
Mereka telah sampai di rumah megah keluarga dierja, kedatangan mereka di sambut hangat oleh semua keluarga riko, iren memang sudah memberitahu kepada luna bahwa ia akan pulang hari ini.
"Akhirnya pengantin kita sudah datang" ucap sandy mengerlingkan matanya pada iren niat menggoda riko
"Cih... Jaga matamu itu, jangan sampai aku ingin mencongkelnya di depan istriku kata riko. Membuat yang lainnya menggelengkan kepala
"Kau harus sabar memiliki suami yang posesife seperti itu ren" bisik luna
"Ya kaka benar"
"Ayo masuk.. Kalian pasti lelah" ucap mommy farah merangkul iren masuk ke dalam rumah
"Disini siapa anak mereka... Kenapa tidak ada yang menganggapku disini" batin riko berdecak kesal
"Ayo adik ipar... Jangan diam saja ,ayo masuk" ucap sandy merangkul riko
"Jangan sentuh aku, pasti kau ada maunya" ujar riko sinis
"Tau saja, aku ingin meminta oleh olehmu" ucap sandy
Mereka semua akhirnya memasuk rumah mega dierja, disana terlihat axel sedang bermain bersama pengasuhnya.
"Hay beby boy" teriak iren merentangkan tangannya pada axel
"Ante...." teriak axel berlari kepelukan iren dengan menangis sejadi jadinya
Semua yang melihat axel menangis menghela nafasnya panjang, axel menangis sering kali menangis saat ditinggal berbulan madu oleh iren... Semua membujuknya namun tak ada yang berhasil, hingga akhirnya ia tertidur karna lelah menangis
"Kenala nangis sayang?" tanya iren mengendong axel
"Jangan manjakan dia ren... Axel sekarang kerap menangis apa lagi saat dia tau kau dan riko pergi bulan madu" ucap luna
"Cup...cup sayang, aunti sudah disini.. Jadi jangan nangis lagi"
Riko sangat senang melihat iren yang bisa menenangkan keponakannya itu, sudah sangat cocok jika ia dan iren memiliki anak.
Riko tersenyum senyum membayangkan jika anaknya sendiri yang menangis seperti itu.
"Kenapa kau senyum senyum?" tanya daddy
"Tidak ada dad" sahut riko
"Adik ipar mungkin sedang bahagia karna mendapatkan apa yang dia mau saat bulan madu dad" sambung sandy
"Cih... Janga asal bicara kak" sinis riko
"Jangan berisik.. Kalian para pria selalu saja berdebat hal yang tidak penting" tegur farah
"Sini ren berikan dia padaku ,biar aku tidurkan di kamar" ucap luna
"Axel sayang sama mommy dulu ya, kasian tante iren capek baru datang nak" sambung luna lagi di angguki axel
"Apa mau sama papa boy?" tanya sandy di balas gelengan kepala oleh axel
"Rik... Cepatlah berikan mom cucu agar axel ada temannya di rumah, kasian dia main sendiri terus" kata mommy farah
"Lagi usaha mom, doakan seaja secepatnya diberikan" ucap riko
"Usaha jangan setengah setengah rik... Kalau perlu buat istrimu tidak bisa jalan selama seminggu" ucap sandy langsung mendapatkan jitakan keras oleh luna
"Jaga mulutmu itu kalau biacara dad, ada axel" ucap luna langsung pergi ke kamarnya
"Maaf mom...tunggu aku" sandy langsung menyusul luna ke kamar
"Kalian istirahatlah... Nanti mom bangunlan untuk makan bersama" ucap farah
"Baik mom" ucap riko
"Apa mom butuh bantuan untuk masak?" tanya iren
"Tidak sayang... Biar pembantu yang masak... Kau pergilah istirahat, jangan pikirkan mom"
"Baiklah mom... Jika butuh bantuan panggil saja aku"
"Sudahlah sayang... Ayo ke kamar, aku sangat lelah" kata riko memelas
"Menantuku... Ke kamarlah, kasian suamimu sudah lelah ingin cepat cepat ke kamarnya" ucap daddy riko
"Iya dad... Mom aku duluan ke kamar ya" pamit iren
Dikamar riko langsung membaringkan tubunhnya karna lelah.
"Ganti dulu bajumu sana" tegur iren
"Nanti saja sayang.. Aku mengantuk" lirih riko
"Tidak ada nanti nanti... sekarang" tegas iren menarik tangan riko agar bangun dari ranjangnya
"Oke oke... Tapi nanti peluk aku saat tidur ya" pinta riko di angguki pasti oleh iren
Riko menuruti perintah istrinya untuk berganti pakaian sebelum istirahat , sedangkan iren mengangkat telpon dari seseorang.
"Ya ada apa zi?" tanya iren kepada orang tersebut
"--------------"
"Kapan?, kenapa shena tidak bilang apapun padaku?" tanya iren
"---------------"
"Aku juga merindukannya... Sangat"
"----------------"
"Baiklah besok kita bertemu di cafe tempat biasa, bye" iren langsung mematikan ponselnya.
"Astaga sayang..." pekik iren karna melihat riko yang sudah berdiri dibelakangnya
"Siapa?" tanya riko curiga
"Apa?"
"Siapa yang kau rindukan itu... Dan siapa yang menelponmu?" tanya riko
"Dia sahabatku zio ,karyawan di kantor kak sandy juga, dan aku kangen pada sahabatku shena, kekasih zio" ucap iren jujur dan tersenyum kepada riko
Riko merasa bersalah karna menaruh curiga kepada iren , dia menyangka bahwa iren sedang menelpon selingkuhannya
"Astaga hampir saja aku marah tanpa alasan... Maafkan aku istriku sayang, suamimu ini malah curiga kepadmu.. Padahal iren selalu jujur padanya" batin riko
"ada apa... kenapa diam?" tanya iren keheranan melihat suaminya yang diam sambil menatap lekat wajahnya
"aku mencintamu sayang" riko langsung memeluk iren dengan erat.
"aku juga mencintaimu" balas iren