SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
keluarga yang bhaagia (END)



"ya ampun daddy..... itu qarel anakmu bukan guling" teriak iren saat melihat sang suami melingkarkan kakinya dan juga tanganya ke tubuh qarel.


"mommy..." ucap qarel mencoba terlepas dari kungkungan sang daddy namun sia sia


qarel kini sudah berusia hampir 4 tahun, dan kini iren juga sedang mengandung anak kedua mereka, usia kandungannya masih meginjak 5 bulan.


"mommy tolong aku mom.." ucap qarel yang merengek pada iren


"dad bangun... kasian qarel dad" ucap iren menarik tangan riko agar mau bangun dari tidurnya.


"emmmhhh... daddy masih ngantuk mom" ucap riko gurau


"daddy lepasin aku, susah nafas daddy" kata qarel memukul lengan daddynya


dengan berat hati riko bangun dari tirdurnya dan melepas kaki serta tanganya dari tubuh qarel.


qarel yang bisa terlepas dari sang daddy langsung berlari memeluk snag mommy dengan erat.


"kebiasaan.." ucap riko namun ia juga memeluk istrinta yang memang berjarak sangat dekatnnya


"dasar manja kalian.." ucap iren tersenyum melihat anak serta suaminya setiap pagi pasti memeluknya.


setelah berahsil membangunkan suami serta anaknya, iren kembali ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga tercinta, apa lagi qarel yang sudah masuk sekolah playgroup, awalnya riko menentang jika putranya harus bersekolah di usia yang sangat kecil, tapi apalah daya dirinya seorang suami yang sangat takut jika istrinya marah, bisa dibilang bahwa riko adalah suami takut istri, namun dia tak peduli dengan ucapan itu.


baginya kebahagiaan istrinya adalah yang utama, ia menikah untuk mmebuat istri serta keluarganya bahagia.


"morning sayangku..." ucap riko mencium pipi iren yang sedag menata sarapan di meja makan.


"morning daddy.." sahut iren tersenyum


"morning boy..." sapa riko pada putra kesayangannya itu.


"morning dad..."


"daddy ingatkan kalau sekarang aku ada jadwal periksa ke dokter" kata iren


"tentu ingat sayang... bukannya sehabis jagoan kita sekolah ya??, dia kan harus ikut, kalau tidak busa mengamuk dan tidak bicara dengan kita seharian" kata riko melirik ke arah putranya


"tentu dad, mom tidak mau juga jika jagian kita kesal karna tidak diajak melihat adiknya nanti" kata iren


yang disindir malah asik memakan sarapannya dengan lahap, tidak menghiraukan apa yang diakatakan kedua orang tuanya.


"sudah sudah... kau makanlah, nanti kalian kesiangan" kata iren


"baik sayangku"


iren ikut duduk di meja makan karna dirinya juga sangat lapar, tak lupa dengan susu hamil yang selalu ada di setiap harinya...


kini riko dan qarel sudah berangkat setengah jam yang lalu, sekarang iren sendiri di rumahnya, hanya ada beberapa pelayan serta penjaga rumah.


"apa kalian sibuk?" tanya iren pada pelayan yang sedang duduk berkumpul di berugak dekat kolam renang. riko dan uren memang tidak terlalu membatasi para pelayan untuk berkumpul jika tidak sibuk, bahkan terkadang mereka membuat pesta kecil kecilan dengan manggang atau merayakan pesta ulang tahun teman mereka sesama pelayan di rumah. bahkan iren dan riko kadang ikut berkumpul dengan mereka.


"kami sedang membuat rujak nyonya, apa anda ingin ikut ?" tanya salah satu pelayan


"boleh, aku juga ingin makan rujak" kata iren


para pelayan sangat senang karna mendapatkan majikan sebaik iren dan riko... sungguh mereka seperti memiliki keluarga, mereka tidak diperlakukan seperti pelayan di rumahnya.


riko sudah berada di kantor setelah mengantarkan putranya ke sekolah, pekerjaan riko hari ini tidak terlalu banyak, namun riko harus memeriksa beberapa proposal saja, setelah itu akan mengantar istrinya periksa kandungan.


tok tok tok...


"masuk" perintah riko


"maaf menganggu waktumu kawan... aku ingin memberikan  hasil laporan rapat seminggu yang lalu" ucap mario pada riko.


"aku periksa dulu, nanti aku akan pergi menemani istriku, jika ada pertemuan mendadak kau yang harus menanganinya, aku tidak ingin di ganggu saat bersama keluargaku" kata riko


"baiklah, amu mengerti"


"kenapa riko lama sekali, pasti qarel sudah menunggu kami.." gumam iren yang sudah mondar mandir di depan rumahnya.


hingga terdengar suara derum mobil yang memasuki perkarangan rumah... siapa lagi jkalau buka riko, orang yang sudah ditunggu iren.


"kenapa lama sekali, qarel pasti kesal karna kita telat menjemputnya" gerutu iren menatap jengkel ke arah sang suami


"maafkan aku sayang, tadi ada sedikit pekerjaan, apa kau sudah siap. kita langsung saja pergi" kata riko membukakan pintu mobil untuk istrinya


"hmmmmm.... terimakasih" kata iren masuk ke dalam mobil dengan wajah masamnya.


"huhh... pasti dia sangat kesal padaku.." batin riko


sepanjang jalan iren hanya diam tanpa mau melihat sang suami, bhakan berbicara sepatah kata pun tidak. itu bentuk protes iren karna suaminya sudah telat menjemput jagoan kesayangan mereka.


sampainya di depan sekolah sang putra riko tidak membiarkan iren untuk turun dari mobil...


"kenaoa dikunci... buka rik, qarel menunggu kits" ucap iren


"maafkan aku sayang" kata riko menatap kedua mata istrinya


"hmmmmm... harusnya aku tidak bersikap kekanakan, harusnya aku mengerti posisimu, maafkan aku sayang, aku " iren langsung memeluk suaminya.


"tidak sayang... kau tidak perlu meminta maaf, ya sudah kita jemput jagoan terus ke rumah sakit" kata riko membuka kunci mobilnya agar istrinya bisa keluar.


qarel yang sedang duduk diam sambil menundukan kepalanya...


"mommy..." lirih qarel masih dengan menundukan kepala.


"boy....." panggil riko yang datang bersama iren disampingnya


"daddy... mommy......" pekik qarel tersenyum senang karna orang tuanya tidak lupa untuk menjemput.


"maaf membuatmu menunggu son... daddy tadi ada kerjaan di kantor" jelas riko


"tidak apa dad... ayo kita periksa dede bayinya" kata qarel dengan semangat


"sabar son... jangan berlari nanti kau jatuh, " kata iren


riko dan iren menggandeng tangan anak mereka, dengan qarel berada di tengah tengahnya dengan senyum yang sangat lebar. banyak yang iri dengan keharmonisan keluarga riko dan iren, apa lagi semenjak dikaruniai seorang putra sekaligus pewaris keluarga dierja.


keluarga kecilnya akan lengkap saat anak yang dikanudngan iren akan lahir.....


 


ENDDDDDDDDDDDDDDDD


HALLO GUSY...


terimakasih atas dukungan kalian hingga aku bisa menyelesaikan cerita ini, mungkin banyak pertanyaan yang kalian ingin tanyakan sama aku.


kenapa ceritanya gantung kak??... : ceritanya ini memang sampai disini ya guys, malah aku maunya sampai qarel lahir, tapi aku kasih bonus sedikit.


apa bakal ada boncapnya kak? : cerita ini tidak ada bonchap ya guys, hanya sampai disini saja.


ada season 2 gak kak..? : untuk season 2tida ada soalnya lagi mau siapin cerita CEO JATUH CINTA 2


 


di tunggu karyaku selanjutnya ya guys....


terimakasih semuanya....