SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
chef riko.....



riko berkutat dengan barang barang dapur... sebelumnya ia tak pernah melakukan hal seperti ini ,bahkan membuat kopinya sendiripin riko salah. apa lagi membuat bakso.


dengan bermodal ponsel riko mencari cara membuat bakso di youtube. untungnya riko sebelum pulang sudah menyuruh pelayan rumah membeli bahan bahanya.


iren juga melarang pelayan untuk membantu riko di dapur. karna ia ingin suaminya memasak sendiri untuknya.


"sayang aku tunggu di ruang tamu... selamat memasak suamiku" ucap iren mencium pipi riko.


riko memaksakan senyumnya "iya istriku sayang ,kau bersantailah dulu" ucap riko


"heh... apa yang harus aku lakukan.. melihat arahan di videopun aku tak bisa" ucap riko setelah iren pergi dari dapur.


riko dengan terpaksa mengikuti apa yang dilakukan dalam video. entah enak atau tidak, riko tak peduli.. yang penting ia niat untuk membuatkan istrinya yang sedang mengidam buah cinta mereka.


iren sudah sangat lama meunggu hampir 2 jam lamanya. namun tidak ada tanda tanda riko keluar dari dapur.


karna penasaran dengan apa yang dilakukan sang suami... iren melangkah menuju dapur untuk melihat hasil masakan riko.


PRANK....


BRUKK


PRANKKK


BRAKKKK


"apa yang kau lakukan rik.." teriak iren melihat dapur yang sudah berantakan dan juga penampilan suaminya yang tidak kalah hancurnya.


"sayang... sebentar lagi selesai.. sabar ya" ucap riko


"aku menyuruhmu membuat bakso... bukan membuat dapur ini hancur sayang, ya tuhan apa yang kau masak sampai seperti ini" ucap iren memijat pelipisnya.


riko hanya diam sambil membawa lap dan juga panci...


"ada apa i....... ASRAGA RIKO." teriak luna yang melihat ke arah riko.


"apa..?" tanya riko malas melihat kakanya yang sudah datang dari luar negri.


"kau apakan dapur ini rik..." ucap luna


"aku sedang memasak untuk istriku..., apa salahnya" ucap riko acuh


"ma...masak?" tanya luna tak percaya apa yang di dengarnya


"iya kak aku menyuruhnya masak bakso.. karna aku ingin bakso dibuat riko langsung.. tapi malah jadi begini" ucap iren menatap tajam riko


"asal kau tau ya ren... suamimu ini tidak pernah masak seumur hidupnya, buat kopi saja tidak bisa, ala lagi bakso, yang ada dibakal buat dapur kebakaran" ucap luna


"jangan menjelekan aku di depan istriku kak... lagian ini sudah selesai ,dan aku bisa membuatnya" ucap riko tak mau kalah.


"sudah selesai...?" tanya iren lagi


"sudah sayang... aku akan menyiapkannya di meja makan tunggulah disana ,oke" ucap riko tersenyum penuh keyakinan.


"aku tidak yakin dengan masakanmu itu" ucap luna


"terserahmu saja... sana pergilah" ucap riko mengusir


"hmmmm... lebih baik kita menunggu di meja makan saja kak" ajak iren menggandeng tangan luna


"mana saus sama sambalnya sayang..?" tanya iren yang hanya melihat kecap di depan matanya.


"Nooooo... aku gak mau nanti anak kita kepedesan di dalam sana" ucap riko membuat luna tersedak minumannya.


"mana mungkin begitu rik.. jangan berfikiran sempit" ucap luna tak tau lagi harus berbicara apa mengenai adiknya ini.


"mana mungkin anak kita kepedesan rik.. aku yang makan" ucap luna


"tidak sayang... pokonya tidak boleh" ucap riko menahan kesalnya.


"tapi aku ingin sayang... kau mau anak kita ileran nantinya?" ucap iren


"nanti kau sakit perut.. aku tidak mau kau sakit karna cabe itu" kata riko kekeh


"udahlah rik... kasih saja sedikit, asalkam jangan terlalu pedas tidak masalah" kata luna


"ya udah aku ambilin dulu... inget gak terlalu pedas" ucap riko


"iya sayang iya.." sahut iren tersenyum senang.


kenzo kembali membawkan cabai yang sudah halus kepada iren...


"ini sayang.." ucap riko


"waaahhh.. pasti enak" ucap iren


"pastinya, aku memasak dengan benar dan sesaui intruksi" kata riko dengan bangganya.


iren sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan sang suami...


saat sudah memasukan bakso kedalam mulutnya.. iren diam sejenak.


HUEK.....


HUEK...


iren memuntahkan bakso yang dimakannya di depan riko dan luna.


"sayang kau kenapa?" tanya riko cemas


"apa yang kau masak ini rik.. kenapa begini rasanya" ucap iren mengambil air minum yang banyak.


seketika terdengar suara tertawa keras dari luna.. melihat iren yang muntah muntah bukannua merasa iba justru luna tertawa sampai msngeluarkan air matanya.


"hahahahaha... sudah aku katakan ,dia tidak akan bisa ren" ucap luna di sela tawanya


riko menatap luna dengan sinis, ia mencoba memakan bakso yang dibuatnya. namun baru 1 suap ia juga sama seperti iren.. memuntahkan masakannya sendiri.


"kenapa asin sekali..." gumam riko


"apa yang kau rasakan hmmm... enak?" ucap iren


"asin sayang.... gak enak" ucap riko


iren dan luna geleng geleng kepala melihat riko menatap jijik ke arah masakannya sendiri.