SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
marah kembali



iren terbangun tengah malam karna menginginkan sesuatu, dilihatmya riko yang tertidur pulas disampingnya... ada rasa kasian jika iren harus membangunkan san suami, apa lagi riko yang harus butuh banyak istirahat karna sudah menemaninya dirumah sakit. tapi keinginannya untuk makan sesuatu sangat besar.


"sayang..." ucap iren membangunkan riko dengan terpaksa


"suami.." panggil iren lagi


"sayang bangun ,aku ingin lapar" ucap iren menggoyangkan lengan riko dengan keras.


tapi sama saja riko tak bergeming sedikitpun...


"sayang aku ingin makan sate.." teriak iren yang sudah tak sabar


emmhhh...


riko memaksakan matanya agar terbuka lebar, rasa ngantuk benar benar masih melanda dirinya.


"hmmmmm ada apa sayang, kenapa teriak teriak" kata riko pelan dengan suara serak khas bangun tidur


"aku lapar sayang. " rengek iren manja


"ya sudah sana makan didapur" kata riko memejamkan matanya lagi.


"issshhhhh... aku ingin makan sate sayang" kata iren merebahkan kepalanya di dada bidang riko.


"ini sudah malam sayang... besok saja oke, aku akan belikan sate yang paling enak" ucap riko


"aku mau sekarang bukan besok" kata iren kesal dan beranjak dari tempat tidurnya.


riko yang menyadari bahwa iren tidak ada disampingnya membuka mata lebar, dilihatnya iren sedang memakai jaket hendak keluar dari kamar.


"mau kemana.." tanya riko


"kau tidak mau membelikanku... mending aku beli sendiri, lagian yang mau itu anakmu, bukan hanya aku" kata iren sinis


"oke oke... aku belikan, kau tunggu di rumah saja sayang" kata riko bersiap dengan jaket dan kunci mobilnya.


"ikut.." kata iren membuat riko menghentikan langkahnya


"ini sudah malam istriku, angin malam tidak baik untukmu" ucap riko


"aku ingin ikut... aku ingin makan ditempatnya langsung" kata iren


"hmmmmmm... baiklah" pasrah riko


•••


tempat sate yang diinginkan iren jauh berbeda dari pikiran riko, ia kira iren akan meminta makan di restaurant, ternyata di pinggir jalan yang jauh dari kata higenis menurut riko.


"kau yakin makan disini sayang?" tanya riko melirik iren


"yakin... aku udah gak sabar pengen makan, ayo turun" ucap iren yang langsung membuka mobil dan berlari ke penjual sate di sebrang.


"astaga sayang... hati hati menyebrang" teriak riko yang takut iren menyebrang tanpa melihat kanan kirinya. untung belum ada mobil atau motor yang melintas.


"kok balik lagi sih.. aku udah pesen satenya rik" ucap iren kesal


"apa kau gila hah... kau ingin cari mati?, harusnya kau sadar lagi mengandung anakku iren, kalau tadi ada mobil lewat atau motor bagaimana hah, kau selalu saja menyusahkan aku... harusnya kau bisa sabar sedikit... jangan seperti anak kecil, lagipula hanya demi makanan seperti itu saja kau hampir membahayakan calon anakku" teriak riko lantang dengan deri nafas yang naik turun.


"A...aku, maafkan aku." iren yang mendengar jika riko berteriak padanya langsung menangis.


"kau selalu saja begitu, aku sudah menuruti kemauanmu.. besok besok jika kau ingin sesuatu jangan minta padaku" ucap riko masuk kedalam mobilnya dengan kesal.


riko yang tak sadar jika iren belum masuk ke dalam mobilnya langsung saja menancapkan gasnya dan pergi meninggalkan iren di jalan.


"rik aku..." iren semakin menangis melihat riko mobil riko pergi tanpa menyuruhnya masuk.


"aku memang ceroboh... kenapa lagi lagi aku membahayakanmu sayanh" iren mengelus perutnya yang terlihat sedikit membuncit.


•••


sampainya di rumah riko belum juga sadar tentang keberadaan iren...


"hah..... maafkan aaaaaa.." riko melirik kesebelah kirinya, tidak ada iren sama sekali disampingnya.


"sa..sayang" ucap riko melihat ke arah jok belakang namun iren tidak ada juga..


"sial.. pasti dia belum naik ke mobil tadi, bodoh kau riko, lagi lagi membuat istrimu menangis" riko menaiki mobilnya dengan perasaan takut.


iren terus berjalan di trotoar... kakinya sudaj sangat lelah, arah rumah masih sangat jauh.


"kenapa kau tega meninggalkan aku" gumam iren


tinnnnnnnnn...


tinnnnnnnnn..


tinnnnnnnn..


suara klakson mobil membuat iren terkejut.


"hahahaha.. ternyata sekarang kau sudah jadi gembel hah, kemana suami tajirmu itu?, apa kau sudah dibuang olehnya?, kasian sekali... aku yang akan menggantikanmu menjadi nyonya dierja adik tiriku sayang" ucap gisel dengan tertawa bersama teman temannya.


"tunggu dulu... sebantar guys, aku ingin memberikan dia sedikit perhatian ,mungkin saja dia lelah karna kehausan" ucap gisel dan langsung menyiram iren dengan jus bekas diminumnya


"apa yang kau lakukan hah... beraninya kau" teriak iren penih emosi


"uuuuuuhhh dia marah" ucap salah satu teman gisel


"dasar tidak tau malu" teriak iren saat mobil gisel sudah melaju dari hadapannya.


"kenapa jadi seperti ini.., pa, ma.. jemput iren" gumam iren menangis


"sayang..." teriak riko berlari mendekati iren yang tak jauh darinya.


"kau datang..." iren langsung memeluknya erat dan menangis sejadi jadinya