SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
kelahiran sang buah hati



riko membawa mobilnya dengan kecepatan penuh.. tak peduli dengan lalu lintas dan juga klakson yang memberinya peringatan agar hati hati....


yang ada dalam benaknya hanya istri dan juga anaknya yang akan segera hadir di dunia ini...


akhirnya mobil riko sudah sampai di rumah sakit tempat dimana iren dibawa oleh keluarganya.


tak butuh lama untuk riko mencari ruangan iren ,karna luna sudah memberikan pesan padanya.


"mom... kak luna" seru riko berjalan cepat menghampiri kaka juga mommynya.


ternyata disana sudah ada sandy juga sang daddy..


"riko..." farah langsung berlari memeluk putranya, ia begitu hawatir dengan kondisi menantunya.


"mom... bagaimana istriku?" tanya lirih riko


"dia sedang di dalam rik... dokter sedang memeriksa iren" ucap farah


"sabar rik... iren pasti baik baik saja" ucap sandy menguatkan adik iparnya itu


tak lama keluar seorang dokter dengan wajah yang tak bisa riko gambarkan...


"bagaimama istri saya dokter?" tanya riko dengan sangay sangat hawatir


"begini pak... sebelum mengambil tindakan ini ,saya harus ijin bersama bapak sebagai suami pasien, istri anda mengalami penderahan yang cukup banyak, kemungkinan istri anda semoet terjatuh karna merasa sakit sehingga menyebabkan kandungannya terbentuk dan mengalami pendarahan ,untungnya bayi masih bisa dilahirkan... namun hatus dengan jalan oprasi pak ,ini untuk menyelamatkan keduanya, kita tidak bisa menunggu lama lama... jika tidak salah satu dari mereka harus di lepas pak" ucap dokter tersebut.


"lakuakn segera dok, selamatkam istri juga anak saya, lakukan oprasinya segera mungkin" ucap riko


"baik pak... silahkan tanda tangan disni" ucap dokter


riko menandatangani berkas yang diberikan oleh dokter tersebut. ia tidak mau terjadi hal buruk terhadap kedua malaikatnya... istri dan anaknya adalah harta yang paling berharga dalam hidupnya.


"mereka pasti baik baik saja rik, kita berdoa sama tuhan" ucap daddy


"ya... aku yakin iren kuat dan pasti bisa melewati ini semua dad" ucap riko


beberapa jam kemudian... oprasi yang dilakukan iren telah selesai.. dan dokter kelaur ruangan masih dengan memakai seragam oprasinya..


semua mata memandang snag dokter dengan penuh harapan...


"dok bagaimana istriku dan juga anakku?" tanya kenzo lirih. ia sudah siap dengan semua berita yang akan diberikan oleh dokter, baik buruknya.


dokter diam sejenak untuk mengambil nafas dan di hembuskan secara perlahan.


"istri dan anak anda selamat... mereka berdua selamat tuan riko, selamat bayi anda laki laki" ucap sang dokter dengan senyuman bahagia.


"tapi tuan... nyonya iren memang sudah lewat dari masa kritisnya tapi beliau dalam keadaan koma akibat pendarahan yang begitu banyak yang dialami. kami tidak bisa berbuat banyak tuan... hanya bisa membantu dengan doa agar nyonya oren cepat sadar dari koma dan bisa berkumpul dengan anda juga anak anda"


"ko...koma dok?" tanya riko lagi dengan lirih


"iya tuan... kalau begitu saya permisi dulu, istri anda akan dipindahkan ke ruanganya yanh lebih intensif lagi, kami akan selalu memantau perkembangannya" ucap sang dokter


"terimakasih dok" ucap riko


"rik sabarlah.. iren pasti sembuh, jangan bersedih.. kau harus kuat, anakmu sangat membutuhkanmu" ucap daddy


"anakku dad... aku ingin melihatmya" ucap riko


"tunggulah nak... nanti kita melihat jagoanmu bersama sama" ucap farah


kini iren sudah di bawa ke ruangan yang lebih intensif... dan bayi mereka sudah dibersihkan dan dibawa ke ruangan khusus untuk bayi.


sebelum menemani iren, riko lebih dulu menjenguk sang buah hati, putra pertamanya dengan iren.


"dok apa saya boleh masuk?" tanya riko pada suster yang bertugas di ruangan itu.


"boleh tuan.. tapi hanya 1 orang" ucapnya


"masuklah son... kami akan lihat dari sini sudah cukup" ucap daddy


"aku akan menemani iren dulu mom... dad" ucap luna


"aku akan membeli makanan dulu untuk kalian, kasian riko belum makan mom" ucap sandy


"ya san... hati hati" ucap farah


riko sudah berada di dekat putranya... dilihatnya tubuh mungil dengan mata terbuka begitu kecil.


riko tak bisa menahan tangisnya melihat sang anak yang sudah bisa melihat bumi.


tapi perasaannya begitu sakit karna sang istri harus berbaring tak sadarkan diri.


"maaflan daddy son... maaf kan daddy tak bisa menjaga mommy-mu, daddy gagal menjaganya... maafkan daddy" ucap riko dengan sesegukan.


"jadinya anak yang kuat, jadilah pelindung mom dan keluarga kita sayang, bantu daddy menjaga mom..." lirih riko


kedua orang tua riko ikut menangis melihat bagaimana putra mera begitu terpukul dengan keadaan sang istri.