SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
terkurung



iren begitu kesal dengan tingkah riko, bagaimana tidak!, ia hanya disuruh duduk manis di pangkuannya menemani bekerja, membuat iren merasa geram.


"sayang... aku ingin bekerja bukan menemanimu kerja... ayolah rik, aku bosan disini" ucap iren merengek pada riko


"jangan bergerak begitu sayang, aku sedang fokus dengan laptop, kalau kau ingin bekerja... buatkan saja aku kopi, jangan terlalu pahit ,jangan terlalu manis" perintah riko yang langsung di angguki iren.


"akhirnya aku bisa bebas juga" barin iren


"aku buatkan dulu ya sayang... semangat bekerja" ucap iren melambaikan tangannya


riko hanya tersenyum melihat tingkah lucu iren, sebenarnya riko tau jika istrinya itu begitu bosan jika harus melihatnya bekerj, jadi memutuskan iren untuk membuatkannya kopi.


iren yang di perintah untuk membuatkan kopi tidka tau dimana letaknya, ia mencoba bertanya kepada karyawan lain.


"maaf menganggu waktu kalian... aku ingin membuatkan pak riko kopi, dimana letaknya ya?" tanya iren sopan


ke 2 karyawan tersebut saling pandang dan tersenyum licik..


"kau lurus saja kesana... terus belok kiri, disana terus lurus saja lalu ada sebuah ruangan ,kau bisa buka ruangan itu." ucap neta salah satu karyawan


"baiklah... terimakasih" ucap iren melangkah menuju jalan yang ditunjukan


ke 3 wanita itu mengikuti iren secara diam diam


saat iren sudah masuk ke ruangan tersebut dengan cepat angel menutup pintu itu, pintu itu tidak akan bida dibuka jika di tutup orang, karna rusak dan ruangan tersebut juga ruangan kosong yang tidak dipakai oleh perusahaan.


ruangan yang begitu pengap dan gelap tanpa cahaya matahari serta lampu.


"kenapa pintunya tertutup" gumam iren mencoba membuka pintu namun tidak bisa


"aku dijebak.. sial, awas saja mereka" umpat iren kesal


"TOLONG"


"TOLONG SIAPAPUN DI LUAR, TOLONG AKU" teriak iren


"hahahaha... kita berhasil membuat penggoda itu terkunci... biar saja dia menjadi teman tikus tikus di dalam" ucap neta


"tapi kalau di kenapa kenapa bagaimana?, ruangan itu tidak ada pentilasi dan pengap" ucap andin


"biarkan saja.... ayo kita pergi" ucap angel


sedangkan riko yang sudah menunggu kopi buatan sang istri tak kunjung datang, hawatir, kesal, jadi 1, bahkan riko berfikir bahwa istrinya kabur karna kebosanan di kantor.


"ck... kemana kau iren, jam segini belum kembali" batin riko melirik ke arah jam tangannya


•••


1 jam sudah riko menunggu di ruanganya namun tidak kunjung iren datang... emosinya mulai meninggi, riko paling tidak suka jika istrinya pergi tanpa pamit dan tidak memberikan kabar padanya.


kesabaran riko mulao habis dengan cepat ia melangkah menuju pantri untuk mengecek.


dini yang melihat riko langsung menyapa dengan sopan.


"ada yang bisa dibantu pak?" tanya dini


"apa ada iren di dalam?" tanya riko


"tidak ada pak... pantri sedang kosong, hanya saya baru saja membuat teh sendiri"


dini yang melihat atasannya sedang marah ikut merasa takut, dan memilih untuk diam.


riko melangkah ke arah lobi kantor... dan berpaspasan dengan 3 wanita yang mengurung iren di ruangan kosong tadi.


"selamat siang pak" ucap neta dengan nada genitnya


"apa kalian melihat iren?" tanya riko


"ohhhh iya pak, tadi anak baru itu di jemput oleh seorang pria.. sepertinya kekasihnya, solanya mereka terlihat mesra" ucap angel berbohong


riko mencoba tenang mendengar ucapan karyawannya... tapi ia merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan tentang iren.


dengan cepat riko melangkah keruangannya kembali dan menghubungi mario.


"keruanganku sejarang yo" perintah riko lalu mematikan sambungan telponnya sepihak


tak butuh lama mario masuk keruangan riko...


"hallo pak boss,, apa kabarmu?" tanya mario


"aku tidak butuh basa basimu yo... sekarang kau cari istriku sampai ketemu, suruh semua badyguard membawa istriku kehadapanku sekarang" kata riko tegas


"sebenarnya ada apa?, apa istrimu diculik?" tanya mario


"tidak yo... aku tadi menyuruhnya membuatkan kopi ,namun sampai sekarang dia tidak kembali... lalu para karywan melihatnyabm keluar kantor dengan seorang pria dengan mesra"


"kau cemburu?" tanya marip tersenyum


"jangan bercanda kau yo...," kesal riko


"baiklah... apa kau yakin istrimu akan melakukan hal seperti itu dibelakangmu?" tanya mario


"tidak... istriku orang yang baik, walaipun sering kali membuatku kewalahan"


"aku akan mengecek cctb lebih dulu... apa benar istrimu pergi keluar kantor" ucap mario


•••


iren yang sedang meringkuk di sebuah ruangan kosong dan gelap... ia menangis karna ketakutan, dan memang iren sangat takut akan gelap.


"suami.. tolong aku hiks.." ucap iren lirih dalam isakannya


"tolong"


iren tidak membawa ponsel, karna tasnya berada di ruangan riko..


mario sedang sibuk nelihat rekaman cctv perusahaan, yang benar saja ia melihat beberapa karyawan mengikuti seorang wanita dari belakang.. dan anehnya wanuta tersebut berjalan ke arah ruang kosong yang tidak berpenghuni atau sudah tudak dipakai lagi.


mario langsung menghubungi riko agar ikut melihat rekaman cctvnya.


dengan langkah cepat riko sampai di mana mario berada sekarang.


"apa dia istrimu boss?" tanya mario


riko hanya diam memperhatikan setiap detail cctv dimana istrinya berada dan emosinya benar benar meluap saat melihat karyawannya sendiri mengurung istrinya di ruangan tidak terpakai