesan masuk dari riko sang suami. Padahal sebentar lagi mereka akan bertemu. Kenapa riko selalu mengirim pesan aneh aneh padanya.
Sampai di parkiran kantor, iren langsung masuk ke dalam perusahaan riko dan bertanya pada resepsionis disana. Dengan sopannya iren bertanya namun dijawab dengan ketusan dan hinaan.
"Permisi... Aku ingin bertemu dengan pak riko, di lantai berapa ruangan beliau?" tanya iren tersenyum ramah
Tersenyum sinis..."pak riko sedang sibuk, lebih baik anda pergi dari perusahaan ini.. Karna pak riko tidak akan tertarik dengan wanita murah seperti anda" ucap resepsionis itu dengan sinis
"Apa dia berfikir aku wanita ******" batin iren
"Maaf... Tapi kau salah besar ,aku kesini bukan untuk menggoda bosmu, dia sendiri yang menyuruhku kesini dan membawakan makanan untuknya" jelas iren
"Mana mungkin pak riko menyuruhmu membawakan makanan... Itu alasanmu saja nona, asal kau tau... Kau bukan wanita pertama yang memakai trik seperti ini untuk bos kami" sinis resepsionis itu
"Hmmmmm... Baiklah jika kau tidak percaya, permisi" pamit iren melangkah keluar dari perusahaan dierja company.
Riko yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu, tak jauh dari tempatnya berdiri.. Langsung mengeluarkan suara...
"Siapa yang mengijinkanmu pergi" ucap suara bariton yang iren sangat hapal di telinganya.
Iren langsung membalikan tubuhnya... Tatapan bertemu dengan tatapan mata riko, mereka saling tersenyum.namun riko mengalihkan matanya ke arah resepsionis, terlihat jelas jika riko sedang menahan amarah, tatapan iren sangat jelas melihat emosi di mata riko.
Iren tersenyum dan mendekati riko "Aku membawakan makanan untukmu.. Maaf karna tidak bisa mengantarkannya ke dalam... Karna kata resepsionis itu, kau tidak tertarik bertemu dengan wanita seperti aku" ucap iren melirik ke arah resepsionis yang sudah menunduk takut itu
"Kau (menunjuk resepsionis), urus surat pengunduran dirimu sekarang juga ,aku tidak ingin melihatmu di kantorku" ucap riko dingin
Semua mata karyawan terlihat kaget dengan ucapan riko, mereka menganggap bahwa riko memecat sari karna membela iren. Banyak yang bertanya tanya ada hubungan apa antara bosnya dan wanita itu (iren), Mereka belum tau kalau yang di hina adalah istri dari bosnya sendiri.
"Maaf pak... Tapi apa salah saya, mohon jangan pecat saya pak" ucap resepsionis yang bernama sari tersebut
"Dini.. Kau urus dia" perintah riko yang tidak mau melihat drama lebih lanjut lagi.
"Baik pak" ucap dini menundukan kepalanya
"Semuanya lebih baik bubar... Lanjutkan pekerjaan kalian , dan kau ikut denganku" ucap dini menatap tajam resepsionis itu.
Sari mengikuti langkah dini pergi dari tempatnya.
"Ayo ikut aku" ucap riko tiba tiba menarik tangan iren
"Kita mau kemana" tanya iren
"Keruanganku" iren langsung diam dan membiarkan riko menariknya.
Iren sudah tidak kaget dengan suasana ruangan seorang ceo... Karna ruangan sandy juga seperti riko, mewah bak hotel.
"Maaf... Karna membuatmu di usir dari sini" lirih riko yang sudah duduk di samping iren
"Tidak apa.. Aku memaklumi ,seharusnya kau tidak memecatnya begitu, kau bisa memberikannya peringatan saja" ucap iren
"Tidak..!! Aku tidak mau di perusahan ada orang yang melayani tamu dengan tidak sopan ,apa lagi dia menghina istriku , menghina nyonya riko julian dierja... tidak akan ada ampun baginya" riko terus menatap iren
"Jangan menatapku seperti itu... Makanlah..!!, aku sudah membeli ini semua untukmu" ucap iren
"Aku berjanji... Tidak akan membiarkan istriku dihina oleh siapapun lagi.. Jika ada, aku akan membuat orang itu menderita seumur hidupnya" ucap riko penuh keyakinan
"Terimakasih...(tersenyum), terimakasih karna kau mau melindungiku" iren merasa tersentuh dengan ucapan riko.
"Aku sangat senang kau datang ke kantor... Aku merasa sangat di perhatikan" ucap riko langsung memeluk iren dengan erat membuatnya terkejut.
Riko yang masih merasa emosi karna istrinya diperlakukan tidak baik di kantornya sendiri... berusaha menahan amarahnya dengan memeluk iren, istrinya bisa membuatnya tenang kembali hanya dengan sebuah pelukan hangat.
Ingin rasanya riko mengumumkan pernikahan mereka ke publik, tapi ini adalah kesepakatan bersama, harus dapat persetujuan iren, dan riko yakin kalau istrinya tidak akan setuju.
"Huuhhhhh.." riko menghela nafas kasarnya
"Kenapa?" tanya iren yang mendengar riko mengeluarkan nafas kasarnya
"Tidak apa... Aku merasa lapar, suapi aku, Aaaaaaaaa" iren langsung menyuapi riko makan tanpa bertanya lebih lanjut.
Sesuai kesepakatan ,mereka akan saling menerima satu sama lain, mungkin dengan cara begini akan membuat mereka semakin dekat.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya iren sambil menyuapi riko
"Lancar... besok aku akan lembur, mungkin akan pulang larut malam" ucap riko
"Tidak apa... Kau seorang boss wajar jika lembur" iren tersenyum
"Istriku sekarang begitu manis... Kemana istriku yang galak itu ya" ledek riko
"APA..." iren yang merasa tersindir dengan ucapan riko menjadi kesal
Riko terkikik geli melihat istrinya itu "ternyata istriku kembali ke sifat aslinya... Baru saja istriku bersikap manis sekali tadi"
"Riko.....!!! Aku mencoba menjadi istri yang baik ,kenapa kau malah meledekku" iren mengalihkan pandangannya karna malas menatap riko
"Hmm..... (Memeluk iren), jangan bersikap seperti ini pada pria lain... Hanya boleh padaku..," ucap riko
"Baiklah... Aku akan menuruti perkataanmu.. Sekarang lepaskan pelukanmu, aku harus kembali ke kantor lagi" ucap iren melirik jam tangannya sambil membereskan bekas makanan riko
"Aku akan mengantarmu"
"Tidak usah... Aku membawa mobil dan supir, kau lanjutlah bekerja, agar kita bisa cepat jalan jalan" iren menampilkan senyum manisnya
"Kenapa dia harus secantik itu jika tersenyum tuhan" batin riko
"Bukan jalan jalan sayang.. Tapi bulan madu" ralat riko
"Iya terserahmu saja... Selamat bekerja, aku balik dulu" pamit iren. Namun sebelum membuka pintu, riko menariknya hingga berbalik dan menabrak dadanya yang seperti pahatan patung itu.
"Chupppp...." riko mencium kening sang istri lama. Sangat lama
"Hati hati" ucap riko merapikan anak rambut iren
"Iya... " iren langsung keluar ruangan riko dengan wajah merona.
"Jantungku berdetak setiap kali dia menciumku... Ada perasaan aneh di hatiku, apa aku mulai menyukaimu atau hanya sekedar terbawa suasana denganmu" batin iren